UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
ADENYA ABANG ~ ABANGNYA ADE


__ADS_3

KEPERCAYAAN. Banyak yang meremehkan hal ini. Padahal itu salah besar. Bila sudah mendapat kepercayaan dari siapa pun, seharusnya kita amanah. Itu yang aku lakukan ketika seluruh keluarga kekasihku menaruh kepercayaan mereka padaku. ~Ashoery Rustamaji~


DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Arie memeluk bahu Vella dengan erat dan mencium pelipis gadis itu karena dari sisi kanan yang bisa dikecup hanya pelipis saja. “Sebenarnya Abang berat banget pisah sama kamu.”


“Kalau Abang enggak sanggup, lebih baik kita enggak usah lanjutin hubungan ini sebelum kita makin terikat Bang,” Vella memberi saran agar mereka tak berat berpisah.


Arie langsung memegang kedua pundak Vella dan memandang wajah gadis yang sekarang sedikit ketakutan diperlakukan seperti itu.


“Jangan pernah berkata seperti itu. Berat bukan berarti kita enggak bisa Yank. Kita pasti bisa. Dan Abang minta kamu ingat, Abang enggak bakal lepas kamu. Kecuali emang kamunya yang enggak mau ama Abang. Kamu bisa bilang itu kapan aja dan Abang enggak bakal pernah mengemis untuk membuat kamu bertahan. Abang enggak mau kita bertahan kalau kamunya enggak suka bertahan. Hubungan ini harus terjadi akrena kita berdua menginginkannya, bukan hanya Abang sendiri yang ingin tapi kamu tidak,” Arie menegaskan tekadnya.


“Ade tahu Abang akan kuat bertahan,” cicit Vella ketakutan. Tanpa sadar dia menyebut dirinya ADE, seperti bila dia berada dalam lingkungan keluarga besarnya.


Arie mengangkat dagu Vella yang menunduk ketakutan. Dengan manis dia kecup selintas bibir Vella. Mereka sudah di lokasi rumah makan, jadi bukan di jalan yang ramai.


Arie memeluk kekasihnya kedalam dekapan lembut da-da bidangnya. “I love you so much ADENYA ABANG!” dia bisikan kata manis untuk Vella.


“Love you too ABANGNYA ADE,” balas Vella. Dia juga membalas pelukan kekasihnya.


‘By the way itu kecupan pertamaku Bang. Bahkan aku tidak pernah bergandengan tangan dengan teman akrab cowoq. Kecuali sedang dipanggung atau saat kegiatan pecinta alam,’ Vella merasakan sensasi kecupan pertama barusan. Selama ini dia memang belum pernah pacaran.


Mereka makan dalam suasana romantis. Rumah makan pinggir pantai berbahan dasar kayu ini sangat artistik. Banyak foto mereka buat disini. Baik mereka masing-masing sendiri maupun berdua menggunakan timer camera. Sejak kecupan pertama tadi, maka pose mereka berdua mulai sedikit menghangat.


Ada pose Arie mengecup pipi Vella. Ada foto mereka menempelkan kedua pipi mereka. Pipi kanan Vella menempel dengan pipi kiri Arie, Vella memegang pipi kanan Arie dan Arie memegang pipi kiri Vella. So sweet kan?


Ada pose Arie mengecup lembut kening Vella. Dan ada foto mereka beradu kening dan foto lain mereka beradu hidung.


Dan group chat kembali heboh ketika Wieke melihat Arie memposting foto mencium pipi seorang gadis yang wajahnya lagi-lagi ditutup. Captionnya membuat semua ikut merasakan apa yang Arie rasa. ‘aku ingin selalu bisa mengecupmu seperti ini, tapi kita harus menjalani perjuangan panjang untuk masa depan kita. Kita yakin kita mampu menjalani perpisahan sementara ini. Love you belahan jiwaku.’


Dan komen di postingan itu langsung rame.


‘Ups, udah nyosor azzaa!’ komen Asih.


“Woiiiiiiiiiiiiiiiiiiii …,’ Harllo hanya menulis itu, silakan pikir apa yang dia maksudkan.

__ADS_1


‘Selamat ya,’ tanpa malu Serena berkomentar.


‘Wajah cantiknya kenapa ditutup?’


‘Kenalin dong?’


‘Gue patah hati …’


‘Most wanted jomlo sudah taken,’


Dan banyak komentar lain yang memang belum Arie tanggapi. Dia dan Vella baru saja akan keluar dari area taman impian jaya Ancol.


“Besok Abang sampai di rumah jam berapa?” tanya Vella.


“Kamu berangkat jam berapa? Dan kereta jam berapa?” tanya


“Kami berangkat habis salat Maghrib. Kereta jam sembilan malam dari stasiun Gambir. Daddy bilang kita makan malam di stasiun,” jawab Vella.


“Abang ada di rumahmu sejak jam empat sore boleh?” tanya Arie. Dia takut tak diizinkan datang lebih cepat.


“Siapa yang larang? Mau dari Subuh juga boleh,” goda Vella.


“Ha ha ha,” Vella hanya menjawab dengan tawa. Dan Arie mendaratkan bibirnya dipipi Vella karena kebetulan sedang lampu merah.


“Eh, kenapa berhenti disini?” tanya Vella ketika Arie menepikan mobilnya sebelum masuk ke lokasi rumah Vella. Masih cukup jauh dan agak sepi. Vella memandang Arie bingung karena lelaki itu membuka seat belt yang dipakai.


Arie mendekati wajahnya dan mencium bibir Vella lembut. Kali ini tidak hanya kecupan seperti saat dipantai tadi. Dia ******* lembut bibir Vella yang sedikit bergetar. Buat Arie ini juga ciuman pertamanya. Tapi sebagai lelaki dia still yakin mampu melakukannya.


“Abang tahu ini ciuman pertamamu, asal kamu tahu, ini juga ciuman pertama Abang. Abang sengaja berhenti sebelum sampai rumahmu. Di rumahmu ada satpam kan,” ucap Arie sambil mengusap bibir kekasihnya dengan ibu jari.


Lalu dengan percaya diri Arie kembali mencium bibir Vella. Kali ini Vella belajar membalasnya. Membuat Arie tak ingin berhenti.


“Cukup Bang, nanti ada yang datangi mobil lho,” Vella meminta berhenti karena kehabisan napas. Arie mencium tanpa jeda.


“He he he, maaf ya Yank. Bibirmu memabukkan,” Arie pun menyadari kalau ternyata dia menyukai kegiatan yang baru dia lakukan dengan kekasihnya itu. Dia pun segera menyalakan kembali mesin mobilnya dan mengarah ke rumah Vella.


“Abang enggak lama ya, hanya pamit ke daddy langsung pulang,” Arie sudah memberitahu Vella terlebih dahulu kalau dia hanya akan setor muka saja pada Endro. Bukan ingin ngobrol lama.

__ADS_1


“Iya, ngobrolnya besok aja,” sahut Vella. Mereka langsung keluar mobil ketika mesin mobil dimatikan oleh Arie.


“Kamu tu, bukan nunggu Abng bukain pintu mobil dulu,” protes Arie.


“Ha ha ha, biar romantis gitu?” goda Aurel. Dia gandeng lengan atas Arie saat masuk ke rumah.


“Assalamu’alaykum Dadd,” Vella sedikit keras memanggil Endro. Akhirnya dia lepas lengan Arie dan Vella masuk mencari Endro karena kekasihnya akan pamit.


“Dadd,” Vella mengetuk pintu kamar Endro.


“Iya Mor, kenapa?” tanya Endro. Rupanya lelaki itu sedang packing berkas.


“Abang mau pamit,” Vella memberitahu kalau kekasihnya tidah hanya menurunkannya di depan rumah lalu pergi begitu saja.


“Owh sebentar,” Endro pun menghormati anak muda yang akan pamit setelah mengantar putrinya.


“Kamu enggak duduk dulu Rie?” tanya Endro.


“Enggak Om, biar Vella istirahat,” jawab Arie.


“Tapi besok kamu ikut ngantar ke stasiun kan? Atau bahkan mau ikut langsung ke Kebumen?” tanya Endro.


“Insya Allah saya ikut sampai ke stasiun saja Om. Belum bisa ikut ke Kebumen karena sedang sibuk. Mungkin awal semester bisa ke Jogja sebentar,” Arie sedang penyelesaian cafe kedua serta mengurus penerimaan mahasiswa baru di rumah kost milik ibunya. Sehingga tidak bisa menerima tawaran Endro ke Kebumen. Endro sudah menawarkannya beberapa hari lalu.


“Abang tu kayak Daddy. Sibuk aja kerja,” Vella ngedumel. Sebenarnya dia juga ingin Arie ikut ke Kebumen karena Endro sudah mengajak pria itu.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  CINTA KECILNYA MAZ YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2