
Jangan sepelekan kami karrna usia kami masih sangat muda. Walau masih muda kami bukan nikah karena nafsu~Novella Moraletta~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Ternyata Arie tiba paling dulu di rumah. Ibu dan bapaknya belum tiba, padahal mereka sudah mampir ke cafe.
Mungkin ibu dan bapaknya keluar karena ada beberapa kerabat yang masih menginap di rumah itu. Jadi mungkin mereka membawa kerabatnya keluar.
"Sana istirahat," Kata Arie sambil dia membuka bagasi mobilnya agar pegawai di rumah itu menurunkan barang miliknya.
Vella langsung masuk ke kamar tidurnya.
"Yank, Abang mau beliin kamu su5u ibu hamil, kamu mau rasa apa?" Arie tentu tak ingin salah beli yang akan membuat Istrinya ngambek.
"Coklat aja lah," balas Vella.
"Enggak mau rasa lain?" Arie memastikan jawaban Vella.
"Enggak."
Arie lalu menulis kan su5u coklat ibu hamil dan buah strawberry segar serta tiga mangkok bakso kuah di tempat langganan.
"Nanti baksonya dipisah ya jadi kuahnya nanti dipanasin sendiri biar bakso engga lembek."
"Iya Den," sahut sang bibik.
Entah mengapa Arie ingin sekali makan bakso.
"Enggak pakai mie kan Den?"
"Enggak usah."
\*\*\*
Bangun tidur Vella kembali kelaparan. Untung dia punya ayam bakar dan nasi bakar. Dia langsung manasin di microwave, sendiri tidak minta tolong siapa pun.
"Bikin apa Mbak Vella?" tanya pembantu.
"Aku mau makan," sahut Vella.
"Lain kali nyuruh kita aja nggak apa-apa," kata pembantu lainnya.
"Alah orang cuma gini aja. Nggak apa-apa kok aku biasa," Vella tak merasa kesulitan. Dia terbiasa masak walau bukan orang dibawah rata-rata.
"Oh ya udah, air putihnya mau dingin apa anget?" seorang pembantu bertanya agar tak salah.
"Air putih biasa bukan air es aja Bi. Enggak boleh air es," Arie yang menjawab.
"Tapi jangan anget ya Bi," kata Vella.
"Iya Mbak," Vell tidak mau air putih hangat.
"Gimana kalau bikin lemon tea aja Bik. Ada nggak jeruk nipisnya?"
"Ada. Akan saya siapkan lemon tea."
__ADS_1
"Esnya sedikiiiiiit aja Bik. Bawakan ke gazebo belakang ya?"
"Abang Aaa," Vella berniat menyuapi suaminya.
"Abang tadi baru makan bakso waktu kamu bobok tadi Yank," Arie jujur dia masih kenyang.
"Abang makan bakso terus baksonya mana? Habis?"
"Ada. Masih ada kalau kamu mau," dengan lembutnya Arie menjawab.
"Enggak cuma nanya aja. Tapi kalau nanti aku kepengen setidaknya udah ada."
"Sudah Abang simpen buat kamu," jawab Arie.
"Tapi ini aaa dulu sedikit," rengek Vella yang sangat ingin suapannya diterima Arie.
Akhirnya Arie pun membuka mulutnya.
"Satu suap aja ya?" Arie masih kenyang.
"Enggak 3 suap," balas Vella. Arie tersenyum, istrinya pintar nawar rupanya. Akhirnya tiga suap nasi bakar ikan dan ayam bakar lenyap dalam sekejap.
\*\*\*
Menjelang magrib Wiedo dan Mahesa serta rombongan keluarganya baru tiba.
Frina dan Frani sudah capek rupanya.
"Ya ampuuuun, Ibu lupa kalian tuh pulang ke sini ya. Ibu pikir kalian pulang ke rumah Daddy, jadi Ibu tenang aja pergi," Wiedo menyesal dia lupa kalau Arie dan Vella ada di rumahnya.
"Kamu udah makan?" Wiedo takut ibu hamil susah makan seperti saat dia hamil anak-anaknya.
"Sudah barusan sore makan, makan siang juga sudah," jawab Vella.
"Ini Mbak juice yang tadi Den Arie buatkan." kata seorang pembantu, dia mengantarkan jus strawberry tanpa gula.
"Asamnya kayak apa itu tanpa gula?" Wiedo menelan ludah membayangkan asamnya juice strawberry.
"Seger Bu, lagi kepengen aja," kata Vella. Arie bisa membayangkan itu jus kayak apa rasa asamnya,tanpa gula. Mau bagaimana lagi itu kemauan ibu hamil.
\*\*\*
"Kamu serius siap hamil saat masih sangat muda seperti ini. Kamu baru 18 tahun lho!" Seorang bibi atau tante atau julak bini nya Arie bicara seperti itu saat di meja makan.
"Kalau saya nggak siap hamil apa bayi ini harus digugurkan?" Tanya Vella tajam sambil memandang sang penanya dengan geram. Arie mengusap lembut punggung tangan istrinya agar bisa meredam emosi.
"Kalau saya nggak siap hamil, kenapa saya nikah? Seharusnya saya mencegah kehamilan kalau saya nggak siap kan?" kata Vella selanjutnya. Wiedo sudah tahu menantunya marah karena yang dia tahu Vella itu selalu lembut dan ramah pada orang terlebih yang lebih tua. Vella tidak akan menjawab ketus seperti itu. Arie juga tahu istrinya sedang marah besar karena Vella tidak pernah ketus seperti itu kepada orang lebih tua.
"Kehamilan ini bukan tidak diinginkan! Kami hanya tak menduga mendapat secepat ini. Kehamilan ini sudah kami kami rencanakan."
"Kemarin kami menunda karena kami pisah rumah. Saya tidak ingin istri saya sendirian saat hamil."
"Kami merencanakamnya, kami buka KB dengan kesadaran penuh selepas KB maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan!"
"Kami hanya tak menduga kesempatan itu datang sangat cepat. Jadi ini bukan kecelakaan. Kami merencanakan dengan cermat!"
__ADS_1
"Jadi tolong mengerti bahwa ini bukan kesalahan! Kami sudah membuat konsep untuk rumah tangga kami. Jangan pikir kami anak kecil yang sangat bodoh. Bahkan langkah kami 5 tahun ke depan sudah kami persiapkan," kata Arie panjang lebar. Suasana jadi agak panas.
Mahesa dan Wiedo tahu anak danmenantu mereka tetap duduk di meja karena menghormati mereka saja.
"Mau tambah capcay? Kamu dari tadi sayurnya kurang loh," Arie menawarkan sayuran bagi istrinya.
"Kan aku udah minum jus strawberry buat kebutuhan seratku," balas Vella.
"Oh iya kamu habis minum jus strawberry ya," kata Arie, dia sengaja mengalihkan pembicaraan agar Vella tidak fokus pada marahnya.
"Ini capcaynya enak lho Yank," bujuk Arie.
"Enggak ah enakan baby kaylan cah yang itu," sahut Vella.
"Aku lebih seneng kangkung cah Mbak," Frina memberi pendapat.
"Aah kangkung Cah, tauco nya yang banyak ya Dek. Besok kita bikin yuk." Ajak Vella.
"Eh aku besok pagi kan ngajak Laras." Frina mengingatkan tugasnya esok hari menjadi tuan rumah bagi para tamunya dari luar kota.
"Oh iya, Mbak titip adikku ya," pinta Vella serius.
"Ya Allah Mbak, dia kan adik kami juga. Pasti kami perhatikan lah," kata Frani.
"Dia belum biasa pergi dengan kalian. Dia harus diajak ngomong, dijelasin semuanyang kita lihat. Kalau biasanya bawa dia seperti itu. Dia malu bertanya, jadi kita yang harus aktif nerangin Dek." Jelas Arie.
"Jangan dikasih es sirup ya Dek. Nggak boleh dia sensitive sama sacharine, kasih air meineral aja. Minuman kemasan juga jangan," Vella mengingatkan adik kembarnya untuk menjaga Laras.
"Kecuali kalau ayah ikut, dia akan ada yang jagain," pesan Vella.
"Enggak kayaknya ayah nggak ikut, kan temen-temen kakak aja."
"Oh kalau sama kakak-kakak aja ya harus ada yang perhatiin dia.
"Abang jangan lupa bawain uang untuk jajan dan masuk ke arena. Frina aja yang pegang semua uang buat masuk dan buat jajan adik ya," kata Vella.
"Baik aku yang tanggung jawab," Frina bangga diberi tanggung jawab.
"Iya jangan sampai semua dibayarin sama Kak Wieke, dia pasti mau bayarin kalian." Ujar Vella.
"Tapi katanya Kak Christo sama kak Pandu dan kak Helmi juga ikut," Frani memberitahu fakta rombongan besok.
\*Wah kalau sama Kak Christo mah semuanya pasti dia yang bayar," kata Arie.
"Ya ampun mereka ikut, pasti seru tuh piknik kalian."
"Waduh awas saja sampai mata adik kecilku terkontaminasi."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.
__ADS_1
