
Sejak pisah kota kami belum bertemu lagi. Kemarin ibu ngasih tahu untuk datang di acara anniversary pernikahannya. Itu sebabnya aku atur waktu agar bisa berkumpul bareng dengan saudaraku saat SMA dulu.~Novella Moraletta~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Gitu ceritanya Yank,” Arie tuntas menceritakan semua permasalahan yang dia hadapi di usahanya. Vella makin sadar Arie memang teramat sibuk sehingga benar-benar tak mau membagi waktu antara kuliah dan usahanya.
‘Aku tak boleh berpikiran buruk bila Abang tak sempat memberi attensi lebih untukku,’ batin Vella.
“Jadi meeting besok itu mau rolling?” tanya Vella.
“Rolling sekalian akan ngangkat supervisor dan manager keuangan serta HRD baru. Nanti ada satu orang manager keuangan pegang dua distro itu. Dan masing-masing distro ada bendahara selain petugas kasir. Jadi rantai penyelewengan akan semakin sulit,” jawab Arie sambil menatap lekat wajah kekasihnya yang terlihat sangat mengantuk.
“Udah dulu ya Yank. Kamu istirahat dan jaga kesehatan ya,” Arie tahu Vella tak akan lebih dulu minta tutup video callyang mereka lakukan. Maka dia yang harus memutuskan.
“Iya. Abang juga jaga kesehatan. Jangan kebanyakan ngamuk ya. I love you Abangnya Ade,” jawab Vella.
“Love you too calon nyonya Ashoery. Assalamu’alaykum.”
***
Saat ini sudah masuk ke pertengahan bulan Oktober, mahasiswa mulai sibuk dengan test mid semesternya. Dan para dosen sibuk dengan membuat soal ujian serta tugas.
Dalam keseharian di kampus Ibas dan Vella masih seperti dulu. Jarang bicara bila tak ada yang penting di bicarakan. Vella tak ingin hubungannya denga Ibas diketahui umum lalu mereka akan menilai kalau hasil ujian tinggi yang selalu dia dapatkan karena dia sudah lebih dulu tahu soalnya dari Ibas.
Walau satu kota Siena dan Vella jarang bisa bertemu. Demikian pun dengan ke empat kawan mereka di Jakarta. Mereka juga jarang bertemu.
__ADS_1
‘November tanggal tujuh ketemuan yok di Jakarta?’ ajak Vella di group.
‘Dimana dan jam berapa?’ tanya Risye yang kebetulan sedang pegang ponsel.
‘Jam sembilan pagi di rumahku. Jam empat aku akan ke bandara untuk balik ke Jogja,’ balas Vella.
‘Siena, kamu ikut bareng aku. Kita berangkat tanggal lima malam dari stasiun Tugu,’ Vella menandai Siena untuk pergi bersamanya.
‘Siaaaaaap,’ sahut Siena. Dia akan lapor bunda terlebih dulu. Tanggal lima November adalah hari Jumat. Jadi dia tak akan membolos kuliah.
‘Serius?’ tanya Merry antusias.
‘Tiga rius. Tanggal enam aku seharian di rumah kak Arie kak Arie, ada acara pesta ualang tahun pernikahan bapak dan ibunya. Maka aku bisanya kita ketemuan tanggal tujuh sebelum kembali ke Jogja. Gimana?’ tanya Vella memastikan.
‘Asyiiiiik kita bakal ngumpul bareng,’ sahut Wieke.
‘Ya udah, kita lanjut belajar lagi biar hasil mid test kita semua bagus,’ Wieke akan kembali ke buku catatan kuliahnya. Dia tadi sedang sibuk belajar ketika banyak notifikasi pesan dari group mereka.
‘Oke, bye,’ balas Siena.
‘Bye juga,’ jawab Risye.
***
“Tugas kelompoknya segera dikumpulkan. Dan kita langsung mulai dengan penampilan tiap kelompok sesuai undian hari ini ya. Satu kali pertemuan hanya akan Bapak pilih dua kelompok dengan waktu presentasi lima menit dan waktu tanya jawab sepuluh menit.” Baskoro memulai hari itu dengan test untuk kelompok.
“Kita dapat nomor berapa?” tanya Surti. Yang mengambil undian barusan adalah Anis.
“Nomor B,” jawab Anis menunjukan kertas yang dia ambil.
__ADS_1
“Pak, koq kertas undian saya kosong?” tanya seorang mahasiswa.
“Bapak hanya menulis A dan B. jadi yang dapat giliran hanya dua kelompok itu. Sengaja Bapak tak buat sekalian agar kalian selalu bersiap.” jawab Ibas.
“Kelompok A silakan maju,” Baskoro meminta kelompok pertama hari itu maju.
Helmi maju seorang diri. Atikah tidak masuk tanpa berita. Artinya dia alpa karena tak ada izin sakit.
“Tugas ini kamu kerjakan sendiri atau berkelompok?” tanya Baskoro.
“Ada sedikit bahan dari Atikah Pak. Selebihnya semua saya yang cari bahannya sampai saya buat makalah lengkap,” sahut Helmi dengan sejujurnya.
“Baik. Silakan presentasikan.” tanpa membuang waktu Ibas meminta Helmi menyajikan makalahnya.
Tak ada kesulitan. Helmi lancar mempresentasikan makalahnya. Dia pun cepat menjawab semua pertanyaan dari rekannya. Tak ada kegugupan walau dia kerja sendirian.
Dua pertanyaan terakhir dari Ibas juga mampu Helmi jawab dengan sangat baik. Ibas bangga akan hasil kerja Helmi. Dia memang suka pada anak pandai seperti Helmi dan Vella putri kandungnya.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.
__ADS_1