
Kadang meredam sesuatu itu sangat dibutuhkan. Dan hari ini aku sangat butuh itu. Meredam marahku pada Abang, juga meredam sedih karena berpisah dengan para sahabatku~Novella Moraletta~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Arie dan Endro asyik berbincang sambil makan. Walau sebenarnya Arie galau karena ingin bicara dengan Vella.
Vella menghampiri keduanya di meja makan. Dia tak ingin daddynya melihat ada yang tak beres antara dirinya dengan Arie.
"Nambah Bang? Atau mau di racikin mie ayam?" Vella berbasa basi memberi atensi pada Arie.p
"Cukup. Ini ayam nanasnya mantab. Cukup kenyanglah," sahut Arie.
Vella berlari mengambil ponsel Endro.
"Koq dari bandara makan dulu. Jadi kamu mutus naik taksinya?" Endro tentu tak akan membolehkan anaknya pergi malam sembarangan.
"Kami di jemput Helmi Dadd. Yang dulu bareng ke Jogja pas nyari kost. Dia sekarang dekat dengan Siena." Vella menjelaskan agar Endro tak salah paham.
Mereka meninggalkan meja makan. Endro menghubungi nomor telepon penjaga rumah kost untuk memberitahu putrinya baru akan pulang dari Jakarta malam ini dan minta dispensasi masuk pagar.
"Yank, Abang butuh bicara. Penting." Bisik Arie. Sungguh Arie sangat galau mengingat apa yang Wiedo katakan.
__ADS_1
"Ya sudah, bicara aja diteras belakang."
Vella mengajak Arie ke tempat tadi dia duduk bersama Endro.
"Ada apa?" Tanya Vella santai. Dia tak mau lagi menggubris kebohongan Arie. Vella tahu bila dia marah bisa berakibat fatal di keselamatan Arie mengemudi dan di kuliah Arie. Dia akan 'bertahan' terlihat baik-baik saja.
Arie memandangi mata Vella yang tak takut menatapnya balik.
"Abang punya alasan kenapa Abang enggak cerita masalah Riena. Abang cu …."
"Enggak perlu dibahas atau diperjelas. Anggap masalah itu enggak pernah ada," Vella memotong kalimat Arie yang belum selesai.
"Yank Ab …,"
"Oke kita enggak bahas itu. Tapi *please* jangan marah. Semua Abang lakukan buat kamu. Cuma buat kamu Yank," bisik Arie lirih.
"Ya wis cukup yok. Enggak enak kelamaan ninggalin teman-teman," Vella berdiri ingin kembali ke ruang tengah. Arie menggenggam tangannya dan terus menggenggam tangan itu hingga ruang tengah.
"Sien, jam setengah tiga kita jalan ya. Ponselmu sudah penuh belum? Nanti yayang ngabsent bingung," Vella menggoda Siena.
"Cie … cie yang udah punya yayang. Jangan-jangan gara-gara ketemuan pas sarapan bareng kita ya?" Goda Arie.
__ADS_1
"Iya. Itu awal pertemuannya," Vella terus menggoda Siena.
"Kak Arie apa sih? Kakak ama Vella kalau udah ngebully orang klop deh," Siena malu sendiri karena memang itu awal dia dan Helmi bicara.
"Namanya jodoh ya klop lah," tanpa sadar Vella mengatakan dia berjodoh dengan Arrie.
"Aamiin," Arie langsung meng-amini perkataan Vella barusan. Vella langsung menoleh. Dia baru sadar telah mengatakan sesuatu yang sangat Arie harapkan.
\*\*\*
Seperti biasa, perpisahan genks selalu mengharu biru. Tadi mereka sudah merancang liburan di Jogja semester ini. Tanggal tiga Januari yang dari Jakarta akan ke Jogja. Dan Vella bilang tanggal sembilan Januari dia berangkat ke Jakarta karena Serena sahabat Arie akan menikah dan dia akan hadir.
"Inget enggak boleh sedih. Kita bakal jumpa tahun depan," Dian mengingatkan semua rekannya agar tak ada air mata di perpisahan kali ini.
Mereka pun tersenyum. Tak mau ada air mata.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.