UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
PANITIA KEJUTAN


__ADS_3

"Keluarga" ini sangat hangat. Aku akan terus ikut di dalamnya walau Dian menolakku. Tak apa aku hanya bisa memandangnya saja~Ramadhona Taher~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Papa Chris itu seriusan yang kita bahas dua hari kemarin?" kata Arie pada Chris saat semua sudah mulai ambil makanan.



"Serius Rie. Serius. Keluarga udah putuskan serius. Dan itu dijadikan puncak lelang. Maka Papa, mama, oma dan Mami juga undang apra pengusaha untuk ikut di puncak lelang," rupanya keluarga juga akan melelang mobil Merry.



"Terus kamu udah undang Adon?" Tanya Arie pada Christo seakan tak tahu.



"Sudah Kak udah kok sebentar lagi dia datang kita bilang undangannya kita mulai lelang jam 10.00 tapi kita minta dia datang jam setengah tujuh." Jawab Christo.



Dian yang mendengar Adon diundang jadi kesal.



'*Wah ternyata dia akan datang pagi ini*.'



"Kenapa dia diundang jam setengah tujuh?" tanya Vella.



"Kita masukin dia sama Helmi dan yang lain sebagai panitia lelang," jawab Christo santai.



"Kalau dia panitia obral kenapa nggak diundang jam 06.00?" Tanya Risye.



"Kalau mereka datang jam enam enggak ada kejutan buatmu," jawab Arie sambil bertepuk tiga kali.



Saat itu masuk Pandu, Adon, Asih dan Harllo ke ruangan itu sudah memakai seragam hijau hitam.



"Ya ampuuuun," Risye menutup mulutnya melihat kekasihnya ada di lokasi lelang dengan seragam hijau panitia lelang.



"Kak Vella, nanti yang jaga mesin kassa adalah kak Asih, kak Harllo dan kak Adon. Yang mengoperasikannya dari staff papa Chris," lapor Christo pada Vella sebagai bendahara yayasan.

__ADS_1



"Abang pasti tahu kan masalah ini?" Vella yang sedang menyuapi Arie protes karena suaminya merahasiakan hal ini.



"Tahu lah Yank. Masa enggak tahu. Kalau kamu dikasih tahu ya bukan kejutan namanya," Arie tak mau berbohong.



"Silakan kalian langsung makan," mama Sisca menyuruh yang baru datang mengambil makan.



Pandu mendekati kekasihnya dan mengecup keningnya.



"A'a sini aja, aku yang ambilin box nasi," ucap Risye.



"Jangan. Kamu terusin makan aja, A'a ambil sarapan senditi, nanti A'a langsung kesini," jawab Pandu. Sebelum berlalu kembali dia kecup kening kekasihnya. Asih hanya memandang dengan senyum kecil.



Harllo boro-boro berani melakukan itu di depan umum. Asih merasa Pandu sebelas dua belas dengan Arie yang berani memperlihatkan cintanya dimana saja. Kapan saja.



Adon yang baru satu kali ini berkumpul dengan "keluarga besar" Merry kaget masuk dikehangatan kekeluargaan yang sangat erat mereka pancarkan.




Adon juga tahu keperkasaan Siena dan kekuatan Arie. Dia sekarang mulai tahu cengkeraman Christo. Adon ingin belajar dari Arie dan Christo dalam mengelola bisnis sejak muda.



"Adon, makan dulu." Vella yang baru selesai menyuapi Arie menyuruh Adon mengambil sarapan.



"Don, makan dulu. Jam setengah delapan semua harus siap di posisi," Wieke menyuruh Adon makan.



"Kita semua keluarga.  Kamu jangan ragu seperti itu," ujar Siena.



Adon memperhatikan Risye yang sibuk dengan Pandu, yang baru dia kenal tadi diruang ganti. Padahal tadi kak Harllo bilang dia kakak kandung Risye.



'*Rupanya di "keluarga" ini semua bebas mengekspresikan rasa cinta yang wajar. Daripada pura-pura suci tapi malah kotor seperti Arnold*,' Adon hanya bisa membatin saja. Dia ambil kotak nasi uduk dan satu gelas teh panas.


__ADS_1


Dia melihat Christo sedang bercakap serius dengan Wieke dan Vella serta Kak Arie.


\*\*\* 



Arie meminta semua panitia berfoto dulu sebelum lelang dimulai. Artinya semua masih rapi dan make up para wanita masih bagus.



Ada foto hanya panitia, hanya orang yayasan, lalu gabungan semua.



Ada foto hanya panitia yang lelaki atau hanya yang perempuan dan pose lainnya.



"Fotokan aku di mesin kasir dong," pinta Vella.



"Eh iya tuh, aku juga mau ah," kata Wieke.



Maka Wieke dan Vella gantian berpose dengan mesin kasir dengan beberapa gaya.



"Kamu enggak foto disana Yan?" Tanya Adon pada Dian.



"Enggak," Dian kaget melihat Adon ada disisinya. Saat itu Dian sedang memperhatikan Risye yang sedang berada dengan team pasukan khususnya Arie. 



Rupanya Pandu memperkenalkan Risye pada semua rekannya.



Adon memperhatikan arah pandang Dian. Tentu dia cemburu karena selain Risye semua yang sedang Dian pandang adalah lelaki tegap dan gagah.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1678408220171.jpg)

__ADS_1


__ADS_2