
Walau terlambat, aku ingin mencari anakku. Mungkinkah mereka bisa memaafkanku? ~Daeng Rahman Parussangi~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kamu dimana Kak Siena?” lirih Rahman berbisik. Dia tahu Siena sudah tak ada lagi di kampungnya. Ibunya bilang Annisa tak tahu Siena dimana karena dia takut dijual oleh Sakhira.
Tentu saja hal ini membuat keluarga besar Annisa marah dan melabrak keluarga Rahman sehingga mereka mendesak agar Rahman bertanggung jawab atas tingkah laku istri keduanya itu.
Keluarga besar Rahman pun dengan malu minta maaf dan akan memberi sangsi moral pada Rahman atas kelakuan istri kedua yang tak ada adab sama sekali.
“Apa ini?” tanya Rahman menerima surat dari HRD.
“Anda dan Sakhira dipecat. Dan Sakhira diminta mengembalikan pinjamannya ke koperasi kantor senilai 60 juta rupiah,” sahut ibu HRD. Kantor tempat Rahman bekerja dibawah perusahaan paman dari pihak ibunya. Saat sang ibu minta pamannya memecat Rahman tanpa pesangon maka perusahaan cepat melaksanakannya.
__ADS_1
Untungnya di perusahaan ini ketika berhutang maka perusahaan minta dua ijazah asli terakhir sebagai jaminan kalau peminjam tidak akan kabur. Tentu Sakhira tak akan bisa melamar kerja lagi karena ijazah asli SMA dan diploma III sekretarisnya ada di pihak keuangan perusahaan.
Sejak dipecat Rahman tidak lagi kembali ke rumahnya dengan Sakhira. Dia tidur di kost-kostan yang dia sewa. Dia juga membawa banyak baju juga ijazahnya. Besok dia akan urus surat cerai dengan Sakhira.
“Aku terlalu bodoh. Menukar berlian dengan kerikil.” Dengan tergesa Rahman memasukkan pakaian, sepatu juga surat-surat yang iya miliki. Dia bawa kartu keluarga serta surat nikahnya untuk mengurus surat cerai.
Sakhira kalang kabut mengetahui Rahman tidak pulang? Ternyata tidak. Dia mulai mencari celah baru. Walau ijazah asli masih ditahan, dia akan memberi alibi bila diminta diperlihatkan. Biasanya perusahaan hanya butuh copy an yang sudah dilegalisir saja.
***
“Saya mau menyerahkan surat panggilan cerai dari pengadilan agama,” tanpa basa basi Rahman memberikan surat dari PA pada kedua orang tua Sakhira. Tentu saja keduanya shock dan tak percaya. Dengan berat hati Rahman bercerita semua kelakuan Sakhira termasuk menjual anak kandungnya.
“Dulu istri pertama saya, punya anak sekolah sudah SMP dan SMA saja masih punya tabungan buat umroh. Ini dengan Sakhira, gaji saya sama koq malah berhutang semakin dalam,” keluh Rahman pada kedua mertuanya satu minggu setelah dia di pecat dari kantornya.
“Dan saya ingatkan juga, agar dia segera menjual rumah kami lalu hasilnya bagi dua. Begitu pun mobil yang dia pakai. Itu semua uang saya. Tapi saya ikhlas dia milik setengah hasil penjualannya. Kalau dia pakai semua sendiri, saya akan tuntut di pengadilan nanti,” sebelum pulang Rahman masih sempat meninggalkan pesan berupa ancaman untuk Sakhira.
***
__ADS_1
”Kami on the way ke kamar kost,” Frani yang bicara pada Siena menggunakan ponsel Vella. Karena kakak iparnya sedang membereskan baju miliknya juga milik Arie. Nanti siang mereka akan check out dan kembali ke Jakarta.
Sehabis sarapan, Vella tak akan ikut kembali ke hotel. Dia juga tak akan ikut mengantar ke bandara, karena mobil dan para ajudan Mahesa akan langsung kembali ke pangkalan.
“Oke siap De,” sahut Siena. Dia sudah rapi. Tinggal menunggu mereka sampai saja.
\===========================================
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama MERPATI_MANIS dengan judul novel AQIDAH CINTA yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta