UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
TWINS WILL BE BORN


__ADS_3

Tak aku sangka, langkahku sampai ke titik ini. Sebentar lagi insya Allah kedua jagoanku akan lahir. Aku akan menjadi ayah dua malaikat kecil. Aku berharap aku bisa mengemban amanat dari Allah sebaik mungkin~Ashoery Rustamadji~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Bang bangun," bisik Vella.



"Kayaknya alarmku belum bunyi De. Apa Abang enggak dengar?" Tanya Arie.



"Belum subuh,  baru jam 03.00," jawab Vella dengan tenang.



"Lalu kenapa?"



"Ini kayaknya kontraksinya semakin cepat," jawab Vella. Dia sudah belajar tentang interval kontraksi juga lamanya waktu kontraksi di kelas senam hamil



"Jadi kamu sudah semalaman ini ngerasain kontraksi dan nggak bilang Abang?" Arie langsung duduk memegang perut istrinya.



"Aku kasihan kalau Abang enggak tidur. Sejak sholat Isya semalam mereka sudah berontak. Sekarang  sudah semakin cepat."



"Sebentar Abang cek dulu," kata Arie. Dia  sarung HANDSCOON untuk memeriksa pasien.



"Maaf  Sayank, Abang PD dulu," Arie lalu melakukan Internal examination atau periksa dalam.



PD adalah tindakan yang biasanya dilakukan dokter atau bidan untuk memastikan perkembangan proses persalinan, Arie memasukkan jari tangan ke dalam bagian intim istrinya. 



"Oke siap ini sudah pembukaan 2,  kita pelan ya nggak usah grasa-grusu."



"Masih agak lama ke pembukaan lengkap jadi kamu tenang siap-siapnya. Jangan panik."  Arie dan Vella sudah menyiapkan koper kecil untuk dibawa ke rumah sakit bila sewaktu-waktu melahirkan, peralatan sudah ada di dalam semua.



"Ini sudah mau subuh, Ayo kita bersiap.  Abang bersih-bersih dulu biar  nanti abang salat di rumah sakit ya Yank."



"Enggak usah bangunkan mbok Bang," cegah Vella.



"Pasti dia sudah bangun lah. Simbok biasa habis salat malam lalu langsung subuh," kata Arie. Benar ternyata si mbok sudah bangun.



"Mbok tolong bikinkan su5u dulu. Vella mau berangkat ke rumah sakit."



Mbok langsung membikinkan su5u hangat, sengaja tidak  panas  agar langsung diminum. Mbok juga membawakan empat telur setengah matang, roti isi coklat dan isi kornet masing-masing dua tangkap dia masukkan semua dalam  sebuah kotak.



"Mas Arie ini minuman panas dan rotinya."



"Oke terima kasih mbok,  hati-hati ya di rumah saya nanti kabarin lagi."

__ADS_1



"Iya Mas mudah-mudahan lancar melahirkannya Mbak Vella."



"Iya Mbok Makasih," kata Vella dia tenang karena Arie sudah memeriksa kondisinya.



"Kamu sambil telepon Ibu dan Daddy." 



"Sini biar simbok bawakan kopernya," kata simbok.



Arie memapah Vella pelan-pelan untuk sampai ke mobil miliknya.



"Bismillah ya Dek kita ke rumah sakit biar jagoan-jagoan Ayah semuanya ketemu Ayah sama Bunda," kata Arie.



"Sok yakin mereka semua jagoan," kata Vella. 



Arie tentu sudah melihat setiap bulan jenis kelamin bayi mereka apa. Tapi dia sengaja tak memberitahu pada Vella.


\*\*\*



"Kenapa Vell?"



"Ibu kami berangkat ke rumah sakit, doain ya agar persalinannya  lancar," pinta Vella pada ibu Wiedo mertuanya.




"Ibu bisa berangkat enggak? Bapak mau pesan tiket," Mahesa langsung mengatur perubahan jadwal kerjanya hari itu.



"Ibu bisa berangkat dan harus berangkat, bisa nggak bisa Ibu pasti berangkat."



Mahesa pun pesan tiket untuk mereka berdua.


\*\*\*



"Kenapa sayang." Endro baru bangun untuk bersiap akan salat subuh.



"Kami sedang on the way ke rumah sakit Dadd. Tadi Abang periksa sudah pembukaan 2.  Doain aku ya Dadd," pinta Vella pada Endro.



"Oh iya Daddy akan selalu doakan kamu. Bismillah ya Nak. Insya Allah selamat," doa Endro. Walau pun dia ketakutan.  Endro ingat proses kelahiran Vella.



Sama seperti Mahesa, Endro pun langsung memesan tiket menuju Jogja.


\*\*\*



"Kenapa sayang?" tanya Baskoro lembut.


__ADS_1


"Ayah doain aku, aku minta restunya aku sedang on the way ke rumah sakit. Barusan Abang periksa sudah pembukaan 2."



"Kamu di mana ini?" Tanya Baskoro.



"Masih di mobil Yah sama Abang."



"Hati-hati, nanti habis salat Subuh, Ayah meluncur ya."



"Yah nggak usah dipaksain," cegah Vella.



"Enggak dipaksain. Tapi habis salat subuh dulu ya."



"Iya Yah," kata Vella.



Arie terus memperhatikan istrinya yang menghubungi semua orang tuanya. Dengan demikian konsentrasi Vella terpecah sehingga tak terlalu merasakan sakitnya kontraksi.



"Iya sayank, doa eyang untukmu. Insya Allah Selamat ya Nduk," kata Kamila. Tanpa menunda sehabis salat subuh Kamila dan Yoyok langsung berangkat dengan mobil di antar sopirnya menuju Jogja.


\*\*\*



"Doain aku. Aku on the way ke rumah sakit, twins will be born! Barusan Abang cek sudah pembukaan 2."



Langsung semua menjawab dengan memberikan doa terbaik bagi Vella.



'*Lain ya yang suaminya dokter, mau berangkat  ke rumah sakit aja PD dulu*!' goda Asih.



'*Ya beda dong*,' jawab Harllo di grup itu juga.



Arie tentu belum bisa menjawab. 


\*\*\*



"Abang salat dulu ya Yank." Pamit Arie.



"Iya, enggak apa apa aku di sini sambil diperiksa oleh bu bidan," jawab Vella.



Arie khusyuk salat dan berdoa untuk kelancaran proses melahirkan istrinya.



Arie salat di ruang IGD aja dia nggak berani jauh-jauh karena Vella belum masuk ke ruang bersalin.



Dua bab lagi habis ya siap-siap dan jangan lupa ke cerita barunya yangtie.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND


__ADS_1


Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN



__ADS_2