UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
DESTINASI KEJUTAN


__ADS_3

Enggak nyangka Abang bawa aku kesini. Walau enggak seromantis karena bukan berdua, tapi setidaknya dia udah wujudkan satu keinginanku main malam di dunia terbuka. Sebelum menikah mana boleh aku keluar malam?~Novella Moraletta~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sehabis puas makan siang Arie rupanya sudah memberitahu kedua ajudannya untuk meluncur ke pasar buku bekas di belakang Taman pintar.



"Kenapa nggak ke TAMAN PINTAR Bang?" Bisik Vella saat mobil berhenti parkir di pasar buku bekas.



"Waktunya terlalu mepet kalau ke Taman Pintar ini sudah sore. Baru masuk sudah diusir keluar karena waktunya hampir tutup. Mending ke sini aja dulu."



"Ke Taman Pintarnya lain kali. Mungkin bisa besok," jawab Arie pada istrinya.



"Baiklah," jawab Vella. Mereka pun turun.



Wieke dan Merry yang uangnya tak berseri pun senang ke toko loak seperti itu. Banyak buku yang mereka beli. Fokus mereka bukan buku kuliah walaupun kalau nemu buku kuliah mereka akan beli. Mereka berburu komik lama.



Bunda Annisa mencari buku resep masakan dan banyak buku lainnya.



"Bang Rafli dan Dek Laras boleh ambil buku semaunya tapi kasih lihat Kakak dulu. Kakak lihat dulu isinya dan bentuk bukunya masih bagus atau enggak," kata Arie.



"Nanti Kakak bayar. Yang penting Kakak harus lihat dulu isi dan kelayakan buku," kata Arie. Arie tak ingin 'kecolongan' ada isi buku yang tak pantas untuk anak seusia Rafli dan Laras.



"Iya Kak," jawab Rafli sekarang dia tak mau membantah Aire lagi. Lalu dia pun memilih buku-buku komik detektif dan komik Jepang.



Laras mencari buku cerita dan buku menggambar juga aneka buku komik seperti donal bebek dan kartun lainnya.



"Kakak ini boleh? Ini boleh?"



"Coba Kakak lihat dulu isinya,"  kata Arie. 



"Boleh, ini bagus, ini juga boleh," kata Arie lagi.

__ADS_1



Laras mencari buku lain dengan sangat semangatnya.



Vella memperhatikan adiknya berinteraksi dengan suaminya. Dia buat video untuk dia unggah di media sosialnya dan juga dia buat laporan pada sang ayah.



Arie dan Vella kadang hanya saling bertukar senyum saja melihat Laras dan Rafli yang menunggu ACC Arie.



"Sudah mau maghrib tanggung mau jalan itu di seberang di sebelah ada masjid besar, kita salat maghrib di sini dulu baru kita ke destinasi berikutnya," kata Arie.



"Mau ke mana lagi?" tanya Vella.



"Kejutan! Kalau diomongin duluan bukan kejutan namanya," kata Arie.



"Abang nih selalu kayak gitu," protes Vella



"Sudah sana ambil wudhu dulu nanti kita langsung ke destinasi berikut," kata Arie sambil mengajak Rafli ke arah tempat ambil wudhu bagi laki-laki.


\*\*\*




"Ke destinasi dulu aja. Kali aja disana ada tempat makan yang enak," jawab Dian.



"Deal ya. Kita ke destinasi dulu," Arie pun membuka pintu mobil untuk Laras dan bunda masuk. Rafli duduk di depan. Vella dan Arie duduk paling belakang.



"Giiiilaaaa banget. Ini seriusan?" kata Vella ketika Djojo memarkir mobil yang mereka tumpangi berhenti di Taman Pelangi.



"Ya seriusan lah udah sampai sini masa nggak serius?" kata Arie.



Rupanya Arie membawa mereka semua ke Taman Pelangi. Cek Google ya di mana Taman Pelangi Jogja.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675532477578.jpg)



"Pandu dan Djojo bantu awasi Laras dan Rafli ya," pinta Arie.

__ADS_1



"Takutnya para kakaknya lupa sama adiknya karena sibuk selfie," ucap Arie pada kedua ajudan bapaknya itu.



"Siap bos," jawab Djojo dan Pandu. Anggota genks pun seperti biasa selfie dan langsung kirim ke sosial media. Tentu saja Helmi langsung komen. Begitu pun dengan Asih dan Frani.



'*Wah bos kita ini benar-benar ngajakin berantem*,' kata Harllo yang sejak tadi keqi melihat postingan Arie dan adiknya jalan-jalan.



'*Iya bikin ngiri aja*' kata Asih. 



'*Kapan kita liburan ke sini bareng-bareng*?' tantang Arie. Sesudah itu senyap karena semuanya langsung fokus ke destinasi wisata di taman pelangi itu.



Kembali Pandu mendekati Risye. Pandu menggunakan cara 'licik' kadang Pandu sengaja selfie yang memang dia deket dengan Risye. 



Terkadang dia menyuruh Laras berpose dengan Risye, tapi sebenarnya yang diambil cuma Risye nya aja. Konyol kan ulahnya Pandu.



 Ada aja caranya dia untuk ngambil foto Risye sendirian.



Vella tak bosan membuat foto dan video adiknya yang sedang menikmati semua permainan atau berpose di tempat yang indah. Tentu saja banyak foto Arie dan Vella berdua. Baik mereka foto selfie maupun minta tolong Pandu atau Djojo.



Arie pun sama. Membuat foto dan video Laras juga yang lainnya pasti foto dan video Laras langsung Arie kirimkan pada Baskoro.



Tentu saja mertuanya sangat senang mendapat kiriman foto dan video itu.



 Setelah lelah dan puas berfoto mereka pulang. Tentu sebelum pulang Arie ngajak makan malam lebih dulu.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675532174150.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.


__ADS_2