
Kadang aku bingung. Di depan teman-temanku dia bisa bersikap seperti seusia kami. Tapi kalau lihat dia di depan karyawannya, woow! Dia sangat berwibawa. Jadi penasaran gimana dia di depan pasiennya ya?~Novella Moraletta~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Pagi ini Vella dan Arie akan berangkat ke Jakarta
"Ada yang ketinggalan enggak?" Tanya Arie.
"Apa sih Bang baju pesta kita udah, kado udah, apalagi?" tanya Vella.
"Sepatumu yang cocok dengan baju itu udah?" Arie tahu perempuan pasti akan mencocokkan baju dan sepatu. Terlebih saat pesta.
"Aku kayaknya sepatu ada di rumah Jakarta."
"Jangan ngomong kayaknya. Pasti ada enggak?"
"Aku ingat ada. Tapi kalau enggak ada kita masih bisa cari. Kan masih dua hari sebelum pernikahan. Kita bisa cari sepatu lah kalau memang nggak ada. Tapi aku ingat ada kok sepatu warna ini. Kalau nggak ya pakai sepatu hitam aja."
"Abang tuh yang belum ada sepatu buat pesta," Vella malah mengingatkan kalau Arie belum ada sepatu pesta.
"Iya ya, Abang malah belum ada ya," jawab Arie.
"Gimana sih? Kemarin sepatu akad kita mana?" tanya Vella.
"Oh iya ada sepatu akad kita kan," Arie langsung mengambil sepatu waktu akad nikahnya. Saat itu dia berangkat dari hotel ke rumah eyang Yoyo pakai sepatu. Nah ini lalu dia masukkan koper.
\*\*\*
"Jadi kita langsung ke rumah Daddy?" Vella memastikan planning mereka kali ini. Saat ini mereka baru saja tiba di bandara SOETA
"Seperti yang kita bicarakan kemarin. Abang juga sudah bilang sama ibu kalau kita datang ke Jakarta dua hari itu di rumah Daddy dulu baru nanti dua hari berikutnya di rumah Ibu," kata Arie.
Vella telah mengirim pesan kepada Endro, daddy nya bahwa hari ini dia akan tiba dan menginap dua hari di rumah sang daddy.
__ADS_1
"Apa kabar Mbok? kata Vella. Dia bawa suaminya masuk ke kamarnya.
"Ayo Bang masuk ke kamar aku," hari ini adalah pertama kali Arie masuk ke kamar Vella sejak menikah. Karena memang mereka waktu pas pacaran belum pernah masuk ke kamar itu. Simbol sudah tahu bahwa Vella sudah menikah sehingga tak masalah.
Arie memperhatikan kamar istrinya Vella.
kamar yang didominasi warna biru, bukan warna pink seperti yang Arie tahu katanya kamar anak gadis suka warna pink.
Disini Arie melihat Vella menyukai gradasi biru dari biru muda sampai biru dongker paduan warna biru bermain di kamar itu.
"Kamu katanya sukanya putih. Koq kamarmu biru?" kata Arie. Karena motor dan mobilnya Vella juga helmnya kan putih.
"Aku suka putih tapi kalau kamar putih kayaknya kesannya kayak rumah sakit aja jadi aku bikin biru."
Biru itu dulu aku kira warna favorite daddy. Karena aku perhatikan daddy selaku memilih itu untuk semua hal. Ternyata biru itu bukan warnanya Daddy! Biru itu warna mommy. Warna daddy hijau."
"Sejak mommy enggak ada daddy pakai warna biru untuk mengenang mommy.
"Iya aku baru tahu juga setelah kita dari Singapura itu. Baru tahu ternyata warna favorit daddy sebenarnya hijau," kata Vella.
Vella sudah pernah masuk ke kamar Ari ketika acara anniversary ibu dan bapaknya.
"Sore ini Abang mau lihat cafe dulu ya udah lama nggak ke cafe," cetus Arie saat selesai salat Ashar.
"Ade boleh ikut?"
"Bolehlah. Malah harus ikut. Masak Abang jalan sendiri?"
"Ya udah aku pamit mbok dulu."
"ayo kita bersiap."
__ADS_1
Arie membawa Vella ke cafe 2. Cafe ini naru dia buka saat Vella baru pindah ke Jogja. Jadi istrinya belum pernah kesini.
"Besok kita ke distro, malamnya baru ke pernikahan Serena," kata Arie.
"Oke," Vella senang dibawa kerja oleh suaminya.
"Eh Pak Arie," sapa staf Cafe.
"Aman?" tanya Arie.
"Aman Pak," jawab pegawainya. Mereka sudah tahu kapasitas Arie sejak kasus di distro.
"Perhatikan, ini istri saya. Harap semua ingat ya," Arie memperkenalkan Vella langsung sebagai istrinya.
Vella kaget diperkenalkan sebagai istri!
Arie langsung masuk ke ruang kerjanya. Dia minta management melaporkan pembukuan dan sebagainya.
"Mau makan apa?" Tanya Arie.
"Nasi bakar tambah ikan bakar."
Arie sudah dapat info Endro akan pulang sekitar jam delapan malam. Jadi dia juga akan kembali le rumah sekitar jam segitu agar bisa ngobrol dengan mertuanya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.