TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 66


__ADS_3

Dio memandang heran pada Ana yang sedang termenung, saat mendengar nama Darman yang diucapkan oleh temannya Acong.


"Kenapa Na, kamu kenal dengan orang yang disebutkan oleh mereka?" tanya Dio heran.


"Uwa Darman kakak ayah!" gumam Ana lirih.


"Ya Tuhan!" teriak Dio.


Kedua orang itu hanya diam saja. Acong tidak menyangka kalau temannya nya bakal mengatakan itu lada mereka, Acong menatap temannya dengan senyuman khasnya.


"Ya Darman lah melakukan ini," kata Acong.


"Kalian mau saja diperbudak oleh laki laki itu!" teriak Ana kesal.


"Tapi wanita itu!" Ana baru menyadari sesuatu.


"Nggak mungkin kan uwa Darman melakukannya?" tatap Ana pada teman nya Acong yang masih tanganya dipelintirkan oleh Dio.


"Apa yang tidak mungkin buktinya!" teriak temannya Acong.


"Kalian nggak bohong!"


"Tapi ibu lihat nak Dion yang menyekap kami bukan uwa Darman tapi ini Ani!" ujar ibu Ayu memberitahukan semuanya.


"Ibu Ani?" tanya mereka berdua.


"Jangan bohong siapa yang melakukannya?!" terik Dio sekali lagi sambil mendorong kan tubuh temannya Acong dengan kasar.


Sampai teman Acong tersungkur mencium aspal.


"Kalian disini ada apa?" teriak bapak bapak saat ia melihat tubuh teman ya Acong tersungkur.


"Mereka yang telah menculik ibu dan gadis ini," jawab Dio tegas.


"Nggak kaki hanya."


"Iya pak mereka yang telah menculik saya dan ibu saya, saya berasal dari desa mencari saudara saya." kata Ana lantang.


Kedua orang yang disuruh wanita itu kelabakan dan langsung melarikan diri dengan tergesa gesa sekali, melihat itu Ana bernafas sangat lega.


"Kalian kesini mencari saudara? Saudara kalian dimana?" tanya bapak itu menatap tajam pada Ana.


"Saya nggak tahu alamatnya pak, tapi kakak ini akan mengantarkan saya ke tempat kerja saudara saya," jawab Ana.


"Iya saya temannya saudaranya, jadi saya akan mengantarkan ke tempat nya. Saya kenal dengan saudaranya," ujar Dio memberikan alasan pada sang bapak.


Pria setengah baya itu mengangguk anggukan kepalanya saat mendengar penjelasan dari Dio setelah itu sang bapak itu pergi setelah Dio dsn Ana mengucapakan terimakasih.

__ADS_1


"Bagaiamana sekarang, kamu mau ke kantornya Zahra saja?" tanya Dio..


"Iya kak, mungkin kak Zahra lagi pusing mikirin Ana dan ibu." kata Ana.


Akhirnya Dio membawa Ana dan ibu ke kantornya Rey.


Sedangkan dua orang itu yang telah kabur dari ana dan Dio langsung mendatangi bosnya.


"Goblok!" teriak wanita itu marah..


Ia tidak menyangka kalau anak buahnya gagal menjalankan tugas yang ia berikan..


"Kalian gegabah!"


"Tapi masih untung kami nggak keceplosan ngasih tahu kalau dalang dari semuanya itu bos," bela teman nya Acong..


"Maksudmu?"


"Laki laki yang bersama tawanan kita bertanya siapa dalang dari semuanya, saya jawab Darman." cerita teman Acong itu..


"Mereka percaya begitu saja?" tanya wanita itu heran..


"Si gadis hampir percaya tapi ibunya malah menyebut nama bos!" ungkap teman Acong agak takut.


"Kurang ajar!" teriak wanita itu gusar.


Temannya Acong meringis melihat wanita itu dengan keras menghajar dinding.


"Cari mereka!" teriak wanita itu.


Kedua anak buahnya langsung pergi meninggalkan bos yang masih menhan gejolak nafsu marahnya.


Dio membawa Ana ke kantornya Rey, Zahra yang masih berada di kantin terkejut atas kedatangan Dio yang tiba tiba sekali dan membawa ibu dan Ana. Ketiganya langsung saling peluk satu sama lain.


Dio menagih janji cerita pada Ana.


"Jadi? Anin?" tanya Dio terkejut.


"Iya kak Anin adalah Zahra yang hilang kak, kami juga nggak tahu kalau kak Zahra adalah kak Anin." Ana mengakhiri ceritanya..


"Dio kamu mengerti kan kenapa aku selalu ingin ke desa itu?" tanya Zahra mempertegas kata-katanya.


"Aku sedang mencari pembunuh ayah." lanjut Zahra.


"Uwa Darman yang membunuhnya, dan sekarang uwa Darman kabur di penjara entah motif kaburnya kenapa?"


"Ya Tuhan. Kok cerita kalian seperti kaya di film saja," seru Dio hampir tidak percaya tapi benar benar terjadi.

__ADS_1


"Jadi benar kata dia orang itu kalau kalian di culik atas perintah Darman?" tanya Dio menatap wajah Ana.


"Kalian diculik atas perintah Darman?" tanya Zahra kaget mendengar pertanyaan dari Dio pada Ana..


"Kak, aku nyakin bukan uwa Darman . pelakunya." bela Ana pada Darman.


"Tapi mereka mengatakan itu pada ku?" ujar Dio seperti bertanya pada dirinya sendiri.


"Kak, kamu percaya pada mereka atau percaya sama aku sih!" seru Ana kesal.


"Mama kakak yang melakukannya." lirih Ana.


Tapi Zahra mendengar ucapan lirih Ana dengan jelas.


"Mama?" tanya Zahra tajam.


Ana ragu mengangguk.


Zahra membisu mendapatkan apa yang ia dengar dari Ana.


"Masa mama kamu sih pelakunya?" Dio tidak percaya sama sekali atas pengakuan dari Ana.


Ibu Ayu hanya mwndengrakan saja, ia tidak ikut bicara sam sekali, apalagi kalau membicarakan masalah ibu Ani, ia paling malas.


Wanita itu langsung beranjak dari tempat duduk dan meninggalakan mereka yang masih berkumpul di luar, Ana memandang kepergian ibunya sedangkan Zahra hanya menghela nafas panjang.


"Aku percaya sama Ana." akhirnya Zahra mengatakan itu.


Kerena ia melihat dari awal ini Ani ketemu dengan ibu nya, Zahra melihat kalau mama seperti takut tersaingi apalagi mengakut dirinya pribadi.


Dan Zahra ingat kejadian Ana di marahi oleh ibu Ani itu telah membuktikan kalau memang ibu Ani tidak menyukai Ananda ibu Ayu berada di kantin ini.


"Mama nggak suka mereka disini, wajar kalau Ana mengatakan itu." bela Zahra.


"Memang ibu Ani nggak suka kalau aku dan ibu disini, masalahnya ibu Ani nggak mau kalau kak Zahra ikut sama kami." ungkap Ana jujur.


"Ana nyakin kalau ibu Ani bakal menyusun rencana kembali untuk memisahkan kami bertiga, apa coba bedanya ua Darman dan ibu Ani," cetus Ana kesal.


Zahra hanya diam saja mendengar kekesalan hati Ana, ia hanya mengusap tangan Ana dengan lembut sekali.


Sebenarnya ibu Ayu mendengarkan mereka berbincang membicarakan ibu Ani, tapi wanita itu lebih baik di dalam rumah saja kerena ia tidak mau terlibat untuk membicarakan ibu Ani apalagi dihadapan Zahra.


Sedangkan Darman yang tidak tahu apa apa pada Ayu dan Ana yang berada di kota, sangat kesal sekali lada wanita yang telah berani memenjarakan dirinya.


Ia di kota ini sama sekali blank tidak mengenal salah satu orang pun. Darman melakukan kabur di penjara kerena ingin sekali balas dendam pada wanita yang telah memenjarakan dirinya tanpa sebab sebab yang ada.


"Aku nggak kenal dengan wanita itu, tapi kenapa dia masukan aku ke penjara? Kurang ajar juga tuh wanita ular!" sengaja Darman kesal.

__ADS_1


__ADS_2