TITIP RINDU BUAT IBU

TITIP RINDU BUAT IBU
chapter 196


__ADS_3

Ani yang melihat zahra yang sedang mengintrogasi Darman langsung menghampiri ketiga orang itu, yang berdiri diantara ambang pintu. 


Zahra tidak menyangka kalau mamanya akan datang bareng Ana. Ia mendekati mamanya yang berjalan ke arah Darman. Ia berusaha menghalangi ibu Ani supaya tidak berbuat sesuatu pada pria yang ada di hadapannya. Bukan Zahra membela Darman bukan tapi ia takut terjadi peperangan antara mamanya dan Darman. 


Ya bagaimana pun Zahra lebih tahu siapa Darman yang sebenarnya biarpun Darman kakak dari mamanya, tapi itu tidak bisa dibuat jaminan kalau Darman sudah marah saudara bakal menjadi objek kemarahan pria itu. 


"Ma, maafkan Rara. " ujar Zahra pada wanita itu sambil memegang tangan ibu Ani dengan lembutnya. 


Gadis itu sangat terkejut sekali melihat mamanya dan Ana menghampiri dirinya, gadis itu menghela nafas panjang sambil garuk kepala tidak gatal melihat kedatangan keduanya. 


"Rara nggak bilang dulu sama mama masalah ini, " lanjut Zahra. 


Gadis itu merasa bersalah pada wanita yang telah mengurusnya dari kecil, ia lakukan itu kerena Zahra tidak ingin mamanya dendam dan sakit hati saja. 


"Nggak apa apa Ra. Kamu nggak salah, mama nyakin kamu hanya ingin mengoreksi pria ini! " kata ibu Ani tegas. 


"Ran  sebenarnya apa yang kamu ketahui tentang pria dihadapan kita ini? " tanya Ibu Ani menatap Rani yang ada di sampingnya. 


Rani hanya diam. Terpaku, saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ani, ia tidak langsung menjawab pertanyaan wanita itu. Melihat Rani terdiam, ibu Ani hanya mendengus kesal sekali. 


"Kamu juga lebih mendukung pria ini kan? Kamu lebih jahat daripada pria ini! " teriak ibu Ani tajam. 


"Ni, aku nggak tahu apa apa masalah kamu dengan. Kang Darman, malah aku juga nggak tahu kalau kalian punya masalah? " ujar Rani tegas. 


Rani benar benar gelagapan mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Ani, ia sama sekali  tidak tahu apa apa masalah yang terjadi pada Darman dan Ani, jadi wajar kalau ia heran dan tidak tahu menahu. 


"Bohong! Kamu pasti tahu apa yang di kerjakan kakang kamu, jangan sok polos! " sembur Ani tajam. 


Ani mendekati Rani, sambil melotot wajahnya di hadapan Rani. Wanita itu hanya mengangkat kedua bahunya, di lirik wajah Darman seketika juga hatinya ingin pria itu menjelaskan sesuatu pada dirinya. Ani menatap  wajah Rani dengan  seriusnya. Tapi Rani benar benar menggelengkan kepalanya saja. 


"Jawab!" teriak Ani. 


Ani dengan kuat mencengkram tangan Rani sampai wanita itu berteriak kesakitan. 


"Lepaskan! " teriak Daraman

__ADS_1


Ia begitu begis saat melihat Rani kesakitan kerena cengkraman tangan Ani. Ani tidak melepaskan tangannya dari tangan Rani biarpun tanganya di pukul oleh Daraman. 


"Kenapa? " tanya Ani. 


"Kau masih membela dia dibandingkan Rani?" tanya sinis Ani. 


"Kamu sebenarnya mau apa? " 


"Kejujuran kamu? Kamu yang melakukannya kan? Tapi kamu sampai sekarang nggak pernah bertanggung jawab! 


"Aku sebenarnya sudah curiga sama kamu dan Rani tentang hal ini! " Teriak Ani  marah. 


"Ni, aku nggak tahu masalah yang kalian terjadi, aku nggak tahu? " Rani blank. 


Wanita itu benar benar hanya menggelengkan kepala saja tanpa tahu apa yang terjadi. Memang Rani tidak tahu apa yang pernah terjadi. Ia hanya tahu kalau Anin menjadi Zahra. 


"Ni, maafkan aku Ni, aku nggak sengaja! " akhirnya  Darman mengakui. 


Plak! 


Tangan Ani langsung melayang pada pipi Darman dengan kerasnya tanpa ampun lagi, Darman hanya meringis kesakitan ia hanya mengusap rasa sakit itu! 


Sedangkan Zahra dan hanya hanya diam saja melihat pertengkaran keduanya, Rani yang tidak tahu apa apa juga hanya meringis kesakitan saat tanya  Ani menampar muka Darman. 


Ana yang ada di samping Zahra manatap Zahra heran, gadis itu ingin sekali bertanya pada ibu Ani apa yang terjadi tapi Ana hanya bisa menahan pertanyaan di dalam hatinya saja. 


"Kak, " lirih Ana. 


Zahra sengaja tidak mendengar panggilan Ana dengan suara lirih, ia hanya menatap wajah Darman sinis. Bukan ia tidak kasihan melihat Darman tapi menurut Zahra, Darman benar benar tidak punya hati sama sekali dan tidak pernah menyesali perbuatannya. 


"Uwa, jahat! Rara kesini hanya untuk terakhirnya kita  bicara Rara hanya ingin tahu saja kenapa uwa lakukan itu pada Zahra,"


"Maksudnya?" tanya Darman tidak mengerti. 


"Nggak jelas apa yang Anin katakan? Anin kesini meminta izin sama ibu, mama dan papa untuk menemui uwa untuk bicara masalah ini. " kata zahra sambil menelan ludah nya. 

__ADS_1


"Terus? " kejar Darman. 


"Anin hanya ingin tahu pembunuh Zahra yang sebenarnya, Zahra meninggal kerena kecelakaan. "Ujar nya sambil membalas tatapan matanya Darman. 


Gadis itu sengaja menyebut nama Anin pada Darman supaya bisa membedakan dengan sebutan nama Zahra yang kini dibicarakan olehnya. 


"Uwa, kenapa uwa harus lakukan ini pada Zahra ?" tanya Anin menatap pria itu. 


Ibu Ani hanya diam saja mendengar apa yang dibicarakan oleh putri angkatnya. 


Pertanyaan bertubi tubi keluar dari mulut Zahra, Rani yang ada di samping Zahra hanya termenung tapi matanya langsung menatap wajah Darman tajam mendengar sepotong kisah tentang Zahra. Bukan hanya Rani saja yang terkejut dengan apa yang di ceritakan oleh Zahra. 


Ibu Ani dan Ana juga terkejut. 


"Apa benar apa yang ceritakan Anin! Jawab! " teriak Ani gematar saat mendengar apa yang Zahra ceritakan. 


Wanita itu spontan menyebutkan nama Anin bukan Zahra. Entah apa yang dirasakan oleh wanita yang ada dihadapan Darman itu. Ibu Ani sampai mengguncang tubuh Darman dengan kerasnya, sedangkan pria itu hanya diam saja tidak bisa berkutik sama sekali. 


Plak! 


"Kang apa kamu lakukan tanpa sepengetahuan aku? " tanya Rani. 


"Seingat aku kamu dan aku belum berpisah, kejadiannya kapan? " tanya Rani mengguncang tubuh Darman kuat kuat. 


"Kalau nggak salah kejadian dia minggu sebelum ayah menjnggal! " kata Zahra memberitahukan kejadiannya. 


"Kang! Apa yang dikatakan Anin benar! " tanya Rani. Wanita itu sangat terguncang hebat mendengar apa yang di dengar. 


Ani hanya bisa tertunduk lemas. Rani yang melihat Ani seperti itu langsung marah, ia pernah merasakan kehilangan seorang anak dan sekarang ia melihat apa yang ada di hadapan matanya. 


Wanita itu melayangkan tangannya ke arah pipi Darman. Anehnya pria yang beringas itu malah tetap diam biarpun Rani melakukan pukulan beberapa kali di pipinya. 


Lihat itu Zahra diam saja, ia hanya menghela nafas panjang. Ditatap wajah mamanya,  ia merasakan kasihan pada wanita itu! Wanita yang selalu menganggapnya Zahra. 


'Maafkan Rara ma, Rara bukan membuka luka mama kembali. Rara hanya ingin membuktikan kalau uwa  Darman memang yang melakukannya, ' bisik hati Zahra getir. 

__ADS_1


"Silahkan uwa dan mama selesaikan dulu urusan kalian, pantas papa seperti nggak mau melepaskan uwa, Rara sekarang mengerti. " kata Zahra mundur. 


Sebenarnya hatinya menangis melihat wanita yang dengan tulus memberikan cintanya buat dirinya sampai sekarang, cinta mama yang selalu ada untuknya seperti cinta ibu.*


__ADS_2