
Aku melihat cinta tulus gadis ini pada siapa pun. Dia selalu terlihat welas asih. Suaminya juga sama aja. Mereka pasangan yang cocok. Semoga langgeng~mbok'e Laras~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Besoknya Arie dan Vella pergi setelah sarapan di rumah. Mereka bertekad menghabiskan masakan di kulkas.
Arie dan Vella mencari buku yang bagus dan edisi luxs untuk Serena. Lama mereka memilih. Dan tentu juga membeli buku untuk diri pribadi mereka.
"Kita mampir ke tempat Laras yuk," kata Arie tiba-tiba.
"Ngapain?" Vella penasaran dengan niat suaminya.
"Ya nemenin dia aja sampai sore. Besok pagi kan kita ke Jakarta." Arie tak ingin Laras bete sendirian terus selama liburan ini.
"Oh boleh beliin jajanan dulu," pinta Vella.
"Mendingan kamu beliin bahan yang bjsa kalian masak berdua," usul Arie pada istrinya.
"Ide bagus tuh," Vella mengajak suaminya memebeli beberapa barang yang dia inginkan untuk dibawa kerumah Baskoro.
\*\*\*
"Mbak, Abang!" Pekik Laras melihat kedua kakaknya datang. Baskoro tentu saja sedang di kampus.
"Hallo adik Mbak," kata Vella. Si mbok melihat kedatangan anak majikannya.
"Hallo Mbok," sapa Vella.
"Iya Den," jawab simbok.
"Aku mau numpang masak boleh?" Vella meminta izin terlebih dulu pada simbok. Biar ini rumah ayahnya. Tapi tak etis langsung masak tanpa izin apda penguasa dapur sehari-hari.
"Masak apa Mbak?" Dengan rasa ingin tahu Laras bertanya.
"Kita masak berdua yuk Dek," ajak Vella. Tentu saja Laras tak menolak.
"Mbok tolong kupasin mangganya. Adek ini,isi pancinya pakai tiga gelas air yang di tempayan buat masak," Vella memberi instruksi pada Laras. Dia sendiri menyiapkan blender untuk membuat juice mangga kesukaan Laras.
__ADS_1
"Mbak abis beli cetakan puding buat kamu," Vella memperlihatkan empat buah cetakan puding mini dengan bentuk berbeda. Satu bentuk Panda lalu yang kedua kelinci, ketiga pesawat dan keempat kura-kura Laras melihat cetakan plastik transparan putih dengan senang.
"Mbak cuci dulu cetakannya ya. Ayo kita buat puding yuk," ajak Vella.
"Mbak tadi beli mangga buat kamu. Kamu kan paling suka buah mangga." Vella memblender mangga yang sudah dicuci dan diiris simbok.
"Nah air yang kamu isi dipanci ini kita rebus ya." Vella mengajak Laras berinteraksi.
"Tambah gula Dek. Ini udah Mbak siapin. Kamu tinggal tuang gulanya di panci. Pelan-pelan biar enggak tumpah ya," dengan telaten Vella mengajarkan adiknya.
"Setelah air mendidih Vella memasukkan agar-agar yang sudah dia larutkan. Dia aduk terus. Lalu dia masukkan buah mangga yang sudah di blender.
"Selesai Dek, sekarang Adek yang tuangin ini sedikit-sedikit ke cetakannya ya," kata Vella lagi.
"Hati-hati panas," Vella memperingatkan Laras.
" lIya mbak Vella," jawab Laras. Gadis kecil itu sangat senang diberi kepercayaan untuk memasak.
Vella membiarkan Laras menyelesaikan semuanya.
"Iya Mbak terima kasih," Laras tentu senang dia akan memamerkan hasil karyanya pada sang ayah.
Simbok memperhatikan bagaimana telatennya Vella pada sang adik. Padahal Titie ibu kandung Laras saja tak pernah *care* pada Laras.
\*\*\*
Seperti biasa semua aktivitas itu dibuat foto dan video oleh Arie.
'*Aduh anak-anak ini ada aja yang mereka lakukan buat adiknya*,' Baskoro yang menerima foto dan video dari Arie tersenyum.
'*Loh ini kan di rumahku*,' pikir Baskoro.
'*Mereka bikin kejutan rupanya*,' lanjutnya lagi. Baskoro melihat senyum bahagia Laras.
'*Ibunya pun tak pernah mengajak Laras seperti itu*' demikian pesan yang Baskoro kirim pada Arif Gunawan. Baskoro memang kadang memforward pesan-pesan dan foto yang Arie atau Vella kirim umtuknya kepada Arif Gunawan. Arif tentu aja merasa perbedaan saat Baskoro hidup dengan Titie. dan hidup setelah menemui anak kandungnya yaitu Vella.
\*\*\*
__ADS_1
"Mbak pamit dulu ya," kata Vella.
"Besok Mbak mau ke Jakarta dulu ke rumahnya Abang Arie. Kamu jangan nakal," pesan Vella lagi.
"Jangan lupa pudingnya dimaem," kata Arie.
"Tapi Mbak harus bawa satu," Laras merasa tak enak kalau semua puding malah untuknya.
"Oke sini Mbak bawa satu. Kamu mau kasih yang mana? Nanti cetakannya Mbak balikin," sengaja Vella membiarkan adiknya yang memilih.
"Mbak bawanya yang apa ya?" kata Laras, dia bingung mau berikan yang mana buat kakaknya.
"He he bingung sendiri. Udah semua buatmu aja. Nanti Abang Arie buatkan puding buat Mbak." Arie mengerti Laras suka akan bentuk cetakan yang Vella beli tadi.
"Iya nanti Mbak bikin sendiri aja ya Itu semua buat kamu." Vella pun membenarkan ucapan Arie.
"Pamit ya Mbok. Titip salam saya buat ayah. Besok kami mau ke Jakarta," kata Vella.
"Nanti saya sampaikan ke Bapak," kata si mbok.
Simbok pun sama dengan Baskoro merasakan perubahan untuk Laras. '*Dengan ibunya saja Laras tak pernah diperhatikan seperti ini*,' kata simbok dalam hatinya .
"Ya udah Adek sekarang bobok siang dulu," kata Abang Arie.
"Iya Bang aku nanti bobok siang," kata Laras.
Mereka pun pulang dari rumah Baskoro tanpa menunggu lelaki itu pulang kerja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.