
Semakin mengenal kesehariannya, aku semakin kagum. Dulu aku mengenalnya sebagai nona kaya yang tinggal minta siapkan ke simbok pembantunya walau dia selalu bicara sopan pada sang pembantu. Sekarang aku melihat dia melakukan semua hal sendiri. ~Siena Maheswari Parussangi~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Ibas dan Laras berpisah dengan rombongan Arie yang hendak mengantar Vella dan Siena ke kamar kost. Begitu pun dengan Helmi. Tadi Helmi dan Siena sudah tukar nomor ponsel.
“Siena, jangan lupa. Besok kita ke kampus YASPATI” Baskoro mengingatkan Siena jadwal esok siang. Dia mengajar disana dan jadi dewan pengurus di yayasan itu sehingga berani menjanjikan Siena bisa ikut nyusul kuliah disana.
‘Yaspati? Managemen? Wah bisa satu kampus dan satu jurusan denganku,’ batin Helmi. Dia senang akan ada teman satu SMA yang satu kampus dengannya.
Helmi tak tahu kalau Baskoro mengajar disana karena di Yaspati dia ambil jurusan yang tidak diajar oleh Baskoro.
“Iya Yah,” jawab Siena sambil salim.
Yang jadi kejutan untuk Helmi ketika melihat Vella salim, Baskoro mengecup kening dan puncak kepala Vella dan Vella membalas dengan mengecup dua pipi Baskoro.
‘Apa yang aku tidak tahu? Bukannya pak Baskoro awalnya tanya-tanya Vella ke aku karena aku satu SMA dengannya. Dan bukannya istri pak Bas ngelabrak Vella? Mengapa sekarang terlihat sangat akrab bahkan dengan kak Arie sekali pun?’ Helmi sang pengamat terus saja berkutat dengan pertanyaan dalam benaknya.
“Sampai Jakarta kasih khabar ke Ayah ya Bang,” pesan Baskoro sambil menepuk pundak calon menantunya itu.
“Siap Yah,” balas Arie.
__ADS_1
“Laras, jangan nakal ya. Besok kita main kalau Mbak kesini,” Frani si bungsu senang dia punya adik.
“Iya Mbak, kita bobo bareng sama mbak Vella ya,” jawab Laras juga senang. Sekarang dia bukan anak tunggal ayahnya. Dia punya banyak kakak perempuan dan punya seorang abang.
Laras senang akan perubahan yang dia alami sekarang. Beda dengan saat ada ibunya. Dunia kaku dan tak ada senyuman. Sekarang penuh canda tawa.
***
“Yaaah langsung kerasa sepi ya Vell,” Siena langsung merasakan perubahan suasana. Dia cukup senang bergabung dengan keluarga besar Arie yang awalnya dia kira kaku.
“Ha ha ha, kamu baru sebentar kehilangan keluarga ajaa langsung ngerasa sepi. Gimana aku yang ditinggal pacar?” jawab Vella dengan nada biasa.
“Sekarang aku mau cuci pakaian dalam dulu, lalu bersiap masak untuk makan siang dan makan malam dengan semua bahan yang ada. Biar besok kulkas bisa diisi bahan baru yang fresh,” cetus Vella.
“Pakaianmu yang mau di laundry masukkan sini ya Sien. Sebentar lagi akan diambil oleh petugasnya sekalian dia antar baju yang bersihnya,” Vella memberitahu Siena.
“Siap Bozz,” jawab Siena.
Siena memperhatikan keahlian Vella memasak. Dia saja jauh dibawah kemampuan Vella. Padahal kawannya itu tak menggunakan bumbu instan.
“Sien, bisa bantu aku kupasin mangga dan pisahin jambu dari biji dan daging buahnya.” pinta Vella.
“Kamu mau buat juice dari dua buah itu? Apa tahan?” tanya Siena.
“Aku masukkan botol pas ukuranku yang itu, nanti aku masukkan freezer. Jadi saat aku bawa ke kampus, dia sudah cair dan masih fresh. Kalau aku harus bikin tiap hari ya repot. Aku bikin juice satu minggu satu kali aja.” tukas Vella.
__ADS_1
“Begitu pun masakan yang butuh waktu lama seperti semur ayam, rendang daging dan lainnya. Aku masak sekalian lalu aku simpan di kotak kecil satu porsi. Jadi aku keluarin enggak kebanyakan dan bisa selalu ganti menu agar enggak bosen,” Vella memberitahu rahasianya.
“Owalaaaah. Iya juga ya,” sahut Siena. Temannya ini memang wajib makan serat. Kalau juice harus buat tiap pagi ya repot.
“Eh, sore kita jalan-jalan ya kalau enggak cape. Kita jajan cakwe. Aku pengen bikin bubur ayam buat kita sarapan besok pagi. Di dekat alun-alun utara ada yang jual bolang balin dan cakwe tiap sore,” Vella memberi usulan.
“Kamu enggak usah nawarin gitu. Kamu kan tahu aku kemana aja mau,” jawab Siena sambil terkekeh.
Dan mereka pun tertawa sambil melanjutkan kegiatan masak mereka.
\===========================================
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama NOVI PUTRI ANG dengan judul novel PENELUSURAN GAIB RANIA yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1