
Marni yang telah tahu kalau Darman dan Rani mencarinya ia langsung kabur dari desa itu! Bukannya lanhsung melaporkan tindak tanduk kedua orang itu! Marni malah menyelamatkan nyawa sendiri.
"Mang, lebih baik. kita pergi dari desa ini, saya takut kalau. mereka bisa menemui. kitadan membunuh kita. " ujar Marni pada mang karya.
"Nggak bu, saya akan membela kang Hamdi, ia nggak salah seharusnya Darman dan Rani yang harus mendekam dipenjara bukan kang Hamdi! " kata karya menatap n wajah majikan.
Laki laki itu merasa berdosa sekaki, kerena orang yang tidak melakukan kesalahan harus mendekam di penjara.
"Bu, saya nggak bisa tinggal diam seperti ini, saya harus menemui kang Hamdi," lanjut karya kekeh.
"Tapi saya ingin kamu hati hati, jangan sampai kamu terluka atau tertangkap oleh mereka. " ingat Marni.
"Iya bu, biarpun saya meninggal juga saya pasti senang kalau sudah mengungkapkan semua kebenatannya. " jujur Karta.
"Kamu jangan bilang begitu, kasihan anak istri kamu kalau sampai kamu teetangkap." Marni. mengingatkan.
Marni dan keluarga Karya langsung pindah ke desa itu tanpa sepengetahuan. semua orang.
"Taoi kang bagaiamaan kakang!" tangis Nining pada suaminya.
"Kamu baik baik saja! Aku hanya ingin bantu kang Hamdi, kang Hamdi bayak bantu kita masa kita nggak bantu dirinya. "
"Tapi kang, aku harus bagaiamana kalah terjadi apa apa. sama kakang? " isak Nining menatap wajah suaminya.
"Kamu berdoa saja, kamu ikut ibu ya jangan sampai semua tahu. " bujuk Karya pada istrinya.
"Ning, sudah kita lebih baik. meninggal akan desa ini itu lebih aman dari pada kita masih disini, "
"Bu, aku harus menemui Rani dia yang harus mwndekap di penjara! " teeik Nining.
Ya wanita itu tahu kalau Rani dan catatan yang telah menghabiskan majikannya. Sebenarnya Nining hendak melaporkan kebenatan itu tapi Marni dan suaminya. melarang kerena Darman dan Rani tjdak segan segan. bisa membunuhnya.
"Bejat! Nggak punya hati! '' teriak Nining histeris.
" Kang kenpa harus kakang yang melihat itu semuanya kenapa? " teeiam Nining.
"Ning semuanha sudah terjadi, mungkin Tuhan. ingin memperlihatkan semuanya pada kita itu saja, "
"Maafkan ibu, Ning. Kerena ibu lah suamimu kasi twelibag maslah besar ini! " kata Marni menyesal .
Ya ia menyesal menyuruh Karya untuk. mengikuti suaminya, seharusnya ia lah yang mw. gikutinya, bukan Karta. Tapi kenyataannya malah ia menyuruh Karta.
"Kalau Karya nggak di suruh mungkin. kamu juga nggak ikut menderita seperti ini, Ning. Maafkan saya ya Ning! " kata Marni.
Nining hanya diam saja mendengarkan own jelaskan dari majikannya, ia hanya menyesal kwnla haris suaminya yang mekhat itu kejadiannya.
"Saya nggak. menyesal bi, taoi yang saya sesali. kenoa harus suami saya yang melihat semuanya, dan polisi mencari kebenaran yang ada. "
__ADS_1
"Ning, bagaiamana keadaan anak anak kang Hamdi?" tanya Marni leehatian pada anak anak hamdi.
"Baik baik saja tapi Anin menurut ibunya selalu bertanya tentang ayahnya. " adu Nining.
"Mang, kalau bisa bawa Anin kita urus Anin bagaiamana? asaya nyakin kakau Anin bakalan menjadi. orang yang besar dan ia lah yang bisa dan mampu memenjatakan Rani dan Darman! "
"Baik, bu. Taoi memang ngak segampang apa yang kita ucapkan. " kata karya..
Ya Anin anak manusia yang tidak akan mudah untuk di pinta dari ibunya biarpun sang ayah di penjara juga. Apalagi kalau Hamdi sudah bebas dari penjara.
"Saya kasihan sama Anin yang harus dirwnggir kasih sayang ya oleh orang lain yang mementingkan egonya. " gumam Marni.
"Bu, menurut ibu bagaiamana kalau kita menyelamagkan diri sendiri dan. urusan Anin biarkan serahkan pada saya bu, " kata Nining..
Akhirnya tanpa menunggu waktu lagi Marni, Nining meninggalkan desa itu ke desa lain hanya untuk sembunyi. Tapi mereka punya. mata mata buat menyelidiki Karya dan keluarga Hamdi yang sedang morat marit, Marni sebenatnga kngin bantu taoi ia juga harus memikirkan keluarganya.
"Kita jangan batu dulu bu, takut tercium oleh mereka rencana yang kita lakukan. " kata Nining saat mereka telah menmpagi rumah yang baru.
Mereka berencana menatap di desa yang baru itu biarpun kondisi dasa yang ditinggalkan aman.
"Kapan kang kita memberitahukan kang Hamdi tetangga kebenaran? " tanya Nining.
"Besok malam. kakang mau. kw runah kang Hamdi, katanya ia menjalani hukuman dintunah jadi. kesempatan kakang kesan. "
"Apa benar Hamdi bakal keluar besok pagi? tanya Marni menghampiri suami istri.
"Bagus kita atur rencana supaya mereka nghak tahu apa yang kita rencankan, saya nggak kuat lagi. melihat mereka yang harus mendekam di. penjara bukan Handi! "
"Saya bakal usahakan malam ini bertemu dengan kang Hamdi bu, biar kita pergi jauh pun tidak masalah. Terpenting kita sudah mengungkapkan kebenarannya." kata mang karya lada majikannya.
"Setelah itu kita bicara masalah Ankn pada. kedua. orang tuanya tentang keingin kita untuk. mengurus Anin. " lanjut Karta mantap.
"Kang itu manisnya tentang keberhasilan kita. Kalau misal kita berpikir pahitnya. Bagaimana terjadi apa apa pada kakang? " tanya Nining menatao wajah suamianya.
"Ning! Jangan berpikir negatif! Doakan saja apa yang dilakukan kakang." kata Karya mwnatao wajah istrinya.
"Kalau misak terjadi apa apa pada kakang, lakukan apa yang di rencanakan oleh ibu. Yaitu mengambil apa yang harus kita ambil, " lanjut Karya menatap wajah istrinya.
"Mang, semoga kita nggak gagal ya. "
"Insya Allah. "
Tapi rencana Tuhan lebih indah. Rencana manusia memang telah disusun rapi untuk mengeluarkan Hamdi dari penjara, apalagi saksi kematian Rohaman adalah mereka yang bersembunyi hanya untuk melindungi dari kejahatan Darman dan Rani.
PLAK!
Nining dengan luapan emosinya ngn sangat besar lanhsung mwmukul Marni dengan kuatnya.
__ADS_1
"Semuanya gara gara kamu! Kenapa harus seperti ini! " teriak Nining.
Nining terguncang saat mendengar kakau suaminya ditemukan di perkebunan bersama dengan Hamdi yang dibunuh secara keji dan sadis.
Pagi hari desa X gempar seketika juga ua sosok mayat ditemukan oleh salah satu warga. Dua mayat itu ditemukan di sebuah kebun. yang tidak jauh dari pemakaman desa itu dia sosok. mayat itu adakh Hamdi dan Karta yang diikat satu dan di biarkan begitu saja.
"BRAK! "
Marni yang mendengar kematian Karya dan Hamdi itu langsung memukul meja dengan keras sekali.
"Apa? Jadi kang Karaya meninggal? " tanya Nining histeris mwndengar suaminya meninggal dengan cara mengenaskan.
Nining yang emosi lanhsung memukul wajah Marni dengan. keras, ia meraung sejadi jadinya mendengar berita itu!
Mang Marno orang kepercayaan dari Pak Rohman yang telah melaporkan kalau mang Karya meninggal di sebuah kebun.
"Pak Hamdi dan mang Karya ditemukan di kebun dalam keadaan mengenaskan sekali, mereka mengalami luka luka yang parah."
"Siapa pelakunya? " kejar Marni.
Otaknya berputar seketika juga, ia menyangkan kalau semuanya Darman dan Rank. yang melakukannya. Kerena ia juga masih ingat percakapan keduanya waktu. minggu. kemarin.
"Tapi sampai sekarang Anin menghilang! ' kata mang Marno.
" Anin menghilang? " tanya Marni kaget.
"Iya saya juga nggak tahu ala yang teejadkmlada Anin, tapi anak. itu. benar benar menghilang! " ujar mang Marno.
"Apa Anin dibunuh? " tanya Marni menatap Marno.
Marni shock mendengar berita kematian Anin, ia benar benar tidak menyangka harus mendengar kakau bocah 6 tahun mendapatkan siksaan oleh Darman..
"Bajingan.juga Darman kalau sampai membunuh anak kecil itu! "
"Mang, kalau bisa cari Anin kesegala arah. jangan sampai ketahuan. oleh mereka, aku. nyakin bicah itu masih hidup! " ujar Marni dengan. tegaanya.
Tubuhnya benar benar merinding kakau. memang benar Darman yang membunuh baikan itu!
Marni tidak tahu sebenarnya Darman juga sedang mencari keberadaan Anin, Darman yang mendengar berita keatian Anin hanya bisa teemenung dan apalagi nama dirinya dibawa bawa sebagai pembunuh bkcah kecil.
"Nggak akau nggak membunuhnya! " Terima Darman.
"Aku nggak melihat Anin malam. itu! " lanjut Darman membela diri dari hadapan Rani!
"Tapi kenpa warga menyanutnkalau kamu. membunuh Anin! Kenapa? " tanya Rani dengan kasarnya.
Wanita itu benar benar terpuruk seketika juag mwndengar bocah yang akan menjadi bagian hidupnya hatis meninggal di tangan Darman! *
__ADS_1