
Aku tak menyangka dapat kejutan, istriku pingsan setelah kami selesai melakukan resepsi pernikahan kami. Tapi aku bahagia ketika tahu penyebab dia pingsan~Ashoery Rustamaji~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ibu bisa ke kamarku cepet?" Arie meminta Wiedo segera datang ke kamarnya.
"Ada apa Rie?" Wiedo bingung anaknya seperti gugup.
"Pokoknya cepat kesini."
"Ibu lupa nomor kamarmu," Wiedo yang beda lantai lupa nomor kamar Arie.
"Kamar 707," Arie memberitahu nomor kamarnya.
Arie langsung menutup telepon pada Widowati. Dia akan segera menghubungi nomor lainnya.
"Ayah ke kamarku ya cepetan," pinta Arie pada Baskoro.
"Kenapa Rie?" Baskoro bingung menantunya meminta dia segera ke kamarnya.
"Udah Ayah sekarang juga ke kamar aku." Pinta Arie.
"Nomor berapa?" Tanya Ibas.
"Lantai 7 Yah. Kamar 707." Arie langsung menyebutkan nomor kamarnya. Kemudian Arie langsung menelpon Endro.
"Iya kenapa Bang?" Endro terbiasa memanggil Arie dengan sebutan Abang seperti Vella.
"Daddy sekarang juga ke tempatku," pinta Arie.
"Tempatmu di mana?" Endro tentu tak mengerti menantunya dimana karena bukan bilang ke kamar tapi ketempatku. Bikin bingung kan?
"Ke kamarku Dadd, 707. Cepetan sekarang."
"Ada apa?" Arie tak menjawab. Dia segera menutup sambungan telepon.
Wiedo dan Mahesa serta kedua adik kembarnya langsung lari ke tempat Arie karena mereka barusan memang sedang berkumpul di kamarnya si kembar.
Begitu pun Endro dan Baskoro serta Pak Arif karena Baskoro sedang bersama Arif. Memang mereka tidur bareng satu kamar dengan Laras.
Mereka langsung naik lift ke kamarnya Vella.
__ADS_1
"Abang ada apa?" tanya Wiedo yang baru datang.
Ternyata Endro dan Baskoro sudah lebih dulu ada di ruangan itu.
"Ade pingsan," kata Arie dengan datar tanpa nada ketakutan.
"Istrinya pingsan koq Abang tenang aja sih?" Protes Wiedo.
"Enggak apa apa. Abang tenang karena Abang tahu kenapanya cuma untuk memastikan kita tunggu dokter yang Abang panggil." Arie malah menjawab santai.
"Kamu dokter loh Bang," kata Baskoro biasanya dia paling tenang. Tapi kali ini melihat putrinya pingsan dia menjadi panik sendiri..Arif menepuk-nepuk pundak putranya agar lebih tenang.
"Sebentar ya enggak sampai sepuluh menit lagi mereka datang kok. Tenang aja."
Tak lama datang Asih dan Harllo.
"Kalian dari tadi udah mau pulang?"
"Iya udah di parkiran lagi ngobrol aja sama ayah dan ibu karena kan kita pisah mobil," kata Asih.
"Cek deh nadinya bener nggak dugaan gue," kata Arie.
"Oke," kata Asih. Dia pun meraba nadinya Vella.
"Gua bilang, BENER," kata Asih.
Harllo juga meraba denyut nadinya Vella. "BENER."
"Berarti 3 orang ya udah yakin ini benar," ucap Arie makin terlihat bahagia.
"Kalian ngapain sih?" kata Wiedo yang sangat panik melihat menantunya bukannya ditolong malah buat bahan percobaan tiga dokter baru itu.
Tak lama pintu ruangan diketuk Harllo yang membukakan pintu. Di sana ada seorang wanita cukup umur yang sangat manis seumuran Wiedo lah. Dengan seorang anak lelaki kecil berumur sekitar 10 tahunan.
"Maaf Dok diganggu," kata Arie.
"Santai aja nggak apa-apa," kata dokter yang memang Arie minta untuk datang sebelum dia menghubungi semua orang.
Yang lain tolong mundur dulu," kata Arie.
__ADS_1
"Yang laki-laki harap jangan menghadap Vella, saya nggak rela."
Maka semua pun mundur, yang ada di situ hanya Arie, Wiedo dan Asih.
"Kamu ingat kapan menstruasi terakhir?" tanya dokter itu pada Arie.
"Ingatlah namanya dikasih puasa ya ingat," kata Arie.
"Oh ya udah bener kalau begitu," jawab sang dokter mendengar tanggal yang Arie sebut. Dokter itu mengecek fundus untuk memastikan.
"Kami tadi sih periksa denyut nadi Dok, saya yakin bener," kata Asih.
"Ya udah kenapa manggil saya?" Protes sang dokter.
"Namanya masih baru kan cari yang lebih akurat kalau dokter kandungan yang ngecek," kata Arie.
"Apa?" kata Wiedo. mendengar bahwa dokter yang dipanggil Arie adalah DOKTER KANDUNGAN.
"Iya Bu, menantu anda sudah hamil kata si dokter.
"Berita besar ini ya, baru resepsi langsung hamil. Kamu nembak duluan Rie?" kata si dokter.
"Saya kan udah nikah 6 bulan lalu Dok," jawab Arie santai.
"Oh iya saya lupa, saya lupa. Sorry. Saya tadi datang, kenapa saya lupa ya?" Kata dokter itu.
"Jadi bener nih Dok," kata Weido.
"Iya Alhamdulillah. Ini bener wah surprise banget. Besok dicek aja langsung. Kalau di rumah sakit kan bisa kelihatan dan bisa dideteksi."
"Iya Dok. Terima kasih," jawab Arie. Tentu saja semua bahagia. Endro langsung memanggil Yoyo dan Kamila, juga Nunky dan Pras.
Semua dipanggil dan diberitahu bahwa saat ini Vella sudah hamil.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
