UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
PELUPA


__ADS_3

Banyak daerah wisata yang mudah di jangkau. Dan kami sengaja pilih yang mudah dijangkau dengan angkutan umum aja. Wisata dadakan ini memang yang penting kami ngumpul aja sih~Wieke~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Itu jumlah yang sudah sangat sangat sangat sedikit dibanding dengan banyaknya makanan yang dimakan.



Masalahnya habis 270 ribu tentu membingungkan Wieke. Sedangkan ayamnya aja berapa? Belum lagi rica-rica mercon yang full cabe dan koyor sapi. Cabe kan mahal?



"Apa terlalu mahal Den? Saya nggak salah kok," kata si Mbah dalam bahasa Jawa. Simbah mengerti bahasa Indonesia, tapi selalu menjawab dengan bahasa Jawa. 



"Oh tidak, tidak Mbah," Wieke memberikan tiga lembar uang merah dan mengatakan tak perlu dikembalikan.



Wieke menerima sepotong kertas kecil bertulisan angka yang dibayarkan.



Langsung Wieke kembali ke meja teman-temannya. "Ini gila, super gila, gila banget!" seru Wieke nggak habis-habisnya.



"Kenapa sih kamu sampai kayak gitu?" tanya Dian.



"Kita berenam dengan 10 porsi lebih dengan makanan yang enaknya enggak kira-kira. Semua ini ayam, telur dan daging. Semua totalnya itu cuma 270!"



"Gila kan?" kata Wieke. Dia bicara tanpa titik koma!



"Itulah Jogja! Kalau nggak kenal bisa aja satu porsi kamu dapat yang Rp 100.000. istilahnya digetok! Tapi kalau kita udah tahu tempat-tempat makan yang seperti ini ya kita akan menikmati kota Jogja yang ramah dan santun," kata Vella.



Mereka tak percaya dengan jumlah yang mereka habiskan untuk sarapan kali ini. 



"Habis ini kita kemana nih?" tanya Dian.



"Gimana sih Dian? Kita kan sudah janjian mau ke langsung ke candi Prambanan. Gimana sih!" kata Wieke sedikit kesal.

__ADS_1



"Oh iya. Iya aku lupa. Aku lupa, jangan ngomel  gitu dong?" jawab Dian.



"Lagian kamu sih! Kita enggak ngomel. Cuma kamu belum apa-apa, masih muda udah jadi pelupa,"  jawab  Risye.



"Nggak usah debat," kata Merry



"Kalian ribut aja senengnya," jawab Siena.



"Kalau enggak ribut bukan kita dong," jawab Risye. 



"Kita kan memang biang ribut. Kalau sepi ngapain ngumpul?" jawab Vella lagi 



"Benar-benar, kita memang asyik kalau ribut ya," Merry pun setuju dengan pendapat itu. 



"Jadi kita gimana nih?" Tanya Siena menanyakan langkah mereka selanjutnya.




"Kita naik yang ke arah Prambanan langsung sampai lokasi.Cuma satu kali bayar 3000 rupiah per orang kita sampai tempat lho," Vella memberitahu tujuan mereka hanya butuh satu kali jalan saja.



"Cuma ya muter-muter sih. Tapi kan kalian jadi tahu kota Jogja dari bus," kata Vella.



"Serius cuma satu kali bus aja?" tanya Merry dengan antusias.



"Iya cuma satu kali dari sini. 3000 kita sampai candi Prambanan loh," jawab Vella kembali menegaskan.



"Wah keren banget. Ya udah yuk kita naik," Risye sudah tak sabar.



"Tapi muter-muter ya," selalu Vella katakan itu berkali-kali agar semua temannya sadar mereka bukan naik taksi yang bisa langsung menuju titik tujuan.


__ADS_1


"Iya nggak apa-apa. Enggak apa-apa kita muter-muter," jawab Dian.



"Kita kan memang mau jalan-jalan,"  seru Siena.



Lalu mereka naik bus trans Jogja yang diberitahu petugas untuk mereka naiki.



"Itu apa?" tanya Wieke.



"Itu namanya TAMAN PINTAR. Destinasi wisata berisi keilmuan. Tempat bermain anak-anak dan ya banyaklah permainan dan pengetahuan."



"Nggak cuma buat anak aja sih buat kita juga bagus loh," jawab Vella.



"Wah besok kita ke sana dong. Nggak apa-apa kan kita pelajari itu," Dian ingin ke Taman Pintar. 



"Iya sih.  Esok kita bisa kesana kecuali hari Senin. Taman pintar libur kalau hari Senin."



"Dibelakang taman pintar ada pasar buku loak lho," Siena promosi pasar buku loak. Jangan pikir karena uangnya enggak berseri Merry dan Wieke tak suka le pasar buku loak di Pasar Senen Jakarta.  Mereka tetap suka.



"Wah ayok besok kesana, banyak buku cerita lawas yang bisa kita dapat," nah bener kan? Wieke langsung menyambar info Siena dengan cepat.



Selanjutnya Vella menerangkan apa yang ditanya teman-temannya. Tentu sesuai dengan kemampuannya karena dia pun belum terlalu kenal kota Jogja. Apalagi Siena yang baru kemarin jadi orang Jogja.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675274416010.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2