UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
HELMI MEET SIENA


__ADS_3

Bertemu teman lama itu menyenangkan. Kita bisa mengingat kilasan masa lalu sejenak. ~Helmi Muchlis Tanjung~ 


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Kamu Siena kan?” tanya seseorang saat Siena sedang menuju rombongan Vella. Dia barusan habis ke toilet.


“Eh … ehm … aku lupa. Tapi tahu. Kamu waktu itu jadi MC dengan Vella saat pesta seni perpisahan kita kan?” jawab Siena ramah.


“Ha ha ha, sengetop itu ya. Tapi sayang namaku dilupain. Aku Helmi, Sien,” jawab Helmi.


Maklum Siena bukan anggota OSIS, jadi tidak hafal anak yang tidak satu jurusan dengannya. Helmi dari IPS, sedang dia dan Vella dari IPA.


“Kamu ama siapa kesini?” tanya Helmi.


“Ama Vella, kak Arie dan dua orang adiknya. Kesana yok,” ajak Siena. Helmi pun tak keberatan karena ada temannya. Bukan hanya Siena dan Arie saja seperti biasa.


“Kamu mau tambah apa Sien?” tanya Vella.


“Hai Helmi. Sini makan bareng. Pesen aja biar sekalian ama tambahannya Siena,” Vella mengajak Helmi duduk bersama mereka.


“Kamu main kesini atau gimana Sien?” tanya Helmi.


“Iya main, tapi pengen pindah kuliah juga sih kalau masih bisa,” jawab Siena. Tentu dia menutupi keadaan sebenarnya.


“Mau ambil apa disini?” tanya Helmi.


“Mungkin managemen,” jawab Siena.


“Disana juga ambil fakultas ekonomi kan?” tanya Arie.


“Iya Kak,” sahut Siena.


“Mbak Vellaaaaaaaaaaaaa,” terdengar suara nyaring gadis kecil.

__ADS_1


“Lho Laras? Katanya mau nginep di rumah simbah kakung?” tanya Arie pada adik kecil Vella.


“Semalam dia ngerengek pulang Bang,” jawab Ibas dari belakang Arie.


“Selamat pagi Pak,” Helmi jadi tak enak hati ada Baskoro.


“Pagi. Santai saja,” sahut Baskoro sambil menerima salim dari Arie dan Vella.


“Kalian penerbangan jam berapa?” tanya Baskoro pada Arie. Sementara Vella memesankan makanan untuk Laras dan Baskoro tanpa bertanya maunya Baskoro. Karena gadis itu yakin Baskoro akan memesan seperti yang dia pesan.


“Kalian kurang apa?” tanya Vella pada Frina dan Frani.


“Aku cukup Mbak. Pengen nambah sate telur muda aja,” jawab Frina. Sate telur muda atau puritan ayam itu didapat dari kuning telur ayam yang masih ada dalam saluran usus ayam betina yang dipotong.  Usus muda atau puritan ayam ini tentu besarnya tidak seragam seperti telur burung puyuh. Yang lebih dulu terbentuk sizenya lebih besar.


Ini Eyank kasih gambar beda sate telur muda ayam dengan sate tulur puyuh



“Laras mau tambah kepala ayamnya?” tanya Vella. Dia perhatikan ketiga adiknya dengan sama rata.


“Bu, tehh yang enggak manis mana ya?,” tanya Vella.


“Ini Mbak,” sahut si penjual.


“Abang, tolong tehnya Ayah,” Vella menyodorkan satu gelas teh tanpa gula untuk Ibas.


‘Ayah? Dan semua tak ada yang canggung terhadap kehadiran pak Baskoro,’ Helmi mengamati semuanya.


”Sien. Besok janjian sama Ayah ya,” Baskoro memang meminta Siena memanggilnya ayah seperti Vella. Baskoro mengajar di dua universitas swasta selain di UGM. Besok dia akan mengajak Siena mendaftar ke satu diantara dua universitas swasta yang dia kerja itu.


“Jam berapa Yah?” tanya Siena.


“Jam dua belas Ayah jemput kamu,” sahut Ibas.


“Oke siap Bos,” sahut Siena.


“Yank, sate puritannya masih ada?” tanya Arie.

__ADS_1


“Dihabisin ama Frina. Abang mau sate usus aja? Atau kepala ayam kaya Laras dan Ayah?” jawab Vella.


‘Semua biasa aja mendengar panggilan mesra kak Arie,’ Helmi terus saja memperhatikan apa yang terjadi walau dia terus bercerita dengan Siena.


“Besok-besok Ayah akan bilang ke eyang putri kita dibikinkan goreng kepala ayam aja banyak-banyak biar engga rebutan,” celetuk Baskoro.


“Kalau kepala dan ceker mah banyak Yah. Yang jarang kan puritan. Karena ayam negeri yang dipotong kan umumnya umur muda. Dan ayam kampung yang dipotong biasanya yang sudah afkir ( tidak produktif )” jawab Arie.


“Iya bener tu kata Abang. Aku sering pesan ke tukang sayur puritan. Suka aku masak gulai,” jawab Vella.


“Kalau Abang datang lagi masakkan gulai puritan ya Yank,” rajuk Arie.


“Insya Allah satu minggu sebelum Abang datang aku akan pesan minta bawakan puritannya. Tapi Abang kan kebiasaan tiba-tiba nongol,” jawab Vella.


“Iya Mbak. Tiba-tiba dia telepon ibu dan kami kalau dia on the way ke bandara enggak ngajak kita,” protes Frani.


“Yeee …, masak mau ngapelin pacar ngajak kalian. Bener enggak Yah?” tanya Arie meinta dukungan Baskoro. Yang ditanya hanya tersenyum saja.


‘Aku bahagia masuk dalam lingkup keluarga yang putriku miliki. Dia berada dalam satu keluarga besar yang penuh cinta,’ batin Ibas.


‘Ternyata hubungan Vella dan kak Arie sudah sejauh itu. Bahkan sekarang aku tahu orang tua kak Arie juga merestui. Dulu aku tahu mereka video call dengan ayahnya Vella,’ Hemi semakin sadar diri dia tak mungkin menggapai Vella.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL  UNCOMPLETED STORY YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2