UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
MEMUTUSKAN KONTRAK RUMAH


__ADS_3

Keadaan membuatku harus bisa memutuskan suatu hal yang seharusnya belum aku ambil. Aku baru beberapa bulan lalu lulus SMA. Sekarang aku harus memikirkan mencari rumah  tinggal, entah sewa entah kontrak agar ibu dan adikku tidak luntang lantung ditanah orang ini. ~Siena Maheswari Parussangi~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


‘Benar, kalau bunda sampai Jogja lalu kami belum ada tempat tinggal, mau tidur dimana? Tak mungkin menerima bantuan keluarga kak Arie lagi, numpang di rumah keluarga mereka. Aku harus menyiapkan tempat tinggal lebih dulu.’


‘Uang dari ibu Wiedo bisa aku gunakan untuk bayar kontrak rumah dan membeli alas tidur dan alat masak standar agar kami bisa bertahan hidup. Nanti malam aku harus bicara serius dengan bunda tentang kepastiannya datang. Jadi besok aku bisa pastikan melihat kondisi dalam rumah lalu membayarnya.’


‘Nanti sambil menunggu bunda aku bisa bersihkan dan juga aku beli peralatan primer sesuai kebutuhan,’ Siena pun memantapkan hatinya.


“Kalau mau irit, kamu search barang bekas kost di ponselmu. Disana banyak barang super murah. Biasanya pemiliknya adalah anak yang baru lulus kuliah dan ingin kembali ke daerahnya. Maka semua barang dia jual super murah. Ada yang diantar ke alamat kita, ada yang dicarikan alat angkut bila berupa barang besar. Tergantung negosiasi antara penjual dan pembeli,” Baskoro memberi info tambahan untuk Siena.


Siena membuat foto tampak depan rumah yang ditulis dikontrakan dan nomor kontak yang harus dihubungi. Dia akan tanya-tanya pada pemilik rumah tentang kondisi rumah serta biaya per tahunnya. Dia akan putuskan sendiri agar semua siap ketika bundanya datang.


***


‘Hallo girls. Aku sudah diterima di UNYASPATI. Terima kasih atas support kalian semua. Besok aku mulai kuliah,’ Siena memulai chat dengan genksnya. Tadi dia sudah ngobrol banyak dengan Vella. Besok sepulang kuliah Vella akan mengantarnya melihat rumah kontrakan juga membeli buku untuk dia kuliah.


‘Alhamdulillah. Ikut senang. Semangat ya Siena sayang,’ Risye yang pertama menanggapi.

__ADS_1


‘Jangan semangat, harus kendor … ups kebalik! Jangan kendor, harus semangat Siena. Kita akan maju bersama,’ Dian pun segera merespon.


Mereka terus saja berbincang dalam chat genks. Vella nyambi mngerjakan tugas. Dan Siena tahu itu. Sambil belajar tak lupa Vella ngemil sambil minum susuu cair dingin kegemarannya.


Siena usil membuat foto Vella dan dia kirim ke genks disela obrolan mereka. Vella tak sadar karena di lebih fokus ketuga mata kuliahnya.


***


“Aku lebih senang rumah kedua tadi Sien. Tapi emang lebih mahal 250ribu ya pertahunnya,” Vella memberi penilaian lima rumah yang mereka survey hari ini.


“Bener Vell. Rumah ke dua itu belakangnya sudah ditutup, kamarnya sudah tiga, jadi kami enggak perlu berbagi kamar,” sahut Siena sambil memakai helmnya.


"Aku rasa wajar dia lebih mahal ya,” lanjut Siena lagi.


“Mau balik ke rumah itu?” tanya Vella.


“Enaknya gimana?” tanya Siena.


“Gimana kalau Ayah yang suruh ‘bayar’. jadi Ayah membuat peraanjian kontrak. Biar kita enggak diusir semena-mena,” usul Vella.


“Nah gitu juga boleh. Kita bilang aja bakal datang malam ini buat bayar,” jawab Siena.


“Ya udah kita balik kesana. Kamu ngomong sama pemiliknya, aku telepon Ayah,” jawab Vella.

__ADS_1


“Sien, Ayah bilang ayah akan kesini enggak sampai sepuluh menit lagi. Dia lagi di Unyaspati jadi enggak perlu nanti malam,” Vella menginterupsi Siena yang sedang bicara dengan pemilik rumah yang akan dia kontrak.


***


“Alhamdulillaaaah,” Siena memanjatkan ucap syukur setelah membayar kontrak rumah selama dua tahun pertama. Tinggal mulai besok dia mengisi barang dari hasil hunting barkas ( barang bekas ) anak kost.


Jadilah malam ini Siena dan Vella sibuk menghubungi penjual barang yang akan Siena beli. Siena membeli tiga kasur ukuran lebar 120CM tanpa tempat tidur karena yang penting kasur saja untuk irit biaya. Dia juga sudah membeli banyak peralatan dapur seperti kompor gas, tabung gas, majic jar dan kulkas. Tanpa lemari pakaian apalagi televisi. Cukup banyak uang yang dia keluarkan. Sekarang uang akan dia hemat untuk biaya hidup selama bunda belum punya penghasilan.


“Untung aku dan Rafli tak perlu keluar ongkos bila ingin sekolah atau kuliah,” Siena menyudahi huntingnya. Dia tak ingin melihat iklan lain karena banyak barang murah tapi tak urgen untuknya saat ini.


\===========================================


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama PIPIHPERMATASARI dengan judul novel DURI DI ALAM PERNIKAHAN yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2