
"Kamu! Jadi kamu yang ketemuan malam ini denganku? " tanya Vito saat ketemu sama Zahra dan Ana.
Pemuda itu benar benar tidak. menyangka kalau ia bertemu di tempat itu dengan Zahra dan Ana, matanya terbelalak tidak. mwnyangka sama sekali. Bukan hanya Vito yang kaget, Ana juga lebih kaget lagi kerena orang yang akan bertemu dengan dirinya adalah pemuda yang tertabrak olehnya.
Sedangkan Zahra hanya diam saja, ia hanya menghela nafas dalam dalam. Ia tidak terkejut apapaun keenakan ia juga sudah tahu siapa Vito yang sebenarnya.
"Iya memangnya kenapa? kaget ketemu sama aku dan adikku? " tanya Zahra tersenyum kecil.
"Kalian saling kenal!?" tanya ibu angkatnta Vito.
Ibu Ani juga begong mendengar apa yang dikata kan oleh Zahra maupun Vito, ia menatap wajah Zahra dengan tajamnya.
"Maafkan Rara ma, Rara belum cerita masalah ini. Sebenarnya Rara sudah tahu Vito ketika Rara mau. ketemu. ibu nining." aura mengaku akhirnya.
Ana. yang duusm disamping Zahra kaget. mendengar pengakuan dari Zahra, ia tidak mwnyangka saan sekali kalau kakaknya bergerak dengan cepat dibandingkan dirinya.
"Kok kakak nggak cerita lalau cowok ini? " sendat Ana pada Zahra.
"Maafkan kakak, Ana kakak belum sempat cerota apa apa pada kamu. Sebenarnya kakak ingin cerita ke kamu tapi mama sudah memanggil kita dan mengatakan kalau malam ini kita bakal ketemu anak ayah! " kata Zahra.
Sebenarnya sewaktu pulang dari toko buku itu Zahra sudah ada niatan untuk. menceritakan pada Ana, tapi belum. apa apa sudah dipanggil. oleh. mamanya dan. dari. mamanya kalau malam. ini bakal ketemu anaknya Rani.
Mau tidak mau akhirnya mau, tanpa ada persiapan lainnya. Zahra juga tidak menceritakan apa apa pada Ana dsn. mamanya.
"Jadi kamu ke rumah kaka Dio ketemu ibu Nining ingin tahu mama aku? " tanya Vito.
"Iya, awalnya tapi kita malah ketwmu disana. "
"Jadi kamu anaknya papa? Lalu papa dimana? " kejar Vito.
Pemuda itu tidak sabar ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra.
"Aku nggak mau ya kalau kamu bohong tentang papa, "
"Kak, jadi pemuda ini anak dari ayah kok bisa? " tanya Ana.
Bukan nya Ana dan Vito yang masih belum konek masalah pertemuan antara Vito dan Zahra, tapi orang tua angkat Vito dan ibu Ani juga masih belum. lee caya pada pertemuan. unik antara Zahra dan Vito.
"Vi, maafkan aku ya. Aku mengatakan sebenatnya kalau ayah telah meninggal tapi kamu. masih belum. lee caya saja, kamu lebih percaya sama mama kamu. " kata Zahra menerangkan kembali tentang ayahnya..
Zahra tidak ingin membohongi Vito seperti Rani. membohongi Vito, ia hanya ingin Vito tahi saja.
"Nggak nggak. mungkin! " gelang Vito.
__ADS_1
Ia shock mendengarkan kejujuran dari Zahra yanga ada di depannya..
"Aku.nggak bohong Vito, kamu. mau lee caya. mau. nggak terserah, aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada kamu. Ayah telah meninggal dunia ketika kamu berada dalam. kandungan. mama kamu, sedangkan aku. waktu. itu berumur 6 tahun dan Ana. masih berada di gendongan ibu." jelas Zahra lancar biarpun hati hati.
"Kalau ayah masih hidup mungkin ayah bakal senangelihat. kau sudah dewasa seperti ini, tapin sayang ayah telah meninggal, " sambung Zahra menatap Vito.
Zahra masih ingat percakapan antara dirinya dan ibu Nining yang menceritakan tentang Vito.
"Ra, biarpun Vito bukan saudara nasab kamu, terima Vito sebagai saudara kamu seperti kamu pada Ana. Jangan bedakan ya, sayangi Vito
" Iya bu, Rara akan coba kok!"
"Kalau bisa kamu juga jangan bilang sama Vito kalau mamanya yang melakukan itu pada ayah kamu. Vito bagaimana pun nggak salah,"
"Iwa Rani aja yang bikin onar sih! darlam nuansa sulit harus melakukan itu! " geram Zahra.
"Ibu mukin kalau. kalian bakal bertemu, "
"Bu, kalau bisa ibu saja sih yang memberikan. kami. " pintar Zahra.
"Ibu juga sebenarnya begitu tapi ini dadar ngg ada wewenang buat. itu? "
"Kenpa ibi tahu semuanya jalan ceritanya? " kejar Zahra.
"Kalau bisa sih sebelum kamu bertemu dengan Vito, kasih tahu dulu Ana biar nggak kangen saat kalain ketemu."
Zahra. hanya mengangguk saja sebenarnya ia ingin sekali kalau ibu Nining yang mempertemukan dirinya dengan. Vito, tapi wanita itu menolak dengan. halus. Zahra tidak bisa apa apa melihat ibu Nining hanya. menggelengkan kepala.
Zahra hanya bisa menghela nafas saja melihat gelengan kepala dari ibu Nining.
"Maafkan aku. " Zahra meminta maaf pada mamanya.
"Jadi kalain sudah bertemu di rumahnya Dio! " seru ibu angkat Vito.
"Nggak alau nggak percaya apa yang kamu katakan? Papa nggak meninggal sepertinya apa yang kau bicarakan! " Terima Vito.
Terlihat wajah nya frustasi mendengar kejujuran dari Zahra.
"Vit, maafkan aku! Aku. mengatakan yang sebenarnya tentang ayah. "
"Kamu nggak percaya baget sih! Kakak sudah katakan kalau ayah sudah meninggal itu kenyatan, kamu jangan ngotot begitu! Bukan hanya kamu yang kehilangan ayah tapi aku, kak Zahra juga! " sembur Ana gemas.
BRAK!
__ADS_1
"Kamu kokarah! dia juga nggak sama aku? "
Vito langsung mengebrak meja yang ada didepan dirinya. Ia. mental wajah Ana dengan tajam sekali. Bukan. mengalah Ana malah mengapa balik wajah Vito. Keduanya saling pandang satu sama lainnya.
"Aku marah juga ada alsananya, kamu. ngeyel di bilangin. Mama kami yang bunuh ayah! Terima Ana emosi
" Na! " jwrit Zahra menatap wajah Ana tajam.
"Nggak masalah kak, biar tahu dianya, " Ama benar benar sewot.
"Apa nggak mungkin! " jwrit Vito shock!
Ibu angkat Vito dan ibu Ani shock mendengar kejujuran dari Ana, gadis itu begitu natira sekali mengatakan kejadian kematian ayahnya. sedangkan Zahra hanya bisa. mental Ana dengan. pandangan yang tidak dapat dilukiskan.
Ana mengatakan itu memang kenyataannya, ya biarpun apa yang dikatakan Ana sebenarnya Rani tidak melakukannya hanya terlibat pembunuhan pak Rohaman tapi bagaiamana pun juga Rani lah yang tanpa sengaja yang membunuh Hamdi..
"Kamu nggak tahun kan kalau mama kamu yang menyebabkan semuanya ini, kenapa mama kamu yang selalu meghalangi ayah untuk berkata. jujur pada polisi! " teriak Ana.
Zahra sebenarnya. sudah sudah. menarik Ana supaya. tjdak. mengatakan pada Vito. tapi hadia igu. malah. mengatakan yang sebenarnya lada Vito didepan. ibu angkat Vito dan ibu Ani.
"Na, hentikan! " Terima Ana..
"Nggak apa apa Kak biar ia tahu siapa yang telahenjadikan dirinya yatim. Nggak tahunya. mamanya sendiri! " ketua Ana.
"Vit, kamu perlu tahu ya, sebenarnya ayah nggak tahu kalau mama kamu hamil. Mama kamu. tahu. hamil. kamu setelah ayah. meninggal!" jelas Ana.
Zahra hanya akhirnya. hanya diam saja tidak bisa menghentikan Ana sama sekali. Vito yang mendengarkan ceritaka Ana hanya diam saja, wajahnya terlihat fristaai, shock sekali. mendengar kenyataan yang ada.
"Kamu tahu Vit, kenapa kak Zahra punya. mama dan papa? Seharusnya kamu tahu itu, alasan kak Zahra punya metwka berdua kerena kak Zahra sejak. kecil. meninggalkan rumah.." cerocoa Ana.
"Kamu tahu, kenapa kak Zahra meninggalkan rumah kerena ia menyaksikan ayahnya teebunuh didepan matanya sendiri! " lanjut Ana..
"Dan yang bunuh ayah adalah uwa Darman kakak kandung mama kamu dan kakak kandung dari ibu angkat kak Zahra! " umar Ana menatao Vito.
"Ya mama kamu, uwa Darman dan ibu Ani adalah saudara! Kamu. nggak tahu itukan? Mama kamu nggak mau. kamu tahu lkalau ayah gelah mwnkngahl dari tangannya. "
Ana benar benar memuntahkan isi hati di hadapan Vito. Pemuda itu hanya gamang saja, ia sama sekian tidak pernah menduka kalau mamanya nya bakal melakukan itumlada papanya.
Ibu Ani dan ibu angkatnya Vito hanya diam saja, mereka tjdwk bjsa memgatakan apa apa, kecuali. mendengarkan saja apa yang Ana katakan.
"Maafkan aku, aku terlalu terbuka masalah ini, aku. melakukan ini supaya. kamu sadar apa yang terjadi, aku siap mengantarkan kamu. ke kuburan ayah." kata Ana lembut.
"Maafkan aku, kak. Aku lakukan ini kerena aku hanya ingin Vito tahu semuanya, dan aku. nggak mau Vito tahu dari. orang lain, itu yang aku. maksud. " kata Ana menatap kakaknya.*
__ADS_1