UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
UNDANGAN MAKAN SIANG


__ADS_3

Tak ada salahnya bikin acara kecil buat mengucapkan terima kasih. ~Annisa Marwah~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Baik, kita lanjut ke undian B,” Baskoro memanggil undian selanjutnya, yaitu kelompok vella, Anis dan Surti. Yang mempresentasika makalah kali ini adalah Anis. Sedikit gugup tapi not bad lah. So far so good buat kelompok mereka.


“Ayok tiap kelompok silakan ajukan pertanyaan kalian pada kelompok B,” Ibas sebagai moderator mempersilakan kelompok lain bertanya tentang materi yang dibawakan kelompok Vella.


Tak ada yang tak bisa dijawab oleh Vella sebagai juru bicara untuk menjawab semua pertanyaan kelompok lain. Tak ada gugup, karena dia biasa tampil di panggung. Dan dua pertanyaan moderator juga berhasil Vella libas dengan cemerlang.


“Bagus sekali. Kerja team sangat bagus. Hasilnya juga bagus. Saya minta kelompok lain bersiap untuk tak kalah bagus dengan dua kelompok yang hari ini telah tampil.”


“Sekian dari saya. Pertemuan kali ini saya tutup. Wassalamu’alaykum,” Baskoro membereskan makalah dari mahasiswanya untuk dia bawa ke ruang kerjanya.


“Yah, Siena bilang kita diundang makan siang hari Sabtu dirumahnya. Kalau Ayah enggak bisa, nanti bunda mau atur waktu ulang,” Vella menunggu Baskoro di depan ruang kelasnya.

__ADS_1


Tetap saja ada sepasang mata yang terus menjadi CCTV nya Ibas. Dia masih cinta mati walau sudah ditalak tiga lelaki itu.


“Sabtu besok?” tanya Baskoro memastikan.


“Iya,” balas Vella cepat.


“Oke. Mau berangkat bareng atau gimana?” tanya Baskoro.


“Mbak nginap dari hari Jumat sore hingga hari Minggu sore Yah,” Vella sudah lama tak ngerumpi dengan Siena. Jadi dia ingin menginap di rumah Siena. Dia juga sudah memberitahu Endro dan Arie niat menginapnya ini.


“Sudah bilang abang dan daddy?” tanya Baskoro. Biar bagaimana pun dia harus mengawasi kekasih hati mereka ini. Endro dan Arie memandatkan pengawasan Vella pada dirinya selama putrinya itu di Jogja.


“Sudah. Daddy langsung jawab boleh. Abang tanya Siena dulu bener enggak ada acara makan siang itu. Siena bilang bundanya juga ngundang Ayah, baru deh abang kasih izin,” jawab Vella sambil sedikit nyengir mengingat bagaimana posessissvenya Arie.


‘Apa sih hubungan mereka? Koq makin akrab aja,’ gerutu Titie dalam hati.


“Oke,” sahut Vella lalu berlari kearah dua temannya. Tak ada salim atau hal lain yang akan membuat orang curiga.


***

__ADS_1


“Kamu kenapa balik ke pulau Jawa lagi? Bukannya kamu disana tinggal di kampung halaman kedua orang tuamu?” tanya Helmi pada Siena. Mereka baru keluar dari perpustakaan. Bertemu tak sengaja.


“Ada suatu peristiwa yang tak bisa aku ceritakan pada orang lain. Yang pasti disini aku bersama ibu dan adikku. Bukan kost karena aku kabur sendirian,” jawab Siena bijaksana.


“Aku pernah lihat kamu jalan kaki, apa rumahmu dekat?” tanya Helmi.


“Sangat dekat, aku tinggal di perumahan dibalik tembok kampus ini. Adikku sekolah di SMP sini dan ibuku mengajar di SMA sini,” jawab Siena.


“Wah hebat. Jadi kalian semua disini? Pantas cari rumahnya yang dekat lokasinya,” jawab Helmi.


“Ha ha ha, kebetulan aja. Pas ibu datang pas guru SMA mata pelajaran fisika pas resign. Jadi ibuku langsung melamar dan diterima. Kalau enggak ya ibuku mungkin kerja ditempat lain,” Siena ingat ibunya kak Arie akan mencarikan bunda pekerjaan melalui seorang kakak iparnya.


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING  ya.

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING  itu ya.


__ADS_2