
Kami putus asa. Hanya doa yang kami bisa panjatkan saat Vella bersiap mengikuti jejak mommynya yang meninggal karena melahirkan~Ashoery Rustamaji~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Abang makin sakit," Adelia mendesis menahan sakit.
"Oke Abang lapor dokter ya," Arie langsung memijat bell memanggil suster.
"Oke saya lihat dulu," bidan berjaga datang dan memeriksa kondisi Vella.
"Pak Arie ini udah bisa kayaknya. Bapak mau menemani?"
"Pasti saya menemani," jawab Arie dengan yakin.
"Sebagai dokter apa sebagai suami?" Goda Bu bidan.
"Ha ha, saya enggak kepake disini. Pasti sebagai suamilah Bu." Arie menyiapkan mentalnya untuk menemani Vella.
"Bismillah ya Yank, ayo kita ke ruang bersalin," suster bersiap.mendorong brankar Vella menuju ruang bersalin.
" Bismillah Nduk. Kamu pasti bisa," kata Baskoro.
"Ibu sayang kamu, Ibu yakin kamu bisa!" Bisik Wiedo pada menantunya.
"Eyang tahu kamu kuat," begitu kata Kamila.
Yoyo hanya mencium kening Vella serta meniup ubun-ubun cucunya setelah dia berdoa.
Endro menggenggam erat jemari mencium kening Vella. "Daddy yakin kamu kuat Nak Bismillah ya, Bismillah, Bismillah," begitu Endro berkata pada Vella.
Tak menunggu lama perjuangan Vella mulai berakhir.
Jerit bayi pertama keluar tepat saat adzan Dzuhur siang itu.
" Alhamdulillah sehat ini Pak Arie. Sebentar ya Bu kita ikuti si Dedek dulu maunya berapa lama kita mulai lagi." Bu Dokter meminta Vella atur napas dulu. Karena bayi kedua sedang mengatur start buat menuju finish.
"Ayo Bu kita berjuang lagi untuk bayi kedua ya bismillah Ibu pasti bisa, Ibu pasti kuat," kata dokter dan bidan yang menemaninya.
Arie terus memberi spirit pada istrinya tak ada teriakan dari Vella seperti orang-orang lain menjerit-cerita . Vella hanya terus beristigfar dan menjahit saat mengejan saja.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah. Kamu kuat Yank, kamu hebat kamu perempuan hebat," kata Arie sambil menangis menciumi Vella. Tak lama Vella pingsan.
"Astaghfirullahaladzim Yank sadar, sadar Yank." Arie panik.
"Permisi Pak Arie. Pak dokter tapi biarkan kami yang bertindak, dia hanya kelelahan. Bapak bilang sejak semalam dia tidak tidur tapi merasakan sakit sendirian. Insya Allah dia nggak apa apa," jelas dokter kandungan dan ibu bidan yang di situ.
"Bapak keluar dulu biarkan kami melakukan tindakan."
"Baik saya pasrahkan istri saya," Arie keluar dengan kuyu.
"Kenapa?" kata Wiedo. Arie memeluk Mahesa dia terisak didada lelaki pujaannya.
"Dad, Yah, Eyang Vella pingsan Bu," terbata Arie mengemukakan kondisi Vella saat ini.
"Bismillah Nak Vella kuat," kata Kamila.
"Vella pasti kuat, dia kan hanya kelelahan. Ayo kita berdoa. Sekarang waktunya salat Dzuhur. Ayo kita salat Dzuhur bersama," ajak Kamila berupaya tenang.
Mereka akhirnya meninggalkan ruang bersalin untuk salat bersama. Sebelumnya Arie berpesan pada suster di situ bahwa mereka satu keluarga akan ke mushola untuk salat.
Yoyok jadi imam salat keluarga itu. Dia sangat tahu semua berpengharapan agar Vella tidak bernasib seperti Laras mommy-nya itu.
__ADS_1
Pasti bukan hanya Endro dan Arie yang berharap Vella selamat.
Kalau terjadi hal seperti Laras mau diapain lagi? Itu sudah takdir tapi mereka tetap berdoa memohon yang terbaik untuk Vella agar dia kuat bertahan.
Tak ada yang tak menangis saat berdoa sesudah salat kali itu. Semua memohon dengan sangat dari hati yang paling dalam agar Vella selamat.
Sehabis salat mereka langsung kembali ke ruang bersalin.
"Pak Arie diminta untuk mengazani kedua bayinya," suster menyampaikan pesan saat mereka kembali dari salat.
"Lha Nang, anakmu opo? Tadi kita panik sampai lupa tanya bayi kalian jenis kelaminnya apa?" Tanya Wiedo.
"Perempuan atau laki tetap Alhamdulillah," ucap Kamila yang sangat sulit punya anak karena gangguan kesuburan suaminya.
"Sejak awal Abang tahu bayinya apa, tapi memang Abang enggak kasih tahu. Setiap periksa sudah kelihatan jenis kelaminnya."
"Mereka semua laki-laki Bu," jawab Arie.
"Alhamdulillah, kowe siapkan empat kambing Bang. Langsung aqiqah agar kami semua enggak bolak balik Jogja Jakarta," pinta Mahesa.
Arie masuk untuk mengazani keduanya.
"Selamat datang anak Ayah. Selamat datang para jagoan Ayah. Doakan Bunda cepat sadar agar bisa segera menyusui kalian ya?" Bisik Arie pada kedua putranya.
"Pak Arie dipanggil bu dokter," bu bidan yang membantu kelahiran kedua bayi memberitahu Arie.
"Selamat ya Dokter Arie. Ini data putra-putra anda. Yang pertama panjang 52 cm dengan beratnya 2,8 kg. Besar sekali untuk bayi gemeli ini Pak. Istri anda sangat luar biasa."
"Yang kedua panjang 50 cm dengan BB 2,5 kg. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan anak-anak anda. Mereka bayi yang sehat."
"Untuk ukuran gemeli juga udah sangat besar dan nyonya juga nggak ada apa-apa. Sebentar lagi dia bangun kok. Dia cuma terlalu lelah."
"Saya sudah infus untuk mempercepat pemulihannya."
"Terima kasih Dok terima kasih," kata Arie.
Arie langsung menuju brankar istrinya.
"Sebentar lagi kita bawa ke ruang rawat aja Pak Arie.Nggak apa-apa kok ini nggak ada halangan apa-apa. Ibu sehat kok sebentar lagi dia bangun ini akan kami pindahkan langsung ke ruang rawat."
"Terima kasih Dok," kata Arie.
\*\*\*
"Sebentar lagi Adek mau dipindah ke ruang rawat." Arie sudah keluar dan memberitahu keadaan Vella.
"Alhamdulillaaaah," semua bersyukur bahwa Vella Insya Allah selamat.
"Meski terlambat karena Ibu sedang pingsan tapi akan tetap kami berikan IMD begitu ibu sadar," kata bu bidan.
"Iya Bu, terima kasih." Suster pun mendorong brankar Vella ke ruang rawat.
\*\*\*
"Alhamdulillah Nduk kowe bangun," kata Wiedo.
"Ibu," Panggil Vella. Semuanya sedang salat. Yang menunggu di situ Wiedo sendirian.
"Iya Nak Ini Ibu," sahut Wiedo mengusap lembut kening Vella.
"Mana bayiku?"
"Mereka sehat Nak ada di ruang bayi karena kamu tadi pingsan, kalau kamu sudah bangun pasti dibawa ke sini."
__ADS_1
"Abang mana Bu?"
"Abang lagi salat, semuanya salat Ashar."
"Sekarang udah Ashar?"
"Iya Nak kamu pingsan 2 jam lebih"
"Tapi bayiku nggak apa apa kan Bu?" Vella masih belum yakin sehingga bertanya lagi.
"Enggak apa-apa, bayi kamu sehat-sehat besar-besar untuk ukuran bayi kembar."
"Frina dan Frani itu aja cuma 2,5 kg dan 1,9 kg."
"Masa sih Bu?"
" Iya 2,5 kg dan 1,9 kg, bayimu 2,8 kg dan 2,5 kg. Gede-gede banget. Padahal badanmu kecil sak uprit, lebih gede badan ibu." Celetuk Wiedo.
"Mungkin karena satpamku lebih galak dari satpam ibu," balas Vella.
Memang untuk asupan selama hamil, Arie sangat ketat. Yang dimakan Vella tak boleh asal kepengen dan asal kenyang. Tapi sangat diperhatikan kandungan gizinya.
\*\*\*
"Alhamdulillah kamu udah sadar Yank," Arie langsung berlari begitu melihat Vella dan ibu sedang berbincang.
Arie langsung memeluk istrinya dan mencium wajahnya.
"Aku enggak apa-apa kok." Vella mengusap air mata suaminya yang sangat ketakutan bila Vella kritis.
Semua memberi selamat pada Vella.
"Ibu tadi udah teken bell belum panggil suster?"
"Ealah, lupa malah ngobrol," jawab Wiedo. Arie langsung menekan bel melaporkan Vella sudah bangun karena bayinya akan diberi IMD.
Bayi dibawa masuk dan semua dipersilakan keluar kecuali Arie, Kamila dan Wiedo
"Selamat datang anak Bunda. Selamat datang jagoan-jagoan gantengnya Bunda. Terima kasih kalian sudah membuat Bunda paling cantik di rumah," Arie tersenyum mendengar canda istrinya.
"Siapa nama cucu Grandpa?" Tanya Endro yang bertekad dipanggil Grandpa oleh para cucunya.
"Ahai, benar tuh, Kai dan Nini juga harus tahu siapa nama jagoan Wiryawan berikutnya," Mahesa membasakan diri dengan KAI yaitu kakek dalam bahasa Banjar.
"Wah semua sudah punya sebutan. Ayah dipanggil eyang sajalah," Baskoro meminta dipanggil eyang.
"Kakak namanya **Ghifari** yang memiliki arti pengampun, lembut hati."
"Adik namanya **Ghazali** yang memiliki arti imam yang baik." Vella memberitahu semua siapa nama bayi mereka.
"Nama lengkap mereka GHIFARI NOVSHOERY WIRYAWAN dan GHAZALI NOVSHOERY WIRYAWAN." Arie melengkapi keterangan istrinya.
Novshoery bisa ditebak lah ya gabungan nama Novella dan Ashoery.
Wiryawan nama keturunan Arie dari Mahesa.
Welcome to the world GHIFARI NOVSHOERY WIRYAWAN dan GHAZALI NOVSHOERY WIRYAWAN.
~~~ t a m a t ~~~
Sampai jumpa di novel yanktie yang baru. Atau bisa mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER
__ADS_1