
Kadang niat baik yang ingin kita lakukan taj berjalan dengan bsik dan malah berakibat buruk~Endro Herminanto~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Assalamualaikum Yank. Apa kamu baik-baik saja? Abang lihat video tentangmu hari ini" Arie mengirim voice note ada Vella.
Vella mengetahui ponselnya getar. Tapi dia sedang ada mata kuliah. Maka tak diindahkannya. Nanti saja bila sudah selesai pelajaran.
Jam pelajaran pertama bagi semua mahasiswa usai sudah. Vella baru akan membuka ponselnya ketika gadis itu melihat banyak kakak tingkatnya di kelas sebelah. Kelas Helmi dan Atikah. Karena jam pertama mereka tak satu kelas dengan Vella dan Anis serta Surti.
"Ha ha ha, ngaca dong!"
"Cemburu ke orang yang salah!"
"Enggak malu ya ngelabrak orang karena cowoq. Eh cowoknya enggak naksir kamu!"
"Enggak sadar ya, kamu cuma teman kelompok bukan dianggap pacar!"
Dan banyak teriakan lagi saat Atikah keluar dari ruang kuliah.
Atikah berlari keluar, dia langsung menjalankan motornya dan berlari pulang!
Padahal habis ini mata kuliah pak Baskoro dan dia harus mempresentasikan tugas kelompok yang terpaksa dia buat sendiri. Karena Helmi sudah maju terlebih dahulu.
Vella membuka ponselnya. Dia dengarkan pesan suara kekasihnya. Lalu dia langsung melakukan video call mumpung masih ada waktu.
"Assalamu'alaykum Yank. Masih di kampus?" Arie terlihat masih terbaring.
"Wa'alaykum salam. Iya masih di kampus. Aku enggak apa-apa. Enggak usah khawatir," jawab Vella dengan memberikan sedikit senyum.
__ADS_1
"Abang kenapa?" Vella mau tak mau bertanya karena selintas masih ada selang infus di tangan kiri Arie.
"Cuma kecapean aja," jawab Arie.
"Baguslah kalau mau terus enggak jujur. Ya udah. Aku kuliah dulu ya. Assalamu'alaykum." Tanpa menanti jawaban Arie, Vella langsung menyudahi video call itu.
Vella tahu dari Tiwi barusan kalau Arie sakit karena gejala typhus.
'*Kamu memang hobby berbohong. Entah ada berapa kebohongan lagi yang aku belum tahu. Aku rasa aku harus berpikir ulang untuk hidup bersama dengan seorang pembohong besar*!'
'*forwarted. Kekasihmu galau tuh lihat videomu barusan. Padahal dia lagi kena gejala typhus. Enggak bakal kan dia lari ke Jogja buat meluk kamu*?'
Arie makin kacau. Dia semakin terpuruk membaca pesan yang Vella kirim setelah memutus video call mereka.
Vella tahu dia kembali berbohong dengan mengatakan HANYA KECAPEAN SAJA. Padahal dokter jelas mengatakan dia sakit karena GEJALA TYPHUS.
Arie sedih Vella telah jelas mengatakan : *Aku rasa aku harus berpikir ulang untuk hidup bersama dengan seorang pembohong besar*.
Kembali terjadi salah paham karena apa yang dia inginkan tak benar dimata Vella.
"Aku bo-doh! Terlalu bo-doh!" Pekik Arie yang terdengar sampai keluar kamar. Kamarnya memang tak tertutup rapat karena barusan sang penjaga baru saja keluar. Sang penjaga merangkap petugas medis baru saja mengganti botol infus.
Penjaga langsung memberi laporan pada sang nyonya seperti pesan nyonya sebelum berangkat kerja.
Wiedo kaget mendengar Arie berteriak marah seperti laporan ajudan suaminya. Jelas dia sangat khawatir.
'*Sepertinya pernikahan memang harus segera dilakukan agar Vella dan Arie sama-sama tenang*.'
'*Bisa ketemu siang ini*?' Wiedo mengirim pesan pada seseorang.
__ADS_1
'*Saya baru free setelah jam tiga*'
'*Baik kita bertemu jam empat di cafe anak saya*'. Wiedo mengirim pesan alamat tempat pertemuan.
Wiedo langsung pamit dari ruang sidang. Dia mengatakan putranya sedang sakit.
\*\*\*
"Ada apa lagi Bang? Ibu sampai lari pulang memikirkan Abang," Wiedo tak banyak bicara. Dia langsung bertanya masalah yang sekarang dihadapi oleh Arie.
"Vella tahu kalau Abang bohong lagi!" Lirih Arie mengakui dia kembali berbohong walau niatnya untuk kebaikan Vella.
"Apa maksud Abang? Kenapa Abang enggak kapok berbohong?"
"Apa Ibu pernah mengajarimu berbohong sehingga kamu sangat mahir seperti itu?" Wiedo tentu sangat kecewa mendapati Arie kembali kena masalah karena kebohongannya.
"Tadi Vella video call. Dia tanya Abang kenapa? Abang bilang kalau Abang enggak apa-apa. Hanya kecapean aja."
"Ternyata sebelum video call Vella tahu dari Tiwi kalau Abang kena gejala typhus. Dia langsung putusin video call. Dan Vella kirim tulisan ini," Arie langsung menyerahkan pesan Vella pada sang ibu.
Wiedo lemas. Vella sudah mengatakan akan berpikir ulang untuk hidup bersama dengan Arie. Sama-sama masih muda. Sama-sama masih emosian. Niat baik Arie tentu salah di mata Vella karena dia tak tahu alasan Arie berbohong!
Yang Vella jelas tahu adalah Arie kembali berbohong.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.