UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
LAMARAN FIRZA


__ADS_3

Aku dan suamiku hanya mempuanyai satu anak. Tapi bukan berarti kami memanjakannya. Kami malah sangat keras mendidik Rene agar tak salah langkah. Saat ada anak muda baik yang mau serius makan kami pun tak mau menundanya. ~Nurlaela Bestari ~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“He he he, iya Abah juga enggak pengen liat anak gadis Abah dipacarin enggak jelas. Anak sekarang banyak yang pacaran tapi enggak berani ngadepin orang tuanya. Kalau ada yang serius, mau ngapain lagi?” Abdullah memang menilai keberanian Firza menghadapnya sendirian saat Serena tak tahu adalah poin plus untuk lelaki muda itu.


“Jadi ceritanya kapan mau acara lamaran?” tantang Lela.


“Saya terserah Abah aja. Nanti saya beritahu ke papa saya waktu yang Abah tetapkan,” sahut Firza tanpa ragu.


“Sabtu sore ya. Kita salat Maghrib bareng di rumah saya,” sahut Lela. Dia memang bukan perempuan biasa. Ibu lain lamaran sibuk dengan kemewahan, dia minta calon besan datang ke rumahnya untuk salat berjamaah ketika lamaran putra putri mereka.


“Tuh, Mimi sudah tentukan hari dan waktunya,” Abdullah menepuk bahu Firza. Kalau soal seperti ini memang Abdullah sama sekali tak mau ikut campur. Keputusan mutlak ada pada ratu rumah tangganya.


“Siap Bah. Nanti saya sampaikan ke papa dan mama,” sahut Firza dengan senyum bahagia. Sedang bintang utama sejak tadi hanya diam mematung. Dia speechless dengan gebrakan Firza.


Selanjutnya mereka mengobrol ringan lalu pisah mobil. Abdullah dan Lela ingin belanja untuk persiapan lamaran putri mereka. Sebenarnya sejak  semalam Lela sudah tahu hal ini karena suaminya sudah memberitahu ketika mereka ngobrol lewat telepon.


***

__ADS_1


“Kenapa Abang enggak bilang udah nemuin Abah?” protes Serena ketika mereka telah berdua dalam mobil Firza.


“Kamu dikirimi pesan enggak dibaca apa lagi dibalas. Ditelepon enggak diangkat. Ya udah Abang nekad nemuin Abah dan bilang mau seriusin kamu,” jawab Firza tanpa merasa bersalah.


“Kamu tahu Abang bilang Abang mau serius. Tapi kamu masih aja tukang ngambeg,” malah Firza yang sekarang ngomel.


“Abang curang. Abang boleh ngambeg. Pas aku ngambeg Abang langsung menghadap ke Abah,” bibir Serena manyun saat bicara karena dia kesal pada kekasihnya itu.


“Hubungan kita terlalu banyak drama karena kita merasa enggak percaya diri. Abang enggak percaya diri kalau didepan kamu. Dan kamu juga gitu. Makanya biar kita enggak ribet, mending diresmiin aja,” balas Firza sambil mengambil jemari Serena untuk dia kecup.


***


Hari yang ditentukan tiba, Serena mengenakan kebaya santai dengan rok batik panjang. Batik yang sama digunakan oleh Firza sebagai kemeja. Hanya dua hari Serena dan Firza menyiapkan pakaian mereka ini. Mereka beli bahan dan minta penjahit untuk pelayanan ekstra 1 x 24 jam. Dan mereka pun punya baju couple yang pas badan karena buka beli jadi melainkan menjahit berdasarkan pesanan.


Faisal Trias Pratiaksa membawa kedua orang tuanya juga Mertua oerempuannya karena mertua lelakinya sudah meninggal sejak Firza masih berusia dua tahun. Selain itu dia juga membawa beberapa kakak dan adik Nani serta kakak dirinya. Tak ada ketiga anak angkatnya karena Firza mengancam tak mau menikah bila kakak-kakak angkatnya itu datang ke rumah mereka lagi.


Keluarga Abdullah Bahweres pun cukup lengkap. Baik dari pihak dirinya mau pun dari pihak istrinya.


Rombongan keluarga Faisal tiba di rumah keluarga Bahweres pukul 16. 40. karena nanti pukul 17.30 akan bersiap untuk salat Maghrib bersama. Sesudahnya baru akan ada pembicaraan lamaran yang akan ditutup dengan makan malam bersama.


***


Satu bulan sudah sejak pernikahan Tini. Minggu depan akan diadakan pernikahan Lutfi dan Arum anak pakde Guruh. Mereka mengambil ijab kabul pagi jam sembilan sebelum Jumatan, dan resepsi di rumah mempelai wanita bukan di gedung malamnya. Artinya malam Sabtu.

__ADS_1


Untuk itu Wiedo dan Mahesa berencana akan ke Kebumen hari Sabtunya. Makan siang disana, kembali ke Jogja hari Sabtu malam dan hari Minggu sore baru kembali ke Jakarta.


Mahesa dan Wiedo merasa harus sowan pada eyangnya Vella. Karena pernikahan Vella dan Arie tak ada lamaran seperti pada umumnya. Hari Sabtu itu juga Wiedo akan memberikan seserahan untuk Vella.


Karena pakde Guruh masih sibuk sehabis menikahkan putranya, nanti yang akan mendampingi Wiedo hanya pakde Wito dan bude Ningrum.


Sejak minggu lalu Endro sudah mengatur tentang pertemuan itu. Dia meminta Vella agar melibatkan Ibas.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2