
Jangan sepelekan sebuah pemberian. Dan jangan lihat dari harganya. Karena dibalik pemberian ada sejumput cinta. Bukan hanya cinta pada pasangan, tapi bisa cinta pada kawan, pada sahabat, pada kerabat. Seperti yang Vella lakukan, dia membawakan sejumput cinta pada semua sahabatnya~Ashoery Rustamaji~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mereka tiba di bandara SOETA sudah dijemput oleh sopir Endro. Vella sudah berpesan minta jemput pakai mobil yang cukup untuk berempat. Jangan pakai sedan karena dia datang bukan cuma berdua Arie.
"Helmi kamu mau langsung pulang atau gimana?" tanya Arie.
"Aku bingung Kak. Aku ke Posko dulu deh nanti dari posko aku sama Siena mau ke rumah umi dulu sebentar baru kami balik lagi ke posko," kataHelmi.
"Kalian kami drop aja dirumah kamu biar tas baju nggak usah turun yang dibawa makanan tadi aja."
"Kalian juga enggak usah keburu-buru. Bebas aja. Jadi nggak perlu bolak-balik. Kami juga akan ke rumah orang tua Kakak dulu koq," jelas Arie.
"Kami jadi ngerepotin dong Kak," kata Sienna.
"Enggak ada yang repot daripada kamu yang bolak-balik mendingan kalian kami drop."
"Iya Kak makasih kalau begitu," kata Siena.
"Jangan lupa ya kirim salam buat ibunya Helmi."
"Iya terima kasih." Siena dan Helmi pun di drop di rumahnya Helmi.
\*\*\*
Arie dan Vella langsung menuju rumah orang tua Arie terlebih dahulu.
"Mbaaaaaak," teriak Frina melihat kakak iparnya tiba.
"Salam dulu Dek," Arie mengingatkan adiknya. Vella yang belum turun dari mobil hanya tersenyum.
"Assalamu'alaykum," sapa Vella.
"Wa'alaykum salam," sahut Frani. Frina tak menjawab salam dia langsung memeluk kakak iparnya.
__ADS_1
"Miss you so much Mbak," bisik Frina.
"Miss you too Dek," Vella memeluk erat adik-adiknya bergantian.
"Apa khabar Bu?" Tanya Vella saat salim pada ibu mertuanya.
"Alhamdulillah sehat," mereka semua berkumpul sebentar di ruang tengah lalu bersiap untuk salat Maghrib berjamaah.
"Asyiiiik," Frani menerima bungkusan sate uritan dan gudeg yang dibawa oleh Vella. Dia segera masukkan ke microwave untuk makan malam mereka semua kali ini.
Vella langsung mengirim semua oleh-oleh ke alamat Dian, Risye, mami Cilla dan oma Maria, mama Sisca, Wieke juga Serena.
Waktu di Jogja kemarin Vella sudah minta alamat rumah Serena.
Semua tentu dia kirim dengan ojek online. Praktis dan cepat sampai.
"Wah mantabs ini. Kenapa ya enggak pernah bosan makan gudeg dan sate uritan ini," Ibu tentu suka dengan oleh-oleh yang menantunya bawakan.
"Ha ha ha, kadang aku aja beli buat makan sendiri Bu kalau pas malas masak keluarin dari freezer." Jawab Vella.
"Ada apa?" Wiedo tak tahu kalau putranya sudah beli rumah di Jogja. Endro malah sudah tahu karena Vella minta bawa mbok.
"Kami sudah beli rumah Bu. Rencananya minggu depan mau pindah sedikit demi sedikit. Nanti kalau pas selametan semoga Ibu, Bapak dan adik-adik bisa hadir," pinta Vella.
"Abang! Kamu beli rumah koq enggak bilang Bapak. Uangmu cukup? Bapak kan mau belikan kamu rumah," reaksi Wiedo sudah Vella dan Arie duga. Itu sebabnya mereka tak bilang sebelumnya.
"Alhamdulillah cukup. Kami juga sudah isi furniture sedikit. Cukup koq," sahut Arie.
"Vella bilang Ibu. Apa yang belum ada? Ibu kirim mobil ya?" Wiedo lebih baik bicara dengan Vella saja.
"Mobil aku sudah di Jogja koq Bu. Motorku juga ada. Jadi sementara cukup koq," jawab Vella sambil tersenyum.
"Kalian siap-siap aja Bapak marah," Wiedo kesal karena kedua anaknya tak minta bantuan padanya.
Bapaknya Arie masih berada di Padang. Sedang bertugas.
__ADS_1
'*Ha ha ha, kebayang marahnya bapak saat tahu aku akan beli lahan buat bikin rumah sakit di Jogja*.'
"Wah terima kasih Vell. Kamu di Jakarta?" Serena langsung menghubungi Vella ketika dapat kiriman dari istri sahabatnya itu.
"Iya, aku baru datang. Besok ada lelang amal yayasan temanku yang meninggal. Kalau sempat datang ya Kak," Vella memberitahu kegiatannya besok. Sejak minggu lalu dia juga gencar promosi di semua media sosialnya. Banyak teman SMA yang berjanji untuk hadir.
Arie menjabat ketua Yayasan. Dan Christo sekretaris Yayasan.
Oma Maria penasehat sedang Sisca dan Cilla sebagai orang dibalik layar. Chris menjadi wakil ketua dibawah Arie.
Itu yang tertulis di akta pendirian yayasan.
Besok jam enam pagi semua harus sudah kumpul di lokasi lelang walau lelang akan dimulai jam sebelas.
"Ibu kami pamit pulang ya. Besok habis salat Subuh kami berangkat ke lokasi lelang. Doain kegiatan kami berhasil ya Bu," Vella meminta restu mertuanya.
"Pasti ibu doakan. Kegiatan berikut sertakan ibu. Akan ibu giring anggota dewan," Wiedo sangat suka akan kegiatan yang dilakukan menantunya.
Anak orang kaya tapi bergerak di bidang sosial dan bukan hura-hura. Wiedo sangat puas akan pilihan putranya.
"Insya Allah kami akan beritahu Ibu. Apa Ibu punya saran kegiatan apa yang sekiranya bisa kami lakukan? Agar nanti kami bahas di meeting pengurus," Vella tentu senang ibu mertuanya juga mau ikut gabung di kegiatan amal berikutnya.
"Nanti Ibu khabari yang sesuai dengan thema yang Ibu bahas di dewan. Sehingga kita bisa bersinergi," jawab Wiedo.
"Siip Bu, aku tunggu." Vella dan Arie lalu salim dna segera kembali ke posko yaitu rumah Vella.
Sampai disana ternyata Helmi dan Siena telah tiba lebih dulu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1