UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
TAK BERAKHLAK


__ADS_3

Manusia itu banyak yang merasa paling suci dan paling benar. Padahal mereka tak tahu pasti apa yang mereka bicarakan.~Ashoery Rustamaji~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kita langsung ke alamat ini," Arie memberikan alamat dokter yang ingin dia tuju pada ajudan bapaknya.



"Kemana Bang?" Tanya Vella.



"Langsung ke dokter kandungan aja. Jadi besok pagi kamu bisa gabung ama teman-temanmu tanpa terganggu harus ke rumah sakit," jawab Arie.



"Cie, suami yang pengertian banget sih," goda Vella.



"Buat istri, apa sih yang enggak?" Balas Arie.



Mereka terus bercanda ringan. "Koq lapar ya," Arie mengeluh lapar pada istrinya.



"Energinya habis buat tanding di sea games maka  hari gini udah laper," bisik Vella.



"Nanti malam harus ada stock makanan Yank," Arie tak mau kelaparan tengah malam nanti.



"Ada gulai kambing dan rica-rica kambing. Gudeg dan sate uritan siap, rendang juga ada. Nanti pulang langsung masak nasi aja," jawab Vella. 



"Wah asyik tu menunya." Mereka turun ke tempat praktek dokter kandungan. Tentu saja banyak mata terarah pada Vella yang masih tak pantas punya suami itu. 



Tindakan standar dilakukan suster pada Vella sebelum diperiksa dokter. Timbang badan, ukur tensi dan ditanya keluhannya atau tujuannya.



"Ingin suntik KB," Vella menjawab jujur.



Dua orang perempuan yang duduk dekat situ langsung saja berbisik "Anak sekarang tak bermoral. Biar tidak hamil seenaknya aja pasang  KB. Walau lebih bagus daripada buang bayi. Tapi tetap aja enggak ada akhlak!"

__ADS_1



Jangan salahkan suami Vella yang langsung emosi mendengar istrinya dituduh tak berakhlak!



"Ibu-ibu apa merasa sudah paling suci membicarakan orang lain?"



"Tunggu pembalasan kami Bu. Tunggu aja. Kami resmi menikah. Bukan zina!" Dengan menggelegar suara Arie terdengar oleh semua pasien yang menunggu giliran.



Arie memperlihatkan buku nikah pada semua orang disana. Dan tanpa merasa bersalah Arie membuat foto wajah kedua perempuan itu.



Langsung saja semua jadi memperhatikan dua ibu yang didamprat Arie.



"Ada masalah Bos?" Sopir Arie yang tentu saja pakai seragam karena sedang bertugas mengantar anak jenderal bertanya apda Arie.



"Ibu itu nuduh menantu ibu dan bapakku tak bermoral. Apa yang akan Bapak lakukan kalau tahu menantu tercintanya dikatain seperti itu?" Arie dan semua ajudan ini emang paling jago kalau mendramatisir.



"Saya akan langsung lapor Bapak"




Vella menepuk lengan suaminya lembut. Vella mengerti kemarahan Arie karena istrinya dihina. Tapi tak seharusnya bikin ribut.



Cukup lama Vella dan Arie menunggu.



Tanpa banyak cakap apalagi meminta identitas dokter menerangkan ada suntik KB dengan periode  satu bulan, tiga bulan atau enam bulan.



Arie memilih yang periode tiga bulan. Agar tak lupa. Kalau yang enam bulan dia takut mereka lupa.



Dokter memerintah suster dalam ruangan itu melakukan suntik KB sesuai pilihan Arie.


\*\*\*



Arie meminta mereka langsung diantar ke kamar kost. Seperti anjuran Endro mereka langsung mendatangi penjaga rumah kost dan memperlihatkan buku nikah asli mereka. 

__ADS_1



"Iya Mas. Sebelum menikah kemarin bapaknya mbak Vella sudah datang ke rumah pemilik kost dan juga bilang pada saya kalau mbak Vella mau nikah." Begitu penjaga rumah menjawab saat diperlihatkan buku nikah pasangan pengantin baru itu.



"Saya enggak ingin ada fitnah soal kami Pak. Saya akan tuntut bila hal itu terjadi," jawab Arie sambil berlalu.



Penjaga kost sudah tahu siapa sosok orang tua Arie dari Endro dulu saat Endro mengatakan akan ada tunangan Vella yang akan sering datang melihat atau mengunjungi putrinya.



Endro merinci siapa Arie dan latar belakangnya. Tentu dia tak mau berseteru dengan anak pejabat.



Arie dan Vella memilih segera tidur sore ini. Mereka terlalu lelah. 


\*\*\*



Vella masih terlelap dalam dekap hangat suaminya. Sebelum tidur tadi Vella langsung masak nasi dan mengeluarkan beberapa lauk untuk dia panaskan di microwave nanti.



Vella juga mengeluarkan juice agar cair dan bisa diminum. Vella memang selalu membuat juice daalm jumlah cukup banyak setian bikin lali dia simpan di freezer.



Kelelahan membuat mereka tak mendengar notif di ponsel mereka. Kedua orang tua mereka menanyakan apa mereka sudah sampai di rumah. 



Tadi Arie sudah mengatakan tak ingin keluar malam ini walau untuk makan sekali pun. Ajudan sejak tadi sudah dia suruh pulang. Tak perlu lagi dia ditemani sopir karena Arie akan menggunakan motor saja.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675066942993.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.

__ADS_1


__ADS_2