UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
YEAY JADIAN!!!


__ADS_3

Bila dia memang jodohku kelak. Aku berharap semoga cinta kami tak terganggu oleh lalat sampah!~Siena Maheswari Parussangi~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Siena tak suka menunda. Dia melihat kesungguhan Helmi. Tapi dia juga harus memperingatkan Atikah! Dia tak mau dikatakan merebut pacar orang.



"Baik. Aku pun punya rasa yang sama denganmu. Ada satu permintaanku untuk syarat kita jadian dan satu syarat lain untuk hubungan kita selanjutnya," akhirnya Siena menerima cinta Helmi.



"Apa?" Sahut Helmi dengan rona bahagia.



"Syarat untuk kita jadian, kamu kasih tahu pada Atikah atau siapa pun yang mau melabrakku atau sekedar menyindirku agar siap badan. Aku serius. Aku akan buat dia terkapar di rumah sakit, tak peduli aku harus masuk sel! Jangan pernah main-main dengan emosiku!" Helmi terkesiap dengan ketegasan Siena. Dia sama sekali tak menyangka kekasihnya ~sekarang bukan calon kekasih~



"Dan syarat hubungan kita hanya satu : tak ada orang ketiga!"



"Aku akan hancurkan dirimu dan kekasih barumu bila itu terjadi! Kamu boleh cari yang lain setelah kita selesaikan hubungan kita!" 



"Aku bukan bunda yang hanya diam ketika seekor lalat sampah mengambil papa!" Helmi baru sadar ada dendam teramat dalam dari Siena terhadap pelakor!



"Insya Allah aku akan selalu setia," balas Helmi.



"Terima ini ya, kalau enggak pas besok kita tukar," Helmi memperlihatkan sebuah cincin perak yang tadi dia beli sehingga membuat dia hampir terlambat masuk kelas.



"Pas," cetus Siena saat Helmi selesai memakaikan cincin itu dijari manis tangan kirinya.



"Aku ingin kamu pakaikan ini," pinta Helmi. Dia mengeluarkan tempat cincin miliknya.  


__ADS_1


Siena pun tanpa ragu memakaikan cincin di jari manis tangan kiri Helmi.



"Pulang yok. Nanti kamu dicariin bunda," Helmi mengajak Siena segera pulang.


\*\*\* 



Hari ini Atikah kembali tak terlihat di kampus. Tentu Helmi jadi belum bisa menyampaikan pesan Siena pada Atikah. 



'*Dinda, Atikahnya hari ini enggak datang ke kampis. Jadi Kanda belum menyampaikan pesanmu ya*.' Helmi yang asli Sumatera Barat dan Siena yang asli Ujung Pandang tak mau menggunakan panggilan dari salah satu bahasa daerah mereka agar salah satu tak merasa menang atau kalah. Mereka sepakat menyebut anda dan dinda saja.



'*Ya sudah seketemunya aja. Awas aja kalau Kanda malah ndatengin dia dengan alasan mau nyampein pesanku*!' Ancam Siena.



'*Enggak lah Yank*,' jawab Helmi


\*\*\* 



Hari ini sehabis magrib infus Arie sudah bisa dilepas. Tapi lelaki muda itu tetap lemas. Untuk berjalan ke kamar mandi dia masih dibantu oleh ajudan yang bertugas gantian. 




"Kita tidur hotel. Enggak mampir di rumah bude biar pada enggak tahu masalah ini. Kamu bisa kembali ke Jakarta Minggu malam," Wiedo memberi semangat pada putra sulungnya.



'*Pastikan hari Sabtu dan Minggu Vella tidak pergi ke Kebumen atau Kutoarjo. Saya dan Arie akan ke Jogja hari Sabtu*.'



'*Siap* 👍.'



Mendengar itu tentu Arie bersemangat. Dia ingin segera sehat.


\*\*\*



'*Sabtu dan Minggu jangan ada acara. Kemungkinan teman daddy akan ke Jogja dan daddy ingin kamu menemani ibu itu sebentar ke lokasi yang ingin dia tanyakan besok*,' Vella membaca pesan daddynya. Padahal dia sudah niat akan bermain dengan Laras. 

__ADS_1



'*Siap Bozz. Untung dikasih tahu sekarang. Tadinya pengen main sama Laras*,' jawab Vella. 


\*\*\*



Persiapan pernikahan yang harus Firza tangani sudah selesai semua. Gedung, undangan dan dokumentasi sudah siap. Hari ini Firza dan Serena akan mencoba menu yang mereka pilih. 



Pakaian sudah fix. Akad nikah akan menggunakan adat Betawi dan di gedung akan menggunakan adat Sumatera Barat.



Ukuran pakaian akan dicoba terakhir satu minggu sebelum pernikahan. Ini untuk memastikan pakaian pas di badan pada hari H.



Serena sengaja mengatur jadwal mencicipi hidangan pada jam makan siang. Sehingga mereka bisa tak hanya makan satu suap saja. 



"Nanti kita enggak balik kantor kan *Honey*?" Forza memastikan.



"Enggak lah. Kita keluar aja sekarang sudah setengah satu. Samapi kantor lagi jam empat mau ngapain?" Jawab Serena.



"Kamu kan pegawai teladan. Rajin banget balik ke kantor," goda Firza.



"Ya kalau yang pengen diliat di kantor ada disampingku,  ngapain balik kantor?" Serena memberi kedipan sebelah mata pada Firza. Membuat lelaki itu makin gemas. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1674415419677.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.


__ADS_2