
Semua terjadi tak sengaja. Oleh team guru kami di jadikan satu tenda. Kami di mix dari lima kelas yang ada dan semua berlanjut sampai sekarang. Genks kami bukan terbentuk karena kami berasal dari strata ekonomi yang sama atau agama yang sama, tapi karena kami diertemukan nasib saat camping~Wieke, Siena, Dian, Risye, Vella~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Semua baru selesai makan malam. Makan malam kali ini mbok masak nasi rawon lengkap. Sehabis makan siang memang Arie bertanya mbok mau masak atau makan malam pesan saja. Mbok memilih masak sendiri sehingga Arie memberikan uang belanja untuk makan malam hari ini, sarapan besok dan makan malam besok.
Semua duduk di ruang tengah. Kursi sudah dipinggirkan semua. Tadi pagi saat semua berangkat Endro memerintah pegawainya untuk merubah ruang tengah menjadi luas.
Kursi dipindah mepet tembok. Karpet tebal di gelar di tengah dengan banyak bantal. Endro yang anak tunggal dan mempunyai anak tunggal senang dengan banyaknya tamu anaknya. Dia ingin semua merasa nyaman.
Itu sebabnya saat makan siang semua senang makan lesehan di ruang tengah ini.
Vella mengeluarkan album foto saat SMA yang khusus merekam kegiatan dia sejak SMA.
Semua teman-teman melihat bagaimana keakraban mereka saat itu dengan wajah-wajah polos mereka sejak kelas sepuluh.
"Ini," ujar Siena.
"Ini waktu di dalam tenda kita. Waktu itu Dian demam. Yang ribut adalah Merry. Merry yang kompres in Dian. Merry juga keluarin semua obat punya dia. Pokoknya udah kayak emak-emak deh dia. Akhirnya dia sendiri tepar kecapean nggak bisa bangun cepet besok paginya."
__ADS_1
"Lihat nih pedenya Merry," Risye menunjuk sebuah foto.
"Ha ha ha," mereka tertawa melihat bagaimana kocaknya Merry berdandan dengan wajah badut untuk acara hiburan di camping itu.
"Kocak abis dia. Kadang dia nggak tahu malu." Wieke mengingat bagaimana keseharian Merry kalau sudah berpolah.
"Kasihan. Sebenarnya dia gitu tuh cari perhatian," ucap Risye.
"Itu awal-awal kita jadian ya. Awal terbentuk genks kita," kata Vella.
"Iya dari situ terus kita saling bersapa. Kita enggak satu kelas kan waktu itu. Pas naik kelas dua aku, Merry dan Dian satu kelas. kalian beda kelas," kata Wieke pada Siena, Vella dan Risye.
"Merry paling suka ngegodain teman laki-laki," kata Wieke.
"Merry bilang kalau anak laki digodain marah lalu ngebalas dengan ngusilin lagi tapi nggak akan nangis. Kalau anak perempuan menangis dan ngadu yang nggak-nggak, bikin bete katanya," jelas Wieke lagi.
"Sejauh ini dia nggak pernah ada sifat buruknya, usil aja karena dia cari perhatian kita.
__ADS_1
"Dia tuh baik. Saat pendaftaran buat piknik ke Borobudur aku enggak daftar. Dia tanya kenapa namaku engga ada di daftar peserta." Dian menarik napas mengingat kejadian itu.
"Kalian tahu dong kondisi orang tua aku saat itu. Ibu baru masukin adek bungsu ke SD."
"Waktu itu dia bilang lu harus ikut!"
"Enggak Mer, ibuku habis masukin adikku ke SD. Aku enggak mau minta uang, bahkan kasih tau ibu aja enggak karena ibu pasti akan cariin uang buat aku berangkat! kataku saat itu ke Merry."
"Gue yang bayarin! Aku tentu bingung dan aku nolak. Akhirnya dia kerumah tanpa sepengetahuan aku, dan kasih uang ke ibu diam-diam. Uang buat daftar piknik dan uang bekal. Ibu bilang ke aku itu uang arisan ibu dan aku harus berangkat."
"Aku baru tahu uang arisan ibu itu yang buat bayar sekolah adikku dan ibu cerita setelah aku pulang dari Borobudur."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.