
Banyak kejadian yang SEPERTINYA tak sengaja, padahal semua telah diatur agar terlihat sesuatu hal yang tak disengaja. ~Shakira~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Akhirnya sampai juga. Kamu urus kamar. Saya tunggu disini,” Rahman duduk di lobby. Biasa memang dia hanya tinggal menerima kunci kamar saja. Meeting baru akan dimulai esok pagi sehabis sarapan. Jadi sore hingga malam ini semua masih bebas.
Sakhira memberikan kunci kamar pada Rahman. Mereka dapat satu lantai tapi terlewat beberapa nomor. Rahman di kamar 712 dan Sakhira di 722. Ternyata ketika mereka sudah sampai di lantai 7, letak kamar mereka berhadapan menyerong satu pintu. Bukan berhadapan persis.
Sehabis mandi dan salat Ashar Rahman pergi keluar kamar. Dia akan membeli oleh-oleh untuk istri dan kedua anaknya. Mereka adalah cahaya hidupnya. Rahman keluar sendirian. Biasa kalau acara bebas memang dia lebih leluasa sendirian. Agar bebas memilih untuk keluarganya.
Makan malam Rahman nikmati sendirian. Dia menyempatkan video call dengan keluarganya di Jakarta. Bercerita bagaimana lingkungan tempat dia menginap dan menunjukkan bungkusan barang yang sudah dia beli untuk mereka. Karena biasanya hari terakhir makin sibuk dan kalau pun keluar akan bersama dengan rombongan.
***
Rahman sampai di hotel, dia masuk lift, saat lift belum tertutup Sakhira masuk dengan membawa tas plastik berlogo supermarket di depan hotel.
“Belanja apa?” tanya Rahman basa basi. Biar bagaimana pun dia kenal gadis itu dan juga mereka team pada kesempatan kali ini.
“Cemilan Pak. Saya biasa ngemil sambil menunggu kantuk,” jawab Sakhira. Rahman memperhatikan gadis ini sangat berani keluar kamar hanya dengan tank top dan hot pants sangat pendek.
__ADS_1
‘Memang sih ini bukan jam kerja. Tapi ya enggak pantas aja,” pikir Rahman.
Dilantai tiga ada sekeluarga masuk sehingga Sakhira masuk mendekati Rahman. Bagian belakangnya bergesek dengan jaguar Rahman tanpa sengaja. Tapi gadis itu tak mempermasalahkan, dia malah semakin mundur sehingga Rahman harus mepet dinding lift.
Rahman agak sulit untuk keluar di lantai tujuh, lalu Sahira menarik tangan Rahman agar bisa menembus rombongan keluarga yang naik dari lantai tiga tadi.
“Maaf, lepas tangan saya,” pinta Rahman. Dia sudah tiba depan kamarnya.
“Eh maaf Pak,” dengan gugup Sakhira melepas pergelangan tangan Rahman dan segera menuju kamarnya sendiri.
Rahman baru saja duduk dan meletakkan semua belanjaannya ketika terdengar pintu kamarnya di ketuk.
“Ada apa?” tanya Rahman melihat Sakhira ada di depan kamarnya.
“Ya sudah cepat,” jawab Rahman. Dia buka pintu kamarnya agar staffnya bisa masuk.
Sakhira meletakkan belanjaannya di kasur lalu dia menuju toilet. Tak lama dia keluar dan menuju ranjang dimana dia meletakkan belanjaannya. Tapi entah mengapa dia tersandung sehingga jatuh menimpa Rahman.
Kebetulan bibir Sakhira pas menempel sudut bibir Rahman. Rahman menengok sehingga sekarang bibir mereka bertemu. Tanpa bisa diprediksi siapa yang memulai, kedua bibir saling ******* dengan lembut tanpa paksaan.
Lalu Rahman membalik tubuhnya menjadi diatas. Dia kembali ******* bibir Sakhira yang tak menolaknya. Tangan Rahman meraba paha mulus Sakhira yang tak berpenutup karena hanya menggunakan hot pant super pendek.
“Eh, maaf Pak,” Sakhira menolak tubuh Rahman yang mulai on. Dia menghentikan permainan mereka.
__ADS_1
“Maaf Pak,” ucapnya lagi lalu dia mengambil belanjaannya dan bergegas ke luar kamar itu dengan senyum kemenangan. Dia tidak ke lobby untuk urus kunci kamar. Karena kunci kamarnya tidak hilang. Dia langsung menuju kamarnya.
Bahkan sesungguhnya sejak tadi Sakhira memang menunggu Rahman di lobby. Saat rahman sudah di lift baru dia datangi seakan-akan memang baru belanja.
***
Esoknya serta dua hari kedepan Rahman berupaya tidak berinteraksi dengan Sakhira bila tidak soal pekerjaan. Rahman bersikap sangat formal dan tugas mereka berjalan dengan baik.
“Daeng, nanti malam keluar bareng kita-kita yok,” ajak rekan cabang lain.
“Siap,” jawab Rahman sambil membereskan berkas mereka. Barusan meeting sudah resmi ditutup. Rahman baru akan terbang ke Jakarta esok malam. Karena sejak pagi akan hang out dengan semua peserta.
\===========================================
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie yang bernama RIFAH MUSFI dengan judul novel PERNIKAHAN PENUH DENDAM yok! Ceritanya pasti seru dan enggak akan nyesel deh bacanya.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta