
Mendekati seseorang yang kita sukai itu banyak caranya. Dan aku memilih selalu membuatnya kesal padaku sehingga aku selalu ada dalam pikirannya. ~Firza Yudhasmara~
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Besok kita janjian ketemu dimana jam berapa?” Merry memastikan besok mereka akan mengantar Siena ke bandara untuk pindah ke Ujung Pandang atau Makasar.
“Langsung ke rumah Siena aja biar enggak saling menyalahkan. Jam delapan pagi sudah sampai sana karena jam setengah sembilan kita akan berangkat ke bandara,” Wieke, memberi usulan.
“Iya gitu aja, yang telat ya langsung kita tinggal,” Dian setuju dengan pendapat Wieke
Saat ini mereka sedang mengolah bumbu untuk kuah mie ayam. Risye dudah membuat bumbu rujak dari rumah sehingga Siena tinggal memotong-motong buah. Dan Vella sedang memasak ayah cincang dan jamur untuk topping mie ayam.
Sesekali mereka membuat foto kegiatan itu dan mereka posting di media sosial mereka. Saat hendak posting, Vella melihat Arie sedang typing balasan dari pesan yang dia kirim tadi pagi.
‘Makasih sayankku. Ni baru selesai matkul ( mata kuliah ) pertama. Satu jam lagi masuk ujian matkul kedua,’ Vella membaca jawaban Arie.
Dia mengirim emoticon senyum dan menulis ‘Semangaaaaaaaaaaaat!. Jangan lupa makan siang dulu ya,’ lalu Vella kembali memasukkan ponselnya di saku.
__ADS_1
Kehebohan makan mie ayam jamur puas-puas plus rujak serut super pedas berakhir sore. Mereka sadar mulai besok mereka akan semakin jarang bisa kumpul full team lagi. Entah kapan nasib baik mempertemukan mereka. Mengingat kondisi keuangan ibu Siena tak memungkinkan dia satu tahu satu kali kembali ke pulau Jawa.
***
‘Sebel banget, kalau nyuruh enggak sekalian,’ Serena ngedumel karena Firza menyuruh dirinya bolak balik ke bu Evvy, sekretaris pak Faisal.
“Bu, kata pak Firza sekalian minta draft anggaran untuk PT Kurnia dan PT Satria Muda,” Serena dengan lesu masuk ke ruangan bu Evvy setelah perempuan cantik itu mempersilakan dirinya masuk saat dia mengetuk pintu ruangan itu.
“Ya ampuuuun Rene, kenapa enggak sekalian waktu kamu barusan minta draf MOU dengan PT Sembada Bahagia?” tanya Evvy.
“Mau saya juga gitu Bu. Tapi emang hobby pak Firza kan bikin kesel orang,” jawab Serena sambil duduk menunggu berkas yang dia minta disiapkan oleh bu Evvy. Tak mungkin kan Serena mengirim pesan ke bu Evvy via pesan lalu dia ambil setelah berkas siap. Emangnya dia siapa?
“Emang pak Faisal enggak gitu Bu? Berarti bukan sifat keturunan dari bigboss ya Bu,” Serena bertanya, lalu menyimpulkan sendiri sesukanya.
“Pak Faisal enggak pernah usil seperti itu. Dia serius kalau soal kerjaan. Dan juga jarang becanda. Saya bilang agak kaku,” sahut bu Evvy.
“Ha ha ha, dengan kata lain ibu juga setuju dengan saya kalau boss saya itu usil ya Bu. Usil yang bikin bete,” sahut Serena. Sengaja dia ke ruangan bu Evvy tidak membawa kedua ponselnya. Semua dia taruh di laci meja kerjanya dan dia kunci. Dia hanya membawa satu lembar uang merah dan kunci laci meja kerjanya.
“Nih selesai. Habis ini saya mau makan, kalau ada perlu sesudah jam makan ya,” bu Evvy memberikan dua map beda warna pada Serena.
__ADS_1
“Saya juga mau ke kantin dulu koq Bu. Lapar. Laagian kan sekarang sudah masuk jam istirahatm,” jawab Serena sambil melihat jam besar di dinding ruangan bu Evvy yang menunjukkan pukul 11.57.
“Ya sudah, ayok ke kantin bareng. Berkasnya tinggal aja, nanti habis istirahat baru kamu ambil lagi,” bu Evvy mengajak Serena untuk ke kantin bersamanya. Dia keluar ruangan dan menguncinya.
***
\==========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK YANKTIE DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1