
Aku baru sadar pepatah yang mengatakan berteman dengan tukang daging akan bau amis dan berteman dengan tukang minyak wangi akan ikut bau harum. Karena sedang ada kasus video viral akibat ulah Luna di pesta kemarin, maka aku kena imbasnya. ~Keyla~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Luna benar-benar tak menyangka. Di semester akhir masa kuliahnya dia menceburkan dirinya sendiri kedalam lumpur. Hari-hari ini dia di bully karena ada beberapa video kejadian saat dia dilabrak Mahesa. Entah siapa tamu yang hadir dan membuat rekaman itu lalu menyebarkannya.
Jadilah sekarang namanya sangat buruk. Mau bagaimana lagi dia membersihkan namanya karena memang masalah kemarin adalah akibat kelakuannya sendiri. Dia yang sengaja menghampiri Ashoery. Dia memang ingin membuat Vella panas seperti saat Vella keqi saat pertemuan di kantin kampus tempo hari.
“Enggak nyangka, elo sampai kayak gitu,” teman Luna yang memang sangat tahu Luna terobsesi pada Arie sejak SMA kaget melihat video itu di media sosial yang memang sengaja mencolek akun Luna.
“Gue enggak tahu kalau pengantin itu keduanya anak UGM dan yang gue kesel, gue enggak tahu kalau pengantin perempuan itu kakak sepupunya Ashoery,” sejak SMA memang Luna tak mau menyebut nama Arie. Dia lebih suka menyebut nama Ashoery karena dia bilang nama yang manis dan tak umum atau pasaran seperti nama Arie.
“Pasti niat lo pengen bikin Vella marah kayak waktu di kantin kan?” tebak kawannya lagi.
“Niat awal gue gitu. Gue enggak tahu bokapnya Ashoery ada dibelakang gue,” sesal Luna.
Sekarang banyak teman Luna mencibir padanya. Karena tak menyangka sikap Luna yang tak mau menerima cinta seorang pemuda karena sejak SMA sudah ditolak oleh Arie.
__ADS_1
Tak ada lagi rasa kagum pada Luna yang selalu bilang tak mau pacaran sebelum lulus kuliah. Semua malah mengejeknya yang tak bisa move on sejak kelas sepuluh hingga saat ini.
Kemana pun Luna melangkah, selalu ada cibiran. Saat ini dia sedang di kantin, ada Tiwi disana. Tentu saja Tiwi tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Sudah pada liat belum video viral kemaren di rumahku? Pelakunya ada disini lho,” dengan sedikit keras Tiwi bicara pada teman-temannya. Tentu mayoritas yang mendengar segera mencari sosok yang Tiwi maksud.
“Ha ha ha, pelakor itu? Yang enggak bisa move on padahal udah ditolak sejak kelas sepuluh? Dia pikir kalau ngejebak hamil bakal dinikahin gitu?” sahut teman Tiwi dengan tawa mengejeknya.
“Buat perempuan yang enggak punya harga diri emang gitu. Yang penting punya status. Walau cuma punya tubuhnya tapi enggak punya hati lelaki itu. Sama tuh ama si Titie yang merasa jadi bininya pak Baskoro. Padahal pak Bas nya enggak pernah nganggep dia,” balas yang lain.
“Kalau enggak ada Om ku, dia pikir dia bisa bikin sakit hati adikku kali. Dia enggak tahu aja. Masuk di keluargaku itu semua nyebur.”
“Jadi begitu kita pacaran, semua keluarga langsung mendekap erat. Kalau adikku disakiti, enggak cuma om ku aja yang bakal ngamuk. Tapi seluruh keluarga besarku.”
Luna hanya diam. Dia memang sangat bo-doh menyerang Vella untuk yang kedua kalinya.
“Masih ada ya yang mau nemenin dia? Enggak takut kebawa-bawa sial karena berteman ama pelakor seperti itu,” sinis yang lain menohok teman Luna.
Luna tak membayangkan bila semua temannya menjauh. Sekarang hanya Keyla temannya sejak SMP yang mau berteman dengannya. Keyla memang teman sejak SMP, mereka berpisah saat SMA tapi tetap berhubungan baik karena rumah mereka dekat. Lalu sekarang mereka satu kamar kost walau kuliahnya berbeda fakultas.
‘Untuk sementara, aku akan menghindar terlihat bersama Luna sampai situasi mendingin,’ Keyla akhirnya berpikir untuk ‘menjauh’ dari penglihatan orang. Dia tak ingin namanya ikut rusak karena nama Luna yang sedang tercoreng.
__ADS_1
“Lun, aku mau ke perpustakaan. Kamu mau kemana habis ini?” tanya Keyla. Padahal sejak tadi mereka sudah bertekad mau hunting baju sesuai dengan hobby mereka.
“Bukannya kita mau nge-mall?” tanya Luna.
“Aku lupa, data buat tugas minggu besok belum aku cari,” sahut Keyla cepat. Dia segera menghabiskan baksonya.
“Ya sudah, aku temani kamu ke perpustakaan dulu. Habis itu baru kita ke mall,” tanpa rasa bersalah Luna tak mau berpisah dari Keyla.
‘Aduh. Gimana caranya aku berpisah dari dia?’ pikir Keyla.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta