
Ketiga orang itu tidak menyadari pembicaraan mereka didengar oleh ibu Ayu, ya secara diam diam ibu Ayu melihat waktu Dio dan Rey mendatangi Ana di taman.
Ia akhirnya mengikuti pembicaraan mereka, ya biarpun hanya sekilas.
"Dio curiga," kata ibu ayu tersenyum.
"Apa yang dikatakan Dio benar sekali, ibu sependapat dengan kamu Dio," ujar wanita itu bersyukur.
Tanpa menunggu waktu lagi Ibu Ayu meninggalakan tempat itu, ia tidak ikut bicara pada mereka.
Sedangkan keduanya saling pandang saat Dio menceritakan semuanya.
"Kalian aneh nggak sih kalau ibu Ani menculik Ana dan ibunya di bawa Ake gudang lalu paginya ia datang untuk apa?" tanya Dio kemudian.
"Ya untuk memastikan anak buahnya kerja atau nggak," kata Ana.
"Oke, tapi apa ia memikirkan keselamatan dirinya saat menemui Ana dan ibu?" tanya Dio kembali.
"Nggak!"
"Sekarang tarik benang merahnya. Sekarang Rara menghilang Rey menyangka kalau ibu Ani yang melakukannya, tapi ia sendiri mencari Rara?"
"Itu taktik mama saja sih!"
"Kalau cerita pertama masuk akal sih, mam tidak mungkin datang lagi kalau ia memang akan jahat pada kamu Na." kata Rey mulai percaya sama Dio.
"Tapi, memang ibu Ani kak!" kekeh Ana pada Rey.
"Kamu nggak percaya?"
"Nggak? Ibu Ani memang melakukannya?" ketus Ana.
"Oke nggak apa apa kalau kamu nggak percaya," Hela Dio.
"Lanjut!" perintah Rey lada Dio.
"Sekarang Rara nggak ada, kamu bilang kalau Rara dibawa oleh ibu Ani kerena ia melihat Rara memeluk ibu Ayu. Tapi sekarang ini Ani mencari Rara, aneh nggak sih! ia sendiri yang membawa Rara tapi ia juga mencari Rara?" tanya Dio menatap keduanya.
"Aku nyakin itu taktik ibu Ani untuk mengelabui kita," Dengus Ana kesal.
Terlihat dari wajahnya terlihat kesal yang tergambar.
"Pikirkan dengan jernih!"
Rey hanya diam saja, ia ingin percaya pada apa yang Dio katakan tapi ia masih ragu apa yang sahabat katakan..
__ADS_1
"Kita lebih baik teruskan nanti saja, aku ada kerjaan," kata Rey melihat jam yang melingkar di tanganya.
Rey bernajak dari tempat duduk sambil melangkah menuju ruangan. Sedangkan Dio dsn Ana yang masih di taman.
"Aku masih menyangka itu ibu Ani, Dio,"
"Apa yang mengganjal hatimu sampa ia kamu menyangka itu ibu Ani?" tanya Rey.
"Dari awal ketemu dengan ibu Ani, memang ia nggak suka sama aku dan ibu, apalagi saat ia tahu kalau Zahra adlah anak ibu. Ibu Ani seperti ingin memisahkan kami kembali!" keluh Ana pada Dio.
Apa yang diceritakan oleh Ana, memang benar ia merasakan apa yang terjadi. Apalagi melihat semua kejadian yang dialaminya.
"Dio kamu merasa aneh nggak sih! Tibantiba ibu Ani datang lalu meringkus uwa Darman sedangkan ia sendiri tidak tahu kejahatan uwa Darman itu apa?" ujar Ana heran pada sikap ibu Ani.
"Lalu kita bicara, ia malah seperti menghindar dari pembicaraannya," lanjut Ana heran..
Dio hanya mendengarkan apa yang dikeluarkan oleh Ana, ia hanya ingin meluruskan saja nantinya ia nyakin ada sebuah kesalahan pahaman yang terjadi diantara ketiga orang itu.
"Kamu lebih baik terbuka sama ibu Ani, bicara hal ini. Apalagi menyangkut Rara, aku nyakin ibu Ani bakal terbuka. Jangan menghindar." kata Dio.
"Males, Aku nggak mau bicara padanya," ketus Ana.
"Jangan begitu Na, lebih baik selesaikan semuanya itu lebih baik lagi," nasehat Dio.
Gadis itu hanya bisa melihat kepergian Dio, akhirnya Ana pun pergi ke kantin untuk membantu ibunya. Tapi semuanya sudah beres oleh ibu Ayu, Ana hanya menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada di ruangan itu.
"Kenapa? Kok wajahnya ditekuk begitu?" tanya ibu Ayu menghampiri Ana.
"Dio tuh bikin nggak mood aja," Dengus Ana terlihat kesal.
"Kenapa?" tanya nya.
Akhirnya Ana menceritakan percakapan dirinya dengan Dio dan Rey. Ibu Ayu hanya mendengarkan saja.
"Menurut ibu bagaiamana?" tanya Ana mengakhiri ceritanya.
"Masuk akal juga sih!" wanita itu mengangguk anggukan kepalanya.
"Tapi menurut kamu bagaimana?"
"Itu hanya taktik ibu Ani hanya ingin memisahkan diri kita dengan kak Zahra. Dibayar berapa sih kak Dio oleh ibu Ani?' tanya Ana agak marah.
Ibu Ayu hanya diam saja, ia ingin bicara Tapi takut ada kesalahpahaman anatar Ana dan Dio, akhirnya ia hanya diam saja. Apa yang di ceritakan Dio ia juga sependapat sekali, tidak mungkin ibu Ani melakukan itu!
Ya sejak pertama juga ia tidak merasa nyakin hal itu, tapi ia lebih baik diam dsn mencari tahu sendiri siapa sosok dibelakang ibu Ani.
__ADS_1
Sedangkan orang yang dibicarakan oleh Ana dan ibu Ani berada di rumahnya. Ya ibu Ani, ia merasa heran sudah berapa Minggu Zahra tidak memberikan kabar apapun, begitu dengan suamianya keduanya seperti kompakan begitu.
"Ra sebenarnya kamu kemana?" tanya ibu Ani dalam hati.
"Bu, ada den Dio." kata Inah memberitahukan.
"O,ya. Bi, ambil air minum dan makanan ya," kata ibu Ani menyuruh art nya untuk mengambil makanan dan minuman.
Art itu langsung mengangguk dan pergi ke dapur untuk menyiapkan apa yang diperintahkan oleh majikannya.
"Dio, ada apa?" tanya ibu Ani menyambut Dio.
Wanita itu langsung mempersilahkan Dio untuk duduk, tidak lama kemudian Inah datang dan menyodorkan makanan ringan dan minumannya.
"Terimakasih Bi," ucap Dio.
"Bu, maaf kaku kedatangan saya mengejutkan ibu. Bu, menurut saya lebih baik ibu lapor polisi masalah Rara pergi." ujar Dio hati hati.
"Ibu sebenarnya sudah lapor polisi, tapi menurut polisi nggak ada kabar apapun yang berhasil di terimanya."
"Ibu heran kenapa Rey menuduh ibu menyembunyikan Rara, Dio. Kalau memang ibu yang menyembunyikan Rara nggak mungkin kan ibu harus mencari Rara?" ujar Ibu Ani pada Dio.
"Iya Bu, saya mengerti apa yang ibu katakan. Rey juga sudah mulai percaya tapi An?" ujar Dio mengentikan bicaranya.
"Ana bagaimana?" kejar Ibu Ani menatap tajam Dio.
"Ana kekeh lada pendiriannya kaku ibu dalang dari semuanya."
"Terus ibu harus bagaiman? Kalau Ana mau sih lebih baik saya dan Ana. bicara berdua saja,"keluh wanita itu menatap kearah depan.
"Ana nggak mau, ditambah lagi ibu Ayu nggak mengizinkan Ana pergi."
"Bapak bagaiamana Bu?" tanya Dio mengalihkan perhatiannya.
"Bapak sampai sekarang nggak bisa dihubungi, begitu juga dengan Rara. Kira kira kenapa ya sampai keduanya serempak nggak bisa dihubungi?" tanya Ibu Ani bertanya lada Dio.
Dio hanya mengelengkan saja.
"Apa jangan jangan mereka pergi bersama ya?"
"Nggak mungkin, masalahnya papa nya Rara pergi sebelum Rara hilang " timbal Ibu Ani.
"Bu, Dio heran sih Rey masih menuduh ibu yang menyembunyikan Rara," kata Dio.
Laki laki itu melihat wajah Ibu Ani dengan tajam, ia hanya ingin tahu kejujuran dari wanita itu, tapi saat ia melihat tidak ada kebohongan di wajah wanita itu!*
__ADS_1