UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
MUDIK KE KEBUMEN


__ADS_3

LDR ini menyiksaku. Aku tak tahu harus minta bantuan siapa. Sedang saat ini kakiku sedang terikat tugas kampus yang sangat banyak. ~Ashoery Rustamaji~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Vella sedang mengerjakan tugas, laptop menyala di meja belajarnya. Cemilan kentang crispy berteman dengan suusu coklat dingin ada dimejanya saat panggilan video call dari Arie masuk. Vella tak meresponnya. Dia biarkan. Anggap saja dia sudah tidur. Dia silent ponselnya agar tak mengganggu konsentrasinya.


“Akhirnya selesai juga,” kata Vella untuk dirinya sendiri. Dia bereskan laptopnya. Dia cabut kabel printer lalu dia tutup kembali printer dengan taplak agar tidak kemasukan debu. Dia bereskan mejanya dan bersiap membersihkan diri sebelum tidur.


‘akhirnya selesai juga tugasku’ tulis Vella dalam status media sosialnya lalu dia berbalas komen disana.


‘Dia aktiv di media sosial tapi tak mau menjawab panggilanku walau hanya untuk menjawab kalau dia sedang sibuk,’ Arie berpikir apa yang salah sehingga Vella berlaku demikian?


***


Arie berupaya meredam emosinya. Sampai waktu Subuh tak ada respon dari Vella. Padahal biasanya gadis itu akan memberitahu bila tak mendengar saat dihubungi.


‘Met pagi kekasih hati Abang. Sehat selalu ya. Love you Yank,’ Arie mengirim pesan. Dan sampai waktu salat Dzuhur pesan itu tak dibuka oleh Vella.


‘Aku harus bertanya pada siapa? Tak mungkin aku tanya mbak Tiwi. Sama saja membuka rahasia kalau Vella sedang marah padaku. Enggak mungkin juga tanya daddy. Bisa digorok aku bila menyakiti princessnya.’ Arie makin senewen.


***


Satu minggu sudah sejak Vella pulang dari Singapore. Sejak dia tahu siapa dirinya. Di kampus Vella masih terlihat biasa saja.tugas dia kerjakan dengan baik. Tak ada yang berubah.


“Long week end mau kemana?” tanya Ibas. Hari ini hari Rabu, Ibas tak ada jam mengajar, dia datang ke kampus karena kangen pada Vella. Ibas sekarang tak ragu duduk mendekati Vella di taman atau di perpustakaan. Dan Vella pun menanggapi dengan baik. Tak pernah menghindarinya.

__ADS_1


“Besok mau ke Kebumen. Tadi sebelum berangkat kuliah sudah pesan travel,” sahut Vella.


“Mengapa bukan pulang ke Kutoarjo?” tanya Ibas penasaran.


“Saya lebih dekat dengan eyang kakung dan eyang putri daripada ke mama papa,” sahut Vella.


‘Oh iya, Endro kan orang tuanya di Kebumen. Dia bukan asli Kutoarjo,’ Ibas baru ingat yang dimaksud eyang oleh Vella adalah ayah dan ibunya Endro.


“Kapan-kapan kita pulang bareng ke Kutoarjo yok, saya akan ajak Laras putri saya,” Ibas mengusulkan perjalanan ke Kutoarjo dengannya.


“Semoga saja ada libur panjang lagi jadi bisa jalan bareng,” sahut Vella.


“Mari Pak, saya masuk kelas dulu,”  Vella pamit untuk masuk mata kuliah selanjutnya.


***


“Long week end mau ke Jakarta?” tanya Endro malam ini saat bicara dengan putrinya.


Lebih baik di Kebumen. Tenang dan damai di kebun belakang rumah. Makan masakan ndeso yang selalu nikmat dilidahnya. Sesuai rencana, hari Kamis sore Vella langsung pergi ke kota Kebumen dengan travel yang memang sudah dia pesan kemarin.


Vella bahagia bisa makan malam dengan eyang kakung dan eyang putrinya. Sosok hebat yang mencintainya tanpa mempedulikan kalau mereka bukan kakek dan nenek kandungnya. Bahkan dia belum tahu sosok nenek dan kakek kandung baik dari ayahnya mau pun dari mommynya.


“Daddy-mu sudah cerita kejadian di kampus dan di Singapore,” Kamila mengatakan tentang fakta yang ada.


“Walau bagaimana pun kamu cucu eyang. Eyang tak mau siapa pun mengatakan kamu bukan cucu kami. Karena kamu adalah bukti cinta daddymu pada perempuan bodoh yang tak tahu kalau cinta tak usah memandang usia. Eyang juga sangat mencintai mommy-mu,”


“Setelah dia tahu ketulusan cinta daddy-mu, mommy-mu langsung berubah 180°. Mommy-mu langsung menjadi istri yang sangat menghargai suaminya yang masih sangat muda tapi bisa berpikir lebih dewasa dari ayah biologismu.”


“Mommy-mu yang tumbuh dari keluarga yang tidak saling touch, tidak saling menghargai apalagi menghormati, mulai belajar bagaimana dia melayani suami. Bahkan membuat minum saja awalnya mommy tak bisa. Apalagi masak.”

__ADS_1


“Kami ( Kamila dan Yoyok ) dari keluarga ningrat kaya, tapi sejak kecil kami diajarkan tugas perempuan. Kami harus bisa masak, mencuci dan pekerjaan perempuan lainnya sejak dini. Jadi saat kami kuliah di luar negeri kami tak kaget. Beda dengan teman-teman kami anak orang kaya Indonesia lainnya,” jelas eyang Kamila.


“Eyang senang mommy-mu selalu mau belajar bila dia tak tahu. Dan dadddymu, walau anak tunggal dan kami tidak berkekurangan, sejak kecil walau dia laki-laki, semua hal dia harus bisa lakukan. Saat awal berumah tangga, Laras -mommymu-  belajar masak dari daddymu. Itu malah jadi momment bahagia mereka,” Kamila sedih bila mengingat usia Laras yang tidak panjang.


“Iya Eyang, aku bangga jadi cucu Eyang. Aku sangat berterima kasih atas cinta kasih daddy dan Eyang padaku. Padahal secara garis besarnya kita tak ada hubungan darah. Tapi secara batin cinta daddy ke mommy membuat aku jadi tumbuh dikeluarga penuh cinta ini. Aku sangat bersyukur punya daddy dan eyang berdua,” sahut Vella dengan bijaksana.


“Benar, hubungan batin kita lebih kuat dari hubungan darah,” sahut Suroyo Mulyo.


“Eyang berkali-kali berpesan padamu agar tak salah langkah, itu karena ada dua alasan utama. Alasan pertama adalah eyang tak ingin ada ‘Vella’ generasi berikutnya. Eyang tak ingin kamu hamil diluar pernikahan. Dan yang kedua adalah sejarah hidup Eyang sendiri,”


“Sejarah Eyang bukan soal hamil di luar menikah. Tapi pada kasus banyak bayi digugurkan, padahal banyak pasangan yang sulit punya anak atau bahkan tak bisa punya anak,” lalu Kamila bercerita proses mereka mendapat Endro sebagai anak tunggal.


“Ya ampuuuuuuun, jadi seperti itu perjalanan Eyang buat dapat daddy?” Vella kaget. Cerita ini memang baru Kamila ceritakan setelah merasa Vella cukup dewasa untuk mengerti tentang tuntutan mertua pada dirinya. Kamila tak ingin bila Vella jadi tak hormat pada eyang uyutnya ( mertuanya ).


“Itu mengapa kami selalu wanti-wanti kalian jangan salah langkah. Kami sangat sedih bila mendengar ada bayi yang digugurkan, kami jungkir balik agar bisa diberi momongan. Dan saat itu, tiga puluh enam tahun lalu dunia kedokteran belum seperti sekarang. Bisa dibayangkan alasan kami terluka pada orang yang tega membunuh bayinya.”


“Insya Allah Aku bisa jaga diri Eyang. Aku juga tak ingin ada bayi tanpa nasab seperti diriku. Aku tak ingin membuat anakku menderita nantinya,” sahut Vella.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  THE** BLESSING OF PICKPOCKETING**   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2