UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
AKU PUNYA ADIK PEREMPUAN!


__ADS_3

Semester terakhir ini benar-benar berat. Aku tak pernah ingat bisnisku apalagi hal lain. Tapi aku teramat bo-doh melupakan belahan jiwaku. Dan aku rasa sekarang mulai terlambat. Karena aku merasa dia telah menjauh dari diriku. ~Ashoery Rustamaji~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


‘Maksudku saat kamu menghamili mommyku, bukan saat menikahi Titie’ batin Vella.


“Sekarang usia saya hampir 18 belas tahun. Dan semester depan kami akan menikah. Calon suami saya sedang menyelesaikan kuliah kedokteran. Orang tua kami sudah setuju kami cepat menikah.”


“Kami tak ingin salah langkah seperti banyak pasangan muda, sehingga hamil di luar nikah. Bahkan harus menggugurkan bayi yang tak berdosa,” Vella menatap tajam mata Baskoro.


‘Kamu menyindirku Nak?’ tanya Ibas dalam hatinya. Sampai saat ini Ibas belum dapat celah, darimana dia akan bertanya soal Andika Larasati pada Vella.


“Tadi Bapak bilang saya bukan korban pertama dari istri eh mantan istri Bapak. Mengapa dia suka berbuat demikian?” tanya Vella.


“Saya tak pernah mencintai Titie. Satu-satunya perempuan yang saya cintai adalah kekasih saya saat saya SMA. Karena kesalahan saya, dia menghilang. Seiring berjalannya waktu kedua adik saya sudah menikah,” Ibas meneguk sedikit es kopinya.


“Lalu ayah saya menekan saya untuk segera menikah. Saat itulah Titie ‘melamar’ saya dan saya iyakan hanya untuk menghentikan tuntutan ayah saya. Ternyata setelah menikah, ayah mengharuskan saya segera punya anak. Maka saya menggauli istri saya satu kali selama delapan tahun pernikahan saya. Semua hanya sebagai bakti pada ayah saya.”


“Kebetulan saat itu Titie sedang masa subur, sehingga dia langsung hamil. Sekali lagi saya tak pernah mencintainya. Itu sebabnya dia selalu cari perhatian. Dia selalu melabrak siapa pun yang bicara dengan saya. Dia meng-claim saya miliknya,” Ibas menarik napas panjang.


‘Ya ampuuuuuun. Dia hanya mencintai mommy. Mengapa dia menyuruh mommy menggugurkan kandungannya sehingga mommy diusir dari rumah? Kalau tidak ada daddy yang menampung mommy,  bagaimana nasib mommy yang tuna wisma padahal sedang hamil dan belum lulus SMA?’


‘Jadi daddy dan ‘ayah’ sama-sama cinta mati pada mommy. Daddy bahkan selalu setia menemani mommy padahal daddy tahu kalau mommy pacaran dengan ‘ayah’. Cinta daddy sangat luar biasa. Bahkan daddy mau menampung ‘perempuan kotor’ seperti mommy.’


‘Cinta eyang juga sangat hebat. Mereka tak memandang rendah mommyku. Aku bukan siapa-siapanya daddy dan eyang serta mama papa, tapi semua mencintaiku dengan sangat tulus padahal penyebab diriku lahir ( Laras, maksud Vella penyebab dia lahir ) sudah tak ada diantara mereka.’


‘Kalau mereka baik karena di depan mommy, mungkin itu pamrih. Tapi mereka tetap baik dan sayang dibelakang mommy, itu adalah luar biasa.’


“Jadi dari Titie Bapak punya anak?” tanya Vella.


“Seperti yang saya bilang. Ayah saya mengharuskan saya punya anak. Maka saya gauli Titie setelah dua bulan usia pernikahan kami. Dan karena bulan berikutnya Titie sudah hamil maka saya tak perlu mengulangi lagi.”

__ADS_1


“Anak kami lahir normal. Usianya sekarang hampir tujuh tahun. Dia perempuan. Namanya LARASATI, saya gunakan nama perempuan yang saya cintai. Andika Larasati,” jelas Ibas.


‘Aku punya adik perempuan!’


“Anda hanya mencintai Andika Larasati. Lalu mengapa kalian berpisah?” pancing Vella.


“Ada kesalahan yang saya buat. Saat saya sadar dan saya cari, dia sudah menghilang. Dan sampai saat ini saya terus mencarinya. Saya tak pernah bisa menggantikan dirinya dengan sosok lain,” jawab Ibas lirih.


***


Firza langsung pergi ke bandara membawa ransel pakaian dan pastinya semua jati dirinya. Kemarin di ke German memang tak membawa koper. Dia ibarat hanya pakaian yang melekat dibadan saja. He he he lebay, dia bawa baju ganti koq, dua pasang dalam ranselnya. Ransel yang sudah dia bawa sekarang.


Firza ingin terbang kembali ke Indonesia dengan putus-putus. Mungkin dia akan ke Malaysia atau Singapore atau Thailand lebih dulu bila memang tiket ke Jakarta tak ada. Atau dia akan cari tiket ke Den pasar, Jogja bahkan ke Medan dulu. Yang penting dia bergerak. Tidak menunggu esok atau lusa.


“Hallo Pa,” sapa Firza pada Faisal.


“Kamu telepon tidak ingat kita beda waktu? Sini sudah cukup larut. Dan kamu juga tak memberi salam. Sangat tidak sopan,” Faisal menegur Firza yang dia dengar sedang terburu-buru.


“Iya, dia sudah mengundurkan diri. Sudah Papa ACC. Dia kerja hingga lusa karena besok dan lusa masih ada meeting yang harus dia handle karena kamu meninggalkan banyak kerjaan untuknya,” jawab Faisal tenang.


“Aaarrghhh …,” Firza langsung memutus sambungan telepon dengan papanya. Terlambat sudah. Suratnya sudah ditanda tangani oleh Faisal. Tapi dia masih berharap Evvy tidak segera memberikannya pada HRD. Dia akan membujuk Serena kembali menemaninya.


“Kenapa telepon saya tengah malam seperti ini?” tanya Evvy yang memang sudah tidur, terbangun karena telepon dari Firza.


“Surat resign Serena tahan dulu. Jangan serahkan ke HRD. Saya sedang cari tiket pulang. Saya akan tarik Serena lagi,” Firza tak basa basi dan dia segera menutup sambungan telepon. Dia bayar taxi lalu berlari masuk bandara untuk mencari tiket pulang.


***


Arie sedang super sibuk, Vella tak pernah mengirim chat lebih dulu walau hanya sekedar menyapa selamat pagi atau selamat malam. Vella hanya membalas bila Arie yang lebih dulu memberi attensi.


Sejak sepulang dari Singapore batin Vella goyah. Dia tak siap menghadapi kenyataan dia tak punya seseorang yang bisa menjadi wali saat dia menikah, dan Arie juga tak memberi jawaban permintaan Vella di Singapore untuk menikah liburan semester ini.


Vella merasa Arie ingin MEMBATALKAN hubungan mereka. ‘Aku tahu diri siapa diriku. Aku tak akan pernah menghubungimu lebih dulu.’

__ADS_1


Karena kesibukannya, Arie yang biasanya sensitif bila merasa ada perubahan ‘perilaku’ Vella, kali ini dia tak merasakan hal itu.


“Mengapa Mbak Vella sekarang seperti menjauhi kita?” tanya Frani saat makan malam.


“Iya, enggak pernah chat duluan. Kalau membalas chat kita juga sekarang ‘datar’. enggak panjang dan ramah seperti biasa,” Frina melengkapi opini adiknya.


Arie tercekat. Dia baru sadar, Vella memang tak pernah lagi memberi attensi lebih dulu. Dan Vella hanya menjawab semua chatnya dengan singkat.


“Mungkin sedang penyesuaian. Maklum kan dia baru jadi mahasiswa. Transisi dari siswa jadi mahasiswa mungkin bikin dia sedikit ribet kalau harus banyak chat,” jawab Arie menghibur kedua adiknya.


Wiedo menangkap ada yang enggak bener dengan hubungan Arie dan Vella. ‘Aku harus cari tahu. Ada apa antara mereka.’


“Padahal aku bilang terima kasih soal oleh-oleh dari Singapore. Jawabannya cuma ‘Y’ doang. Enggak pernah lho mbak Vella kayak gitu,” keluh Frani.


‘Aku bahkan sudah lama tidak telepon apalagi video call dengan dia. Dan dia sama sekali tak berupaya mencariku,’ batin Arie sambil terus makan.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED STORY  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  UNCOMPLETED STORY  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2