UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
KEJUTAN MATI LISTRIK


__ADS_3

Ada bahagia dibalik duka. Aku mensyukuri semua yang aku dapatkan. Kejutan yang membuatku tak akan lupa~Novella Moraleta~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Oke, semua sudah tahu ya apa aja yang ada di kotak pandhora ini. Aku mau kita harus selalu terbuka. Gue enggak mau gara-gara perhiasan atau uang yang ada di ATM ini kita ribut," Wieke menegakan hal itu.



Dengan data diri Merry, Wieke membuat m-banking untuk rekening itu agar lebih mudah mengontrolnya. Dia juga menscreenshoot saldo awal saat kartu itu dia pegang.



"Ya udah yuk tidur yuk udah malem," ajak Risye.



"Iya kita udah capek istirahat dulu," Dian pun segera bangkit dan bergegas masuk kamar.



Tumben genk cepat setuju semua pun masuk kamar. 



"Yank ayo bangun, temani Abang keluar,"  Arie membangunkan istrinya dengan lembut.



"Kok tumben sih gelap. Abang mau apa?" Vella yang baru terlelap bingung suaminya membangunkan tengah malam.



"Saklar listriknya turun, Abang kan nggak tahu lokasi rumah ini, Abang takut salah ruang," Arie memberi alasan mengapa dia mau Vella menemaninya.



"Handphone kita di mana. Kan bisa pakai senter handphone," jawab Vella.



"Dua-duanya handphone kita diluar," sahut Arie.



"Bukannya tadi waktu habis baca surat, handphone kita bawa masuk?" Vella bingung. Dia ingat membawa ponselnya dan meletakkan di meja dekat tempat tidurnya seperti biasa.



"Nggak kok masih di luar buktinya enggak  ada di nakas atau di meja. Sudah ayok keluar," kata Arie mendesak istrinya.



Vella pun keluar berpegang tangan pada Arie. Sampai di luar semua gelap.



"Hati-hati," kata Arie.



"Iya, aku kan cuma ikutin  Abang. Abang dong yang hati-hati," protes Vella yang berjalan di belakang suaminya.



"Kok ke belakang, ke ruang ke ruang makan? Bukannya ke depan saklar kan di depan Bang," cetus Vella.


__ADS_1


Sampai di ruang tengah dari belakang terlihat lilin yang menyala berjalan menuju arah Vella.



Vella memperhatikan, itu adalah nyala lilin di tart ulang tahun. Vella baru ingat hari ini adalah ulang tahunnya dia sampai lupa karena memikirkan tentang Merry.



Tak lama lampu menyala. Semua ada di ruang tengah itu termasuk Endro.



"Selamat ulang tahun kekasih hatiku. Semoga selalu sehat. Semoga bisa belajar dewasa. Semoga terus sabar mendampingiku" Arie mengecup kening istrinya.



"Terima kasih Abang," jawab Pela terharu dia tak menyangka semuanya masih mengingat ulang tahunnya saat sedang berduka seperti ini.



Dian yang malah salah ingat. Dian pikir masih dua hari lagi ulang tahun Vella. 



Vella memeluk erat suaminya. Ulang tahun pertama didampingi suami. Tapi dalam suasana seadanya. 



Arie pun sama. Awalnya dia ingin datang ke Jogja merayakan malam romantis saat ulang tahun istrinya. Malah tiketnya dia batalkan karena Vella harus berangkat ke Jakarta.



"*Happy birthday princess Daddy.  Will you all the best* ya. Doa Mommy dan Daddy untukmu selalu." Endro mendekap erat putri kecilnya.



Putri yang satu tahun lalu minta dirinya menikahi anak itu. Waktu bergulir lambat, tapi perubahan dalam kehidupan berubah sangat cepat.




"Selamat ulang tahun ya Vell, semoga kita selalu bisa bersama walau nanti kita berjauhan," ucap Risye. Risye sadar, dia kemungkinan bisa pisah jauh dari semua rekan bila Pandu diberi tugas jauh diluar pulau.



"Selamat ulang tahun, gue enggak bisa bicara lagi. Karena ulang tahun siapa pun dari kita pasti akan ngingetin kita ke Merry. Dia yang selalu ngatur kejutan dan hadiah aneh buat kita semua," ucap Wieke.



"Selamat ulang tahun, semoga kita bisa selalu bersama mencapai cita-cita kita sesuai keinginan Merry," ucap Dian.



"Selamat ulang tahun, semoga bisa selalu jadi yang terbaik seperti selama ini. Semoga kamu selalu bahagia. Terima kasih atas cintamu buatku dan Rafli serta bunda," Sien mendekap erat Vella.



Tak lama masuk video call dari Baskoro ke ponselnya Endro. Emang Endro memberitahu bahwa mereka akan membuat filsta kejutan untuk Vella.



"Ayaaaaaaah," Vella menjerit memanggil ayahnya. 



"Selamat ulang tahun anak Ayah," kata Baskoro.



"Terima kasih Ayah. Terima kasih."


__ADS_1


"Sehat selalu dan bahagia selalu. Gapai cita-citamu ya  Nak."



"Iya Ayah, terima kasih."



"Kapan kamu kembali ke Jogja?"



"Besok aku pulang Ayah."



"Hati-hati, Salam buat daddy dan abang ya."



"Semuanya di sini, semua sama temen genk aku itu Yah," Vella memperlihatkan siapa yang hadir. Endro tersenyum pada kamera ketika kamera mengarah padanya. Arie melambai pada mertuanya.



"Iya salam buat mereka semua ya," kata Baskoro.



"Ya Ayah."



"Assalamualaikum."



"Waalaikumsalam."



Simbok mengeluarkan bakso yang self service. Pesta ulang tahun sederhana buat Vella. Tapi tentu dia tetap bahagia.



Semua meracik bakso sesuai selera. Tentu kembali mereka ingat saat meracik bakso dengan Merry.



Endro memberikan kadonya. Yaitu mobil sport Vella boleh dibawa ke Jogja. Endro telah bicara dengan Helmi dan Arie.



Yang menyetir mobil ke Jogja Arie bergantian dengan Helmi. Pandu tetap di mobil bersama Vella dan Duldul dan Siena



Tentu saja ini kejutan buat Vella. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1676969265981.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2