UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
NOVEL YANG SARAT PESAN MORAL


__ADS_3

Aku mengingat semua kisah lamaku saat menjelang kehadirannya. Dua persis seperti mommynya. Tenang dan tetap manis tanpa njerit-njerit drama apalagi mencakari suaminya. Sama seperti mommynya, dia mengalihkan sakit yang dirasa dengan membaca ayat al Qur'an~Endro Herminanto~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Sehabis Arie selesai salat subuh, Baskoro telah tiba. Karena Arie selain agak terlambat salatnya, dia juga sangat lama berdoa untuk kelancaran persalinan istrinya.



"Bagaimana kondisi terkini Bang?" Tanya Ibas pada menantunya.



"Baru pembukaan 4 Yah, masih lama. Ayah masuk dulu sana bisikin Vella dulu," Arie mempersilakan mertuanya bicara dengan anak perempuannya itu.



Baskoro senang sekali Arie menghormatinya seperti itu, memberi kesempatan dia bicara dengan Vella.



Baskoro langsung masuk ke ruangan perawatan.



"Sehat terus ya Nduk. Sehat kamunya, juga sehat anak-anaknya."



"Ayah doain aku," rengek Vella manja.



"Iya Nduk, semoga bayimu semua dan kamu bisa lancar melahirkan. Tak usah kamu minta pun Ayah pasti akan doakan,"  Baskoro sungguh tak menyangka dia akan mempunyai cucu.  Tadi dia sudah menghubungi Arif. Ayahnya itu menunggu Yudwi bisa mengantar baru dia akan ke Jogja.


\*\*\*



Jam 07.30 Kamila danYoyo tiba di rumah sakit. Tadi mereka sudah melewati Kutoarjo jauh baru ingat tidak mengabari dan menjemput Pras dan Nungky!



"Mungkin mereka sudah dikabari oleh Vella kali Bu," hibur Yoyok ada istrinya.



"Iya kali, sudahlah kalau kita balik lagi nanti kita malah terlambat.  Kita langsung duluan wae," jawab Kamila.



"Iya wis."



Kamila tadi beli nasi dan jenang gudeg ayam untuk mereka sarapan.



Kamila membeli 6 bungkus. Satu untuk driver, yang 5 akan dia bawa ke ruangan karena tak tahu ada siapa saja di ruangan Vella.



"Kamu maem dulu Vell, jangan kosong perutmu."



"Tadi aku udah maem telur setengah matang dua Eyang." Tolak Vella. 



"Iya tetap aja maem.  Kamu harus banyak maem karena butuh energi besar," kata Kamila.



Arie menyuapi Vella, sejak tadi malah dia tak ingat beli sarapan.



"Ayo Bas kamu makan."



"Njih Pak."



"Ora enjah enjih.  Ayo makan  bareng saya," Yoyok memaksa Ibas makan bersama dengannya. Maka mereka makan bertiga di depn ruang rawat Vella.

__ADS_1



Setelah selesai menyuapi, Ari makan.



"Masih lama nggak Bang?" Tanya Vella sambil merasakan sakit.



"Insya Allah lama makanya nggak usah ketakutan atau merasa grogi. Santai aja. Sekarang sudah maju 2 jadi pembukaan 4 loh."



"Ayo kita bershalawat aja Atau kita mau baca Al qur'an?" Tawar Arie.



"Baca Al qu'ran aja lah," kata Vella.



Mereka pun membuka ponselnya dan membaca Al qu'ran. Arie melakukannya sambil mengelus perut Vella.



Baskoro melihat pasangan itu dia menitikkan air mata.



"Dulu Laras mau melahirkan Vella yo koyo ngono," bisik Kamila sambil menepuk bahu Ibas.



"Nanan dan Laras membaca Al qu'ran sebelum kelahiran Vella."



"Daripada merasakan kesakitan lebih baik mengalihkan dengan membaca Qur'an," kata Kamila.



Baskoro ingat saat melahirkan Laras Titie  menjerit-jerit sampai dimarahin oleh bidannya : *kalau Ibu njerit-njerit seperti itu, Ibu rugi sendiri karena Ibu akhirnya kehilangan banyak tenaga. Nanti saat mau melahirkan ibu sudah enggak punya persediaan tenaga*. Begitu yang Ibas ingat waktu itu dan dia pun tidak mendampingi di dalam seperti Endro mendampingi Laras dan Arie mendampingi Vella.


\*\*\*



"Loh!" Tak disangka Endro dan Mahesa bertemu di  pesawat saat hendak turun di bandara YIA. Padahal mereka nggak janjian. Seperti biasa Mahesa pasti langsung dijemput oleh ajudannya sehingga Endro tak kesulitan mencari mobil.


\*\*\*




"Alhamdulillah kalian kok bisa barengan?" Tanya Yoyok saat Mahesa dan Endro salim padanya.



"Kami malah nggak tahu kami satu pesawat Yah. Pas turun baru tahu bahwa kita satu pesawat,"  kata Wiedo yang sekarang juga memanggil ayah pada Yoyok.



"Iya beneran, jadi kita nggak tahu masuknya juga nggak tahu pokoknya, pas turun aja loh kok satu pesawat," kata Mahesa.



"Sudah sana masuk satu-satu," perintah Kamila.



Wiedo masuk duluan.



"Ibuuuu," kata Vella lalu dia mencium tangan ibunya Arie.



"Doain Vella ya Bu."



"Abang keluar dulu biar gantian ya Yank." Arie izin pada istrinya.



"Ada daddy mu dan bapak. Ternyata kami satu pesawat," kata Wiedo.


__ADS_1


"Ya udah Ayah keluar dulu ya Yank."



"Iya"  kata Vella.



Endro mempersilakan Mahesa masuk lebih dahulu karena dia ingin bicara berdua dengan Vella.



Setelah Mahesa dan Wiedo keluar baru Endro bersiap masuk ruang rawat Vella.


\*\*\*



Vella merentangkan tangannya minta dipeluk. 



"Princess Daddy. Enggak nyangka kamu udah sampai di titik ini. Kamu harus kuat. Kamu harus sehat buat anak-anakmu," kata Endro mulai sedikit terenyuh mengingat bagaimana dia menunggui Laras sendirian di ruang bersalin walau ibu dan ayah dan kakak-kakaknya serta paman Pras dan bi Nungky menemani di luar ruangan.



"Daddy yakin mommymu juga akan mendoakanmu."



"Buat kami kamu adalah kisah novel yang berpesan sangat baik dan mempunyai nilai moral yang sangat baik."



"Itulah mengapa namamu Novella Moralleta.  Karena kamu sebuah cerita yang membawa pesan moral yang sangat baik begitu kata mommymu."



"Yaitu Cinta itu harus menerima semuanya apa adanya seperti  Daddy yang menerima mommy walau dalam keadaan kotor."



"Cinta Daddy buat mommy membuktikan bahwa apa pun kondisi mommymu, Daddy mencintai apa adanya."



"Jadi kamu tahu kan mengapa mommymu memberi nama Novella Moralleta. Novel tentang perjalanan moral. Daddy ingin kamu tetap kuat buat Abang dan buat anak-anakmu kelak."



"Ya Dad. Insya Allah aku akan kuat buat mereka. Maafin aku yang pernah mendesak Daddy harus menikahiku. Maafin aku yang terlalu bodoh menganggap cintaku pada Daddy adalah cinta seorang perempuan pada seorang lelaki."



"Aku hanya terobsesi. Aku mengalami cinta yang tak terbalas." 



"Cintaku pada Daddy sebagai seorang perempuan pada seorang lelaki dewasa itu bertepuk sebelah tangan. ( UNREQUITED ). Untung Dassy tidakmemarahiku.. Untung Daddy tidak membuangku."



"Cinta Daddy pada mommymundiatas segalanya dan tek tergantikan walau kamu sangat mirip dengannya. Kamu tetap bukan dia."



"Cinta Daddy pada mommymu taka akan mungkin membuat Daddy membuang anak yang pernah bersemayam di perutnya. Apa pun yang terjadi kamu adalah anakku!"



"Berjuangan ya Nak. Daddy menunggu di luar."



"Ya Dadd."



Endro mencium Vella di keningnya.



"Bismillah Nak. Insya Allah bisa." Endro menghapus air matanya sebelum dia keluar ruangan.  Tetapi Mahesa dan Arie melihat itu. Masih  ada air mata yang belum tuntas dihapus Endro.



Arie langsung masuk untuk menemani istrinya.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND


__ADS_1


Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN



__ADS_2