UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
CALON MENANTU AMBU


__ADS_3

Aku membenarkan pendapat Vella dan Siena serta Wieke yang berprinsip cari aman! Lebih baik menjalani hubungan dengan seorang lelaki yang orang tuanya menyetujui hubungan itu. Daripada bikin anak dan orang tua bertengkar gara-gara kita. Nanti walau diterima sekali pun pasti akan lebih sering ada intrik~Risye Kumala Sukardi~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Merry meminta sopirnya mengarah ke arah Sukasari tempat toko roti unyil dan asinan yang terkenal buat oleh-oleh wisatawan.



Mereka biasa makan soto mie di depan toko roti itu.  Semua membeli roti dan asinan tergantung selera masing-masing.



Tentu saja habis itu mereka menggoda Siena dan Vella dengan memposting itu soto mie dan asinan Bogor. 



Tadi saat mau masuk rumah sakit guna menengok Pandu mereka juga telah memposting di media sosial mereka.  



'*Wah enak tuh*,' komentar Helmi ketika melihat postingan soto mie dari Dia yang menandai Siena dan semua anggota genks juga dirinya.



'*Sini Hel, mantabs pedesnya*,' sahut Merry.



'*Kayak bisa makan pedes aja*,' protes Vella.



'*He he he, kata @wieke soto miliknya pedes*,' balas Merry tak mau kalah.



'*Liburan besok gua bawa Siena deh ke Bogor*,' kata Helmi.



'*Cie cie mau dikenalin calon mertua nih*,' goda Wieke. Maka mereka pun berbalas ledekan di media sosial


\*\*\*



Seperti janji, hari ini Risye datang ke Rumah Sakit Dirgantara.  Dia belum aktif kuliah. Hari ini baru tadi perkenalan dan dosen memberi daftar buku yang harus dimiliki mahasiswa.



"Wah calon mantu Ambu datang," Kata Vina Ginanjar mamanya Pandu saat Risye salim.



"Ambu mau keluar beli makan kamu tolong suapin A'a ya,"  mamanya Pandu memberi perintah pada Risye.



"Iya Tante," jawab Risye dengan patuh. Tak mungkin dia berani menolak.



Risye melihat bubur saring nasi dan sayuran dan ada daging cincang yang dimasak bola-bola semur.



"Bismillah ya kita makan," ajak Risye. Pandu hanya mengangguk.



"Koq belum banyak perkembangannya? Belum lancar ngomongnya. Kan aku bilang harus lancar gimana sih," protes Risye.



"Bisa," kata Pandu walau pelan.



"Oke Bismillah dulu," pinta Risye. Pandu hanya mengangguk mengatakan dia sudah melakukan. Dengan sabar dan telaten Risye menyuapi Pandu. Dengan pelan. 



Pandu mau pun Riesye sama-sama deg-deg an. Ini pengalaman pertama untuk mereka. Disuapi atau menyuapi.



"Aku nggak lama ya. Habis A'a makan, aku pulang," kata Risye.



"Kenapa?" Tanya Pandu disela makannya.



"Enggak enak aja kelamaan di sini," jawab Risye.


__ADS_1


"Enggak apa apa sini aja sampai sore"  jawab Pandu.



Baru saja Pandu selesai makan mamanya datang membawa dua box nasi.



"Kita makan dulu ya, Ambu *teh* lupa nama kamu siapa" Vina mengajak Risye untuk makan siang bersamanya.



"Risye Tante," jawab Risye lirih.



"*Ulah kitu*, jangan panggil tante *atuh*. Panggil Ambu kayak A'a," pinta Vina.



 Risye menatap Pandu dengan bingung. Seakan mengerti Pandu mengangguk menjawab tanya Risye dari sorot matanya.



"Eh iya Ambu," kata Risye. 



"Kita makan dulu yuk. Hari ini kamu sudah selesai kuliah toh."



"Hari ini belum belajar. Jadi banyak kosong," jawab Risye.



"Kuliah di mana?" tanya Vina selanjutnya. 



Risye menyebut nama kampus dan jurusannya.



"Wah bagus tuh. Indonesia butuh banyak Insinyur pertanian agar lebih maju."



"Sama," Pandu berkata pelan. 



Risye memandang Pandu dengan mengenyitkan alisnya.




"oh."



"Ambu kuliah di Surabaya." Jelas ambunya Pandu.



"Kalau udah selesai kuliah ya udah jangan pulang cepet-cepet.  Rumahmu di sini?" tanya Vina.



"Bukan Ambu saya di Jakarta."



"Dari Jakarta tiap hari di *dug dag*? Eh kamu *teh* enggak ngerti ya. Di *laju*, apa *teh* nama nya *Ambu poho*. Tiap hari kamu pulang pergi?" Vina berbicara campur-campur. 



"iya karena kuliahnya masih tidak terlalu padat, belum boleh nge kost sama orang tua," Risye memberitahu mengapa dia tidak kost di Bogor.



"Kalau keburu, mending tidak usah kost. Enggak baik. Kecuali kamu seperti teman-temanmu yang Jogja kemarin." 



"Kalau masih Jakarta ~ Bogor, masih bisa pulang pergi aja walau capek," Risye mengerti alasan mamanya melarang dia kost pasti sama dengan ambunya Pandu.



 "Iya Ambu."


\*\*\*



Tak terasa delapan hari sudah Pandu di rawat. Dan hampir tiap hari Risye menemaninya kecuali hari Sabtu dan Minggu karena dia tak ke Bogor. Hari ini Pandu boleh pulang. Vina meminta Risye ikut mengantarkan Pandu ke rumah. Risye pun ikut ke rumah Pandu.



Hari ini Pandu ingin  berkenalan dengan mama dan Papanya karena besok dia akan kembali ke Magelang.


__ADS_1


Risye sebenarnya belum siap membawa Pandu ke rumah tapi Pandunya ngotot harus kenalan dengan orang tua orang tua Risye sebelum dia kembali ke Magelang.



"A'a kan masih capek masih sakit nggak usah bawa mobil kalau ke rumah. Kalau sampai nyetir sendiri, aku enggak mau kenal," ancam Risye.



Esok Pandu diantar sopir karena dia tahu Risye akan marah bila dia yang bawa mobil ke Jakarta.



Sejak semalam genks ribut karena Risye membocorkan bahwa besok Pandu mau ke rumah sebelum pulang ke Magelang.



"Cie, ada yang mau kenalan sama calon mertua cie," goda Merry. Mereka telepon dalam group bukan dengan chat.



"Aduh aku tuh ketakutan, tapi Pandunya ngotot sebelum balik ke Magelang katanya.  Gimana dong?" tanya Risye serius.



"Harusnya kamu bersyukur begitu ketemu orang tua,  orang tuanya nerima nggak kayak aku" kata Wieke.



"Dulu yang pacarku pertama kan ditolak jadi aku mundur. Ngapain berhubungan,  walau pun baru pacaran tapi dibenci calon mertua?   Maka sama yang sekarang kan aku begitu diterima ya udah jalanin ajalah," kata Wieke.



"Bener banget," kata Vella.



"Aku juga gitu waktu itu takut kok waktu pertama kali dibawa ama Kak Arie ke rumahnya. Tapi begitu ibunya baik nerima ya udah jalanin. Kita kan berarti nggak ngadepin kendala yang lain."



"Kalau suatu saat ribut pasti kan ada yang belain kita," lanjut Vella.



Siena tumben ikut bicara : "Aku belum ketemu sih sama orang tuanya Helmi. Tapi waktu pas Helmi di Jakarta dia sengaja video call ngenalin aku. Helmi udah ceritain siapa aku dan kondosiku dan ibunya *welcome*. Adiknya juga begitu."



"Pantes Helmi mau nyuruh kamu datang ya liburan besok ke Jakarta," kata Wieke.



"Iya liburan besok kita ke Jakarta dulu baru pergi sesuai rencana kita yang ke Bali itu," kata Siena.



"Sip lah emang harusnya cari yang begitu aja," kata Merry.


"Gue walau pun belum pernah ketemu orang tua dia, tapi dia udah ketemu sama bokap gua. Tapi kan kita juga memang belum tentu jadian maka kita masih tenang. Tapi kalau buat yang seperti kalian memang mendingan yang udah pasti aja," kata Merry.


\*\*\*



Satu bulan berlalu kini sudah akhir Februari semua sudah sibuk dengan kuliahnya termasuk Pandu, Duldul terlebih Arie dan Harlo serta Asih yang sedang di semester terakhir yang jungkir balik jiwa raga buat lulus jadi dokter.  Tak ada yang spesial.



Semua anteng dengan mata kuliahnya masing-masing. Saat  liburnya Vella lebih sering bermain ke Laras ke rumahnya Ibas. 



Kadang bergantian entah Laras yang main atau Vell yang main.  Itu aja pengisi liburnya dia nggak mau ganggu waktunya Siena dan Helmi.


\*\*\*



Kadang kalau libur misalnya jadwal kuliahnya libur dua hari Pandu sering lari ke Jakarta untuk bertemu Risye jadi walau pun jauh mereka cukup sering bertemu.



Semester kemarin Atikah ada beberapa mata kuliah yang terpaksa gagal karena dia di hari-hari terakhir semester itu kan dia berkasus sehingga dia tidak sering tidak masuk kampus. Jadinya banyak nilainya yang jelek.  Semester ini dia pun mengulang sehingga jarang bersinggungan dengan Vella dan Helmi.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1676349715380.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2