
"Ni, maafkan aku ya! Aku salah pada Anin. " ujar Darman ketika dilihat Ani hanya diam saja seperti tidak mau bicara lagi dengan dirinya.
Ani hanya diam saja mendengarkan apa yang darman katakan, sejujurnya ia juga terkejut kalau Darman adalah kakak kandungnya ditambah lagi ia juga punya kakak. Dan paling terkejutnya lagi ia tidak menyangka kalau orang yang menghancurkan keluarga Anin adalah kakak kandungan semua.
"Wajar kalau aku memasukan kamu ke penjara bagaimanapun kamu salah. Aku nggak pernah melihat kamu kakak atau adik, kalau salah tetap salah. " ungkap Ani.
Setelah mereka saling diam satu sama lainnya.
"Apalagi sekarang Anin anakku yang aku beri nama Zahra Anindya, "
Darman mengangguk angguk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Anin.
"Ni, please jangan panggil kamu dan aku sih! Kita saudara. " kata Darman meminta pada Ani supaya tidak memanggil kamu pada dirinya.
"Apa yang aku panggil?" sejujurnya aku seperti mimpi saja. Ketemu sama orang yang mengaku kakak. " dengus Ani.
"Panggil aku kakang atau mas atau kakak. " pinta Darman.
"Kalau aku nggak mau? " tanya Ani seperti sengaja mengajak perang.
"Ni, apa susahnya kamu panggil dengan sebutan itu? " tanya Darman kesal.
Darman sengaja mengajak Ani untuk ketemu di sebuah cafe. Ia meminta nomor HPnya Ani melalui Rani.
"Kang apa yang akang mau lakukan pada Ani? " tanya Rani heran ketika mendengar Darman meminta nomor HPnya.
"Aku hanya ingin bicara dua kata atau dua kalimat pada Ani. " kata Darman.
Sebenarnya Darman ragu untuk meminta pada Rani bukannya langsung dikasih tapi wanita itu malah menanyakan untuk apa. Tapi ia terpaksa meminta juga kerena hanya ingin sekali bicara dengan Ani.
Dan waktu di telpon Ani malah menutupnya akhirnya Darman mendatangi rumah nya.
"Aku nggak mau bicara sama kamu. " ujar Ani tadi sewaktu ia datang rumahnya.
"Ni, please beri waktu sama aku."
"Maaf mas Bram nggak ada di rumah, aku nggak bisa menerima kamu! " tegas Ani.
Apa yang dikatakan oleh Ani memang benar, suaminya Bram tidak ada di rumah ditambah lagi Zahra juga tidak ada. Di rumah hanya ada di dirinya dan Ayu saja, jadi masa ia harus meninggalkan rumah. Bukannya ia tidak percaya pada Ayu tapi ia tidak mau pergi dengan Daraman sebelum ada izin dari suaminya.
__ADS_1
"Apa kerena Bram nggak ada jadi kamu nggak. Mau bicara denganku? Sebentar saja!" pinta Darman menatap wajahnya Ani tajam.
"Oke! Aku mau bicara sama kamu asal di rumah ini saja."
"Bagaiamana kalau di cafe. " pinta darman.
"Kenapa sih! Harus di cafe? " tanya Ani.
Sejujurnya Ani juga sebenarnya ingin sih bicara dengan Darman apalagi masalah kehidupan kakaknya yang penuh drama dan bisa bertemu dengan kedua orang tua Hamdi tapi ia ragu untuk bicaranya.
Mau tidak mau akhirnya Ani juga mau diajak jalan dengan Darman setelah ia menelpon Bram dan menyebutkan tempat pertemuan dengan darman
📱ya sudah kalau kamu ingin bicara dengan Darman. Kamu hati hati saja ya jangan sampai terjadi sesuatu pada kamu.
Bram mengizinkan Ani untuk bertemu dengan Darman yang biarpun hatinya ketar ketir, tapi hatinya berdoa pada Tuhan supaya Ani tidak diapa apakan oleh Darman biarpun Bram tahu Darmanm adalah kakak se ibu dengan Ani. Tapi ia tetap memberikan peringatan pada istrinya supaya hati hati dengan Darman.
📱ya terimakasih mas, atas izinnya.
Ani hanya bisa mengiyakan saja, setelah itu hubungan telponnya terputus begitu saja. Akhirnya kedua orang itu pergi menuju cafe yang tidak jauh dari rumah Ani, tapi sebelum itu ia minta izin keluar pada Ayu.
"Hati hati ya. " pinta Ayu..
Ani hanya mengangguk. Ayu hanya melirik pada Darman tanpa mengatakan apa apa pada Darman begitu juga dengan Darman.
"Aku hanya penasaran kenapa kamu tega menghancurkan keluar Anin? " tanya Ani.
Pertanyaan itu yang ia masih simpan di dalam hatinya, wanita itu dengan tajam menatap wajah Darman.
"Maksudmu? "
"Gara gara kamu semuanya, keluarga Anin harus seperti ini kenapa kamu nggak jujur pada polisi tentang pembunuhan itu! " sembur Ani marah.
Brak!
Spontan Darman menggebrak meja yang baca dihadapannya. Ani yang tidak menyangka langsung terkejut mendengar gembrakan meja yang dilakukan oleh Darman. Ani menatap wajah Darman ia tidak menduga kalau kata nya bakal menyinggung perasannya pria yang ada dihadapannya.
"Kenapa harus marah, benarkan apa yang aku katakan pada kamu? " tanya Ani tajam.
"Diam kamu? Kamu tahu apa tentang diriku? " tanya Darman.
__ADS_1
Pria itu sangat terkejut kerena ia tidak menyangka sama sekali kakak wanita yang disangka olehnya polos malah tahu apa yang ia disembunyikan.
"Kamu marah? Aku tahu semuanya tentang Anin dan kamu perlu tahu kalau Anin bakal mengalahkan kamu dalam persidangan nanti. Banyak saksi yang mengatakan kamu salah! " tekan Ani tajam.
"Oh! Kamu mau mentatangkan aku? "
"Aku nggak pernah menatang kamu, tapi aku hanya ingin kamu ingin sadar apa yang pernah kamu perbuat, lebih baik kamu menyerah akan diri pada polisi saja. " Ani malah menyuruh Darman untuk menyerahkan diri pada polisi.
"Ni, aku kesini bukan untuk bicara itu! " kata Daraman berusaha untuk mencairkan nuansa.
"Memangnya kamu ingin bicara apa?" tanya Ani melwmah.
"Aku hanya ingin kamu ceritakan tentang ayah dan mama kita."
Ani hanya terdiam mendengarkan yang dikatakan oleh Darman.
"Aku tahu mama nikah lagi dengan. Ayah kamu, dan itu yang jadi penyebab aku dibuang oleh nenek dari mama, aku juga nggak tahu kenapa harus aku yang dibuang. " keluh Darman perih.
Ia tahu itu semuanya setelah ia mencari tahu siapa orang tua yang telah membuang dirinya, sebenarnya bukan mamanya yang membuang tapi neneknya ibu dari mamanya.
"Mungkin kamu tahu sih tentang ayah dan mama? " ujar Ani.
"Ya tahu sih! Mama menikah lagi kan dengan ayahmu, sedangkan ayahku telah meninggal saat itu sebelum aku umur 6 tahun. "
Pria itu mengingat kenangan dirinya dengan ayah, mereka dulunya bahagia sekali kerena selalu bersama tiap hari nya.
"Sebenarnya nenek juga nggak setuju kalau mama menikah dengan ayah."
"Kenapa? " kejar Ani.
"Ayah dipandang sebelah mata oleh nenek. Intinya cerita kita sama sih! Tapi kamu beruntung masih dibesarkan oleh mereka sedangkan aku dan Rani."
Darman hanya menghela nafas panjang mengingat perjalanan yang ditempuh selama ini di desa itu.
"Tapi kamu bertemu dengan orang tua yang sangat sayang sama kamu kan? " tanya Ani mengingatkan Darman pada orang tua angkatan pada Darman.
"Iya aku ingat! " dengus Darman.
Ia tidak menyangka kalau Ani bakal bicara itu padanya. Akhirnya Darman mengakui kalau ia punya ibu dan bapak yang baik pada dirinya sampai pendidikan di perhatikan oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu balas kebaikan mereka dengan kejahatan? " tanya Ani tajam.
Darman hanya menghela nafas mendengarkan pertanyaan Ani yang tidak pernah ia sangka sangka sebelumnya. Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu sampai membuat Darman tidak berkutik oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita yang ada dihadapannya.*