
Kami hanya menjaga kepercayaan orang tua kami~Arie & Vella~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Baik Yank. Kamu selalu tuntun Abang dengan sabar ya? Kasih tahu kalau Abang salah. Kemaren Abang sampe drop mikirin kita bakalan pisah."
"Abang selalu berpikir enggak ingin kamu ketakutan atau sedih mikirin Abang susah atau sakit. Maka Abang bilang aja Abang cuma kecapean. Padahal dokter tahu Abang stress selain gejala typhus." Dengan kesadaran penuh Arie minta agar Vella yang lebih muda mampu membimbing dia penuh kesabaran.
"Kita sama-sama saling mengingatkan Bang. Abang kan tahu aku masih sangat labil. Tapi aku selalu berupaya belajar agar aku bisa WISE di usiaku sekarang ini."
"Iya Yank. Sekali lagi maafin Abang ya. Jangan pernah mikir mau pisah. Abang kalut kalau kamu marah," rajuk Arie.
"Gimana enggak mikir mau pisah kalau Ade mikir bakal hidup sama pembohong seumur hidup?" Vella kembali bersandar didada calon suaminya.
Jangan mengira mereka tak tak berpikir untuk mencium dan bahkan lebih. Mereka pasti ingin melakukan hal itu.
Tapi kondisi lingkungan sangat berbahaya. Bila mereka kissing, mereka akan bisa kebablasan.
Itu sangat mereka hindari. Mereka tahu akibat yang akan mereka tanggung.
Sebagai calon dokter Arie bisa saja mencegah agar mereka aman. Tapi mereka selalu ingat masalah kepercayaan orang tua mereka.
__ADS_1
Orang tua mereka percaya mereka bisa diberi kepercayaan tak akan berbuat hal buruk sebelum mereka halal.
"Sebelum bobo, boleh kissing kan De?" Arie tentu ingin lebih. Sejak tadi jagoan kecilnya sudah bangun.
"Boleh. Tapi kita harus inget batasan ya Bang. Kalau Ade enggak bisa rem, Abang nge-rem. Begitu pun sebaliknya," jawab Vella. Sejak tadi dia mendamba kecupan kekasihnya.
"Itu yang berat De. Didalam kamar. Berduaan. Gimana kita bisa nge-rem?" Arie malah ragu untuk mencium kekasihnya.
Vella memberanikan diri mengecup Arie lebih dulu. Tentu saja Arie tak menolaknya.
"Abaaaaaang!" Vella memekik dan mendorong tubuh Arie.
TIDAK
Pakaian mereka masih utuh. Tangan Arie juga enggak nakal ekspansi kemana-mana.
Hanya ada satu hal yang baru buat mereka. Arie nakal membuat kissmark. Padahal sejak awal Vella minta berhenti!
Vella langsung berdiri dan melihat cermin besar di dinding kamar hotel. Ada dua kissmark di lehernya.
"Tu kan Abang," rengek Vella.
__ADS_1
"Abang gemes De," sahut Arie dengan wajah tanpa dosa.
"Trus Ade besok kuliah bagaimana?"
Sekarang Arie yang bingung. Dia juga belum pengalaman dalam hal seperti ini.
Arie mendekati Vella dan melihat hasil karyanya. "Udah bobo dulu yok. Sambil kita pikir cara ngilanginya atau cari info di mbah gugel ," dengan lembut Arie merengkuh gadis yang sedang cemberut itu.
Mereka tertidur dengan rona bahagia karena bisa melawan godaan.
Awalnya Vella yang sudah terlelap mengeratkan pelukannya. Dia menggusel dadda Arie bikin pemuda itu tak bisa tertidur.
Namun lama kelamaan Arie pun ikut tertidur hingga pagi menjelang.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.
__ADS_1