TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 68


__ADS_3

Apa yang ditakutkan Zahra pada Ana dan ibu Ayu terbukti. Ana menghubungi dirinya dengan chatting malam harinya. Zahra langsung menuju kantornya Rey, dengan Avanza-nya, ingin tahu siapa dalang dari semuanya. Mustahil kalau Darman yang melakukannya, apa yang Rey katakan masuk akal sih. 


Tapi tidak lupa ia juga menghubungi Rey kerena Rey sudah berpesan kalau ada apa apa harus hubungi dirinya.


"Semoga saja nggak terjadi apa apa," doa Rey waktu itu sebelum mereka berpisah di kantin kantor.


"Aamiin, itu yang diharapakan nggak terjadi apa apa," ujar Ana tersenyum.


"Semoga saja itu hanya dalam kenal saja sih!" Canda Dio menatap Ana.


Gadis itu hanya mengangguk saja mendengarkan apa yang Dio katakan.


Zahra hanya menepuk tangan Ana lembut sekali. Malam mulai tiba, tapi kehangatan diantara keempatnya terjalin begitu akrabnya.


"Aku sih curiga sama mama kamu!" ungkap Rey menatap wajah Zahra tajam.


Ia mengatakan itu setelah keduanya meninggalkan kantin kantor.


"Oke lah kalau Darman kabur dari penjara, aku percaya tapi apa kita harus percaya sekeluarnya Darman ia punya anak buah yang mencari keberadaan Ana dan ibunya?" lanjut Rey memberikan jalan percakapan. 


Zahra hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh Rey tentang alasan kecurigaan nya lada ibu Ani, apalagi saat ia melihat dengan jelas rasa tidak suka ibu Ani pada Ana.


Rey bicara itu sebenarnya hati hati, kerja yang dibicarakan oleh dirinya adalah wanita yang telah memberikan kasih sayang lada Zahra. Bukan hanya dirinya saja, pak Bram sebagai suami dari ibu Ana juga begitu..


"Ra apalagi Darman nggak kenal siapapun juga disini," lanjut Rey memberikan alasan yang masuk akal.


Rey hanya takut kerena ibu Ani yang melakukannya, Zahra malah membenci adik dan ibunya. Zahra hanya mengangguk saja mendengarkan apa yang manjadi dasar alasan yang dikemukakan oleh Rey..


"Nggak mungkin Ana bohong hanya untuk memisahkan kamu dengan mama kamu," Rey masih angkat bicara, ia menatap wajah Zahra..


Mereka bicara itu setelah mereka pulang dari kantin kantor. Sedangkan Dio menemani Ana, gadis itu sudah menolak tapi Dio memaksa untuk menemani Ana terpaksa gadis itu hanya mengangguk saja. 


"Awas kalau kamu ngapa ngapain Ana!" ancam Zahra tajam. 


"Tenang saja, aku nggak bakal ngapain ngapain Ana." ujar Dio serius. 


Akhirnya Zahra dan Rey meninggalkan Ana berdua dengan Dio. Sebelum Zahra pulang Rey mengajak gadis itu ke kafe dulu, Rey bicara masalah itu pada Zahra.

__ADS_1


"Aku percaya sam Ana kok Rey, apalagi melihat tindak tanduk mama seperti itu pada ibu dan Ana. Tapi yang aku pikirkan kenapa harus mama yang melakukannya?" gaya Zahra..


"Motif nya kerena kamu telah mengetahui ibu kandung kamu, serta asal usul kamu,"


"Menurut Rara sih wajar kalau Rara tahu asal usul Rara sendiri, kerena Rara ingat semuanya."


"Mamamu intinya tidak.mau kehilangan kamu, dan menganggap kalau ibu Ayu adalah saingan dirinya." lanjut Rey.


"Entah kah Rey!"


Setelah mengisi perut mereka pulang ke rumah masing masing, setelah berdebat dengan mamanya Zahra langsung ke kamarnya sambil merebahkan badannya ke kasur.


"Sebenarnya kasus ini belum selesai sih!" ungkap Ana terhiang hiang ditelinga Zahra.


"Maksudnya?" tanya nya menatap Ana.


"Ana mentas heran saja kenapa harus ibu Ani yang melaporkan kejahatan ua Darman sedangkan ibu Ani nggak ada Maslah apapun dengan ua Darman?" tanya Ana..


"Mungkin Ibu Ani hanya ingin Zahra disisinya dengan melaporkan Darman ke polisi, dan nggak lama lama di desa." kata Dio..


"Dio, aku kan disana bukan hanya untuk menemui ibu, tapi aku kesana juga untuk kerja. Ya sambil cari tahu sih!" ujar Zahra.


Tiba tiba Zahra yang sedang asyik mengingat percakapan tadi dengan Ana tersentak seketika juga. Saat dilihat dari Ana, gadis itu melihat bayangan yang sangat mencurigakan.


Zahra diam diam meninggalakan rumah dengan Avanza papa nya, kerena ia berpikir mengunakan Avanza papanya pasti mama tidak akan curiga.


Dio sudah lam pergi. Jadi pria itu tidak tahu kalau kantin kantor Rey ada yang mendatangi yaitu Acong dan temannya.


📱Pah, papa sekarang dimana?


Zahra menghubungi papanya. Ya sejak kejadian ibu Ayu dsn Ana pak Bram hanya sebenarnya di tempat itu..


📱Papa ke desa kamu Ra,


Jawab pak Bram. Sedangkan Zahra hanya melonggo saja mendengar penjelasan papanya..


📱Papa ingin mencari tahu Darman bisa tahu keberadaan Ibu dan Ana itu dari mana sedangkan ia baru saja kabur dari penjara?

__ADS_1


Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut pak Bram.


Ya kecurigaan semua nya tertuju pada ibu Ani. Apalagi pengakuan dari Ana sendiri yang dengan jelas melihat ibunya Ani yang sedang mendatangi Ana di gudang itu.


Apa yang pak Bram katakan ada benarnya, ia setelah menemui Zahra dan Rey di kantin kantor, pak Bram langsung menuju kampung dimana Zahra dilahirkan. Ia mendatangi uwa Iyan laki laki yang telah mengutus Anin waktu kecil.


"Menurut saya Darman kalau kabur dari penjara nggak mungkin melakukan penculikan kerena ia disana menyuruh siapa?"


"Kalau misal memang Darman menculik Ana dan ibu Ayu dalam kasus ini nggak mungkin kerena Darman harus punya teman atau komplotan," lanjut uwa Iyan memberikan alasan yang memang masuk akal..


Pak Bram mengangguk anggukan kepalanya.


"Pak begini ya, saya tahu Darman memang dalam kasus beberapa tahun yang lalu memang salah, tapi nggak mungkin ia tahu keberadaan Ana dsn Ayu di kota sedangkan Darman sendiri kabur nggak pulang ke desa ini," jelas Uwa Iyan.


Laki lak itu bukan membela Darman tapi memang apa yang menjadi alasan Rey maupun Zahra juga begitu..Darman kabur dari penjara mungkin bukan dendam pada Ana dan ibunya.


Orang yang dipikirkan oleh pak Bram dan uwa Iyan sedang berada di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, hanya ada beberapa orang sja yang lalu lalang.


"Pak, maaf bapak darimana ya sepertinya bapak.orang baru?" tegur seseorang menghampiri Darman..


Orang itu meberikan air putih dari botol dan beberapa roti untuk di makan oleh Darman..Darman yang diajak bicara hanya menatap orang tadi dengan tajamnya.


"Aku Kabir dari penjara!" ujarnya jujur..


"Kabur dari penjara?" tanya orang itu terkejut.


"Iya, apa kamu nggak takut?" tanya Darman balik tanya menatap heran orang itu.


Orang itu bukannya takut pada Darman tapi ia malah mendekati dan duduk di hadapan Darman.


"Kenapa harus takut lada orang yang kabur dari penjara? ujarnya enteng sambil tersenyum.


Darman keget mendapat jawaban dari orang itu!


"O,ya aku Ageng nama bapak siapa?" tanya laki laki yang bernama Ageng yang kira kira berumur 19 tahun.


"Darman, nama aku Darman." jawab Darman mengenalkan diri pada Ageng.

__ADS_1


"Pak, mau kan bapak tinggal bersama Ku, di gubug yang tidak jauh dari sini, aku tinggal sendirian disini." pinta Ageng menatap wajah Daraman dengan lekat lekat.


Daraman tidak langsung menjawab iya ia tertegun sejenak kerena ia tidak menyangka akan ada orang yang mau menolongnya. Akhirnya ia mengangguk dengan cepatnya.*


__ADS_2