
Semua masalah tak bisa kita lihat dari satu sisi saja. Selalu ada sisi lain. Seharusnya semua orang bisa berpikir dari arah itu. Sama seperti persoalan Mora dan Arie kali ini~Endro Herminanto~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sosok yang ditunggu Wiedo baru datang. Wiedo telah memesan snack dan dua gelas carabian nut coffee.
"Apa saya terlalu terlambat?" Setelah saling bertukar salam pria yang masih gagah itu bertanya pada Wiedo.
"Tidak juga. Saya juga baru datang. Habis urus Arie yang sakit dan diinfus di rumah." Wiedo memang baru saja datang.
"Astagfirullah. Ada apa dengan Abang?"
"Dia sakit gejala typhus. Tapi bukan itu inti permintaan kita bertemu. Ada hal lebih penting. Vella ingin membatalkan pernikahan dengan Abang!"
"Tak mungkin. Anak saya begitu mencintai Abang. Tak mungkin dia mau membatalkan rencana pernikahan mereka." Sanggah sosok itu.
Ternyata sosok yang dikirimi pesan untuk bertemu oleh Wiedo adalah Endro.
Wiedo ingin membahas kemungkinan pernikahan tetap terjadi terlebih sekarang Vella sudah jelas mengatakan akan membatalkan pernikahan itu.
__ADS_1
Wiedo lalu mulai bercerita kejadian di peta yang diawali oleh pak Wildan dan Ariena yang bertekad jadi istri kedua Arie.
Lalu juga tentang perjanjian awal antara Arie dan Vella sebelum mereka terpisah karena LDR.
Dan terungkapnya kalau Arie telah bohong tak cerita masalah gangguan Ariena di kampus karena Arie tak ingin Vella sedih dan galau.
Dan terakhir Wiedo bercerita alasan Arie kembali berbohong karena tak ingin Vella khawatir akibat sakitnya Arie. Ternyata Vella sudah tahu kalau Arie sakit sedang Arie bilang hanya kelelahan.
Endro diam. Dia dan Vella orang yang paling benci dibohongi.
Tapi Endro memahami alasan Arie berbohong adalah untuk kebaikan putrinya.
"Sekarang kita harus memberitahu Vella dan Arie tentang hal ini."
"Arie harus tahu, Vella tak akan pernah menerima kebohongan apa pun alasannya. Jadi bila ingin bersama Vella dia harus berhenti berbohong walau alasannya untuk kepentingan Vella."
"Dan Vella harus tahu, kalau kebohongan yang Arie buat untuk kebaikan Vella dan kita janjikan selanjutnya Arie tak akan pernah melakukan kebohongan lagi."
"Masalahnya sekarang mendekati akhir semester. Arie dan Vella sama-sama sibuk dengan ujian mereka. Tak mudah untuk salah satunya berkunjung ke kota pasangannya."
__ADS_1
"Dan percuma mereka bertemu bila tak ada salah satu dari kita yang menjadi mediator!" Endro memberitahu semua yang harus ditempuh.
Pada kondisi saat ini terpaksa orang tua kedua belah pihak harus ikut campur tangan. Karena mereka sadar, bila anak-anak mereka berpisah, kondisi anak-anak itu tak akan baik-baik saja.
Vella dan Arie pasti akan hancur studi dan kehidupan sosialnya. Orang tua ikut campur bukan hanya untuk menyatukan cinta mereka. Tapi lebih dititik beratkan untuk masa depan anak mereka sendiri.
Karena baik Wiedo mau pun Endro tak ingin anak mereka hancur masa depannya. Mereka tak peduli masalah jodoh.
"Saya akan upayakan lari pulang pergi ke Jogja dengan Arie begitu infus Arie dilepas Saya akan upayakan yang terbaik yang saya mampu.
"Saya tunggu info terbaiknya," Endro menyampaikan harapannya sebelum mereka berpisah.
Bukan tak mau membantu. Tapi Endro juga sedang sangat sibuk dan tak bisa menyempatkan waktu pergi ke Jogja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.