
Teman sejati itu ada saat kamu terjatuh, mengulurkan tangannya untuk membantumu berdiri. Bukan hanya teman yang bertepuk tangan saat kamu senang. ~Ashoery Rustamaji~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kamu tahu warung ini darimana Yank?” tanya Arie ketika Vella mengajak Arie makan siang di warung yaang Tiwi rekomendasikan.
“Mbak Tiwi yang anterin aku, dia bilang tunangannya rajin makan disini. Selain bersih, enak juga murah dan pas buat anak kost.” sahut Vella sambil mengambilkan nasi untuk Arie. Disini semua self service lalu menuju kasie sebelum makan.
“Tapi ini baru pertama aku makan disini. Waktu ama mbak Tiwi aku hanya beli beberapa lauk matang aja,” lanjut Vella.
Harusnya hari ini Vella mulai mengajarkan Anis masak. Tapi karena kehadiran Arie maka Vella menunda satu hari, dan Anis tentu mengerti.
“Bagaimana hubunganmu dengan pak Baskoro?” tanya Arie saat mereka sudah membayar makanan yang mereka ambil.
“Ade pernah satu kali janjian ketemu di cafe dekat kampus. Ade datang duluan, jadi Ade pesan sosis bakar dan es carabian nuts. Pas dia datang dan pesan, pesanannya sama persis ama pesanan Ade,” Vella memperlihatkan foto yang dia buat ketika itu.
“Kita emang enggak bisa nipu pertalian darah ya Yank. Lalu selanjutnya gimana?” tanya Arie.
“Kami ngobrol Bang. Ade belum cerita tentang mommy. Suatu saat Ade pengen seperti daddy. Bawa dia langsung ke rumah mommy di Singapore aja. Baru Ade cerita. Alur yang daddy pakai akan Ade balik. Ajak dulu ke rumah mommy bukan kayak daddy cerita dulu baru ajak kita kesana,” sahut Vella.
“Gitu juga bagus. Abang percaya Ade bisa mengatasi semua dengan baik. Kamu bisa bertanggung jawab atas semua langkah yang kamu ambil,” Arie senang akan kemajuan cara pandang Vella.
__ADS_1
“Besok Abang berangkat jam berapa?” tanya Vella sedih karena waktu pertemuan mereka sangat pendek.
“Pagi kita masih sempat sarapan bareng. Abang antar kamu ke kampus pakai motormu. Abang berangkat ke bandara dari kampus,” Arie mendengar nada sedih dikata-kata kekasihnya.
“Abang janji akan membicarakan masalah pernikahan kita secepatnya. Tapi Abang minta kamu ingetin ya Yank. Takutnya Abang lupa. Abang lagi super sibuk,” Arie minta Vella mengerti kondisinya.
“Iya, Ade akan ingetin. Abang maafin Ade atas kelakuan Ade selama dua minggu ini ya?” tetap saja Vella merasa bersalah karena kelakuannya kemarin-kemarin.
“Ade bersyukur dapat Abang yang sabar. Kalau orang lain belum tentu bisa seperti Abang yang selalu ngertiin Ade,” Vella mengatakan isi hatinya.
“Abang juga bersyukur punya Ade yang selalu kasih semangat buat Abang walau sering ngeselin banget,” sahut Arie sambil tersenyum.
“Abaaaaaang,” rajuk Vella. Kalimat terakhir Arie mengesalkan buatnya.
“Rajukanmu seperti ini yang hilang dari dunia Abang selama dua minggu terakhir dan membuat dunia Abang jadi abu-abu,” bisik Arie.
“Sangat keganggu Yank. Abang harus ekstra konsentrasi biar bisa selelu prima. Untung Harllo selalu bisa mompa semangat Abang. Harllo emang teman sejati,” Arie menceritakan bagaimana Harllo yang selalu memberi motivasi pada dirinya untuk selalu tegak berdiri.
“Apa aja yang kamu tahu tentang pak Baskoro?” tanya Arie.
“Dia cerita tentang istrinya. Rupanya pak Baskoro enggak pernah cinta pada Titie. Lalu Vella menceritakan semua apa yang dia tahu.
“Untung ya mereka coitus ( maklum ya calon dokter, bahasanya pakai istilah ini untuk making love ) saat Titie masa subur. Sehingga cukup satu kali aja dia nyentuh Titie,” sahut Arie. Enggak aneh sih hal ini terjadi. Inget aja kasus perkosaan. Hanya satu kali juga banyak yang hamil kan?
“Trus anak mereka dinamain pakaai potongan nama mommy Bang. Nama anaknya Larasati,” Vella memeberitahu tentaang adik perempuannya.
__ADS_1
“Ade masih mau korek cerita mengapa dia nyuruh mommy gugurin kandungannya. Kalau itu sudah Ade dapatkan, baru akan Ade ajak ke Singapore,” jelas Vella.
“Yang penting sekarang kamu sudah enggak ketakutan lagi ama tatapan mata dia seperti saat awal kuliaha kan?” tanya Arie.
“Jauh sebelum ini Ade udah enggak takut. Waktu itu pak Bas sengaja nyuruh Ade beresin tugas mahasiswa di mejanya. Lalu dia bilang dia enggak naksir Ade seperti pria ke perempuan dan dia panggil Ade NAK. Itu sebelum Titie ngelabrak Ade di kantin,” jelas Vella.
“Koq enggak bilang ke Abang?” tanya Arie.
“Lha Abang kan kalau Ade cerita tentang pak Bas langsung malas nanggepinnya. Ya udah Ade malas cerita tentang dia ke Abang. Daripada Ade sakit hati lebih baik semua Ade pendam sendirian,” Arie tergagap mendengar pengakuan Vella. Dia saat itu memang menganggap Vella hanya parno saja dipandang oleh Baskoro.
Arie sadar banyak kesalahan yang dia buat. Vella disini sendirian dan dia tak merespon cerita kekasihnya dengan semestinya. Arie berjanji akan merubah semua reaksi yang selama ini dia lakukan pada Vella.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta