UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
KUNCINYA ADA DI SINGAPORE


__ADS_3

Aku menikah memang hanya karena baktiku pada Ayah. Dan karena Ayah pula aku selalu sabar bila harga diriku diinjak oleh siapa pun. Tapi ketika harga diri putriku diinjak, tak akan ada lagi toleransi. ~Baskoro Gunawan~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 “Dadd …, dipanggil Ade,” Arie memberitahu Endro dipanggil Vella. Endro segera lari kekamar.


“Itu anak yo. Begitu Arie datang koq yo ngerti,” Tini memberi komentar sadarnya Vella.


“Sama dengan kamu lah Yank. Langsung gregap bangun bila ibu bilang aku datang,” goda Erlangga.


“Iya juga ya. Begitu Arie menyapa dia pasti langsung semangat Mbak,” jawab Tiwi.


***


“Princess Daddy …,” Endro langsung duduk di ranjang dan memeluk Vella dengan erat. Gadis kecilnya kembali menangis setelah tadi berhenti ketika Arie membujuknya.


“i’m here Princess. Semua akan baik-baik saja. Kita akan hadapi bersama. Daddy tahu putri Daddy kuat.”


***


Endro dan Arie pergi keluar sebentar membeli pakaian. Karena mereka tak membawa apa pun selain jati diri mereka dan passport.


“Besok kamu jaga Vella. Daddy akan ke kampus. Sore kita langsung berangkat ke Singapore. Jadi kamu perlu beli baju untuk dua hari di Singapore,” Endro memberitahu langkah yang hendak dia ambil.


“Besok pagi kamu dan Vella berkemas ke kamar Vella. Ambil passport-nya. Dia suruh siapkan baju ganti untuk dua hari saja. Kalau kurang gampang kita beli disana. Lagi pula baju Vella di Singapore masih banyak,” lanjut Endro.


“Mengapa harus ke Singapore Dadd?” tanya Arie, dia sedang mengemudi mobil menuju ke  sebuah butik ternama. Tak mungkin sekelas Endro berpakaian asal beli terlebih besok dia mau ke kampus.


“Kuncinya ada di Singapore. Itu sebabnya sejak lama Daddy mewanti-wanti kamu soal passport,” sahut Endro.


Arie tak membantah. Dia nanti akan mengabarkan kedua orang tuanya juga Harllo kalau dia akan menemani Vella ke Singapore.


Arie tak enak dibayari Endro satu pasang baju. Dia ingin besok pagi beli di toko biasa saja sambil mengantar Vella ambil passport. Yang penting sekarang dia beli pakaian dalam karena besok dengan Vella tak mungkin dia membeli itu.

__ADS_1


“Kenapa hanya ambil satu pasang?” tanya Endro.


“Yang penting pakaian dalam aja Dadd. Kalau pakaian, masih ada di rumah pakde koq.” jawab Arie beralasan. Biar bagaimana pun dia belum jadi menantunya Endro. Bila sudah pun tak pantas dia dibayari mertua.


“Nanti di Singapore biar Abang sama Ade belanja bareng,” Arie melanjutkan.


“Selamat pagi. Bisa saya bertemu dengan ibu Susyanti  Gunawan?” tanya Endro di ruang administrasi kemahasiswaan,  saat itu ruangan itu tak terlalu ramai. Ada beberapa orang disana.


“Bu Titie mejanya di ruang dosen Pak. Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang ibu cukup umur dengan sopan.


“Oh tidak Ibu. Saya hanya urusan pribadi sebentar saja. Ruang dosen sebelah mana ya Bu?” tanya Endro lagi.


“Mari saya antar Bapak langsung bertemu dengan dia agar tidak tanya-tanya lagi,” dengan sukarela ibu itu menunjukkan jalan ke ruang dosen dimana Titie berada.


“Tie, ada yang cari,” ibu itu memanggil perempuan cukup muda yang sedang duduk mengamati kartu-kartu data mahasiswa.


Endro melihat ada beberapa orang disana yang dia yakin pasti mereka dosen karena ini adalah ruang dosen.


Beberapa pasang mata memperhatikan tamunya Titie yang terlihat sangat berkelas dan berwibawa. Mereka tak memalingkan mata. Mereka ingin tahu siapa bapak tampan berkharisma yang datang pagi ini.


“Selamat Pagi Pak. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Titite dengan sopan.


“Iya benar. Saya sendiri Pak,” sahut Titie.


“Saya orang tua Novella Moraletta. Atas dasar apa Ibu menuduh anak saya pelacur? Atas dasar apa Ibu menyuruh anak saya jual diri ke om-om karena anak saya tidak mampu?” tanya Endro dengan suara dikeraskan agar semua yang ada diruangan itu mendengar suaranya.


“Saya … saya,” Titie bingung. Baru kali ini ada orang tua mahasiswi yang balas melabraknya.


Endro mengambil dompet dan mengeluarkan kartu nama. Dia berjalan menemui empat orang yang ada di ruangan itu dan memberikan mereka semua kartu nama miliknya. Dia juga meletakkan satu kartu di meja Titie.


“Bapak Ibu disini jadi saksi perkataan saya. Saya akan serahkan tiga perusahaan saya ke Titie bila memang anak saya sampai berselingkuh dengan Baskoro Gunawan suami dari ibu Susyanti ini. Tapi kalau itu tak terbukti, saya akan buat Titie merangkak meminta maaf pada putri saya. Camkan itu!”


“Ndro …,” Endro hendak keluar ruangan ketika Baskoro  masuk.


Endro menatap tajam Ibas. Dia sangat marah karena istri Ibas menginjak-injak harga dirinya. Tanpa mau bicara dengan Ibas, Endro keluar.

__ADS_1


“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Ibas pada semua yang ada di ruangan itu.


“Kamu tanya saja pada Titie,” sahut Rahayu Dewi.


“Kamu berulah lagi?” bentak Ibas. Sudah biasa dia memaki Titie bila Titie berulah di kampus.


“Bapak yang punya kartu nama ini akan memberikan tiga perusahaan miliknya untuk Titie bila memang putrinya berselingkuh denganmu Bas,” seorang dosen memperlihatkan kartu nama yang diberikan Endro tadi.


“Dia teman saya yang pernah saya tanya ke bu Yayuk ketika Vella daftar mata kuliah Bu. Endro ini teman akrab saya di SMA,” sahut Ibas dengan lemas. Tadinya dia ke ruang dosen hanya mau mengambil buku yang tertinggal.


“Titie melabrak Vella kemarin siang di kantin. Dia mengatakan Vella pelacur,dan lebih baik jualan ke om-om kalau butuh duit, aku tahu dari temannya Vella. Karena Vella adalah mahasiswi bimbinganku. Ternyata ayahnya Vella pengusaha besar yang rela menyerahkan tiga perusahaan miliknya,” sahut bu Rahayu.


Ibas mengambil kartu nama Endro milik bu Rahayu, dia memotretnya untuk menghubungi lelaki itu.


‘Kalau benar Vella putrinya Endro, itu artinya dia anak Dika. Dan benihnya dariku. Anakku dikatain pelacur oelh Titie? Kurang ajar!’


“Bapak Ibu semua. Berkali-kali ini terjadi. Batas kesabaran saya sudah habis. Didepan kalian semua sebagai saksi, maka dengan mengucap Bismillah … saya Baskoro Gunawan, menjatuhkan talak tiga pada kamu Susyanti binti Kamiran. Sejak saat ini kita tak ada hubungan apa pun. Perceraian secara negara akan saya urus segera.”


“Astagfirullah Bas. Sadar,” Rahayu mengingatkan Baskoro.


“Saya sadar sesadar-sadarnya Bu Yayu. Kurang apa selama ini saya menghadapi kelakuannya? Saya tak punya wibawa dimata mahasiswa karena dia selalu melabrak siapa pun yang dia tak sukai. Sekarang biar dia tahu siapa ayah serta kakeknya Vella. Belum lagi calon mertua Vella adalah seorang jendral dan anggota DPR RI,” jawab Ibas.


Setelah mendengar pengakuan Vella di kelas saat perkenalan, Ibas memang mencari tahu perihal Vella. Dan dia mendapat info dari Helmi yang satu SMA dengan Vella, kalau ibu calon suami Vella  anggota DPR dan ayahnya jendral.


Sementara Titie hanya bisa bengong mendengar dia mendapat talak tiga didepan banyak saksi. Tak ada kesempatan dia rujuk. Kecuali dia telah menikah dengan orang lain terlebih dahulu.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2