
Jangan menilai buku dari sampulnya. Itu pepatah yang sering aku dengar. Sekarang aku membuktikan sendiri. Sering kita menduga, anak pengusaha sukses yang mau apa saja tinggal tunjuk. Butuh apa saja tinggal suruh karena banyak pembantunya, pasti tak bisa masak dan bersikap manja. Itu tak berlaku untuk temanku Vella. Dia sangat mandiri dan pandai masak padahal dia bisa tinggal beli tanpa perlu cape dan repot. ~Surti~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Vella meminta Anis membawa hasil masaknya untuk dia makan malam dan sarapan esok hari. Setidaknya sudah bisa untuk dua kali makan. Biarlah makan siang besok Anis masih makan dikantin.
“Kamu mau bawa pulang Ti?” tanya Anis pada Surti.
“Aku sudah cukup mencicipi disini Nis. Besok sore kita belajar lagi ya. Dan yang aku lihat hari ini akan aku praktikkan esok pagi. Besok aku bawa hasilnya untuk kalian beri penilaian,” tak mau kalau Surti akan mencoba apa yang dia lihat barusan.
Menjelang maghrib Surti dan Anis pulang. Memang waktu masak mereka hanya sebentar saja.
***
“Bisa kita ngobrol lagi?” tanya Baskoro pagi ini saat melihat Vella baru saja memarkir motornya.
“Hari ini saya tidak bisa Pak. Kalau besok atau lusa saya akan upayakan. Saya akan beritahu teman-teman yang belajar masak untuk libur,” sahut Vella.
“Kamu mengajar temanmu masak?” Baskoro tak percaya putri seorang pengusaha dan tinggal di Jakarta pandai masak.
__ADS_1
“Iya Pak. Saya tiap hari masak dan membawa bekal karena lebih aman untuk kesehatan tubuh saya. Dan teman-teman mau belajar karena mereka ingin lebih hemat,” jawab Vella.
“Jam berapa mereka selesai belajar?” Baskoro penasaran.
“Mereka pulang sebelum maghrib Pak.
“Saya boleh datang ke kostmu sehabis Maghrib?” tanya Baskoro.
“Monggo. Kalau Bapak mau datang besok sehabis salat Maghrib,” Vella tak keberatan. Toh kamar kost mempunyai ruang tamu terbuka untuk ngobrol.
***
“Bagaimana? Mamaku bilang kacang panjang kurang matang. Tapi kalau rasanya pas,” Surti membawakan sample hasil uji cobanya. Tak ada yang dia ubah untuk dapat penilaian baik dari dua sahabatnya,
“Kalau soal kematangan kacang hijau itu juga selera. Kalau daddy ku suka yang seperti ini. Dia bilang ada kries-kriesnya. Tapi papaku enggak suka. Dia suka yang sangat empuk,” sahut Vella.
“Kamu koq punya daddy dan papa?” tanya Surti.
“Ha ha ha, aku juga punya mommy, mama dan ibu juga bapak. Keluarga ku memang panggil tante atau om dengan sebutan sesuai anak-anak mereka memanggilnya,” Vella malas bercerita yang sebenarnya.
“Setuju Vell. Kalau lidahku ini terlalu manis. Tapi kalau kacang panjangnya aku suka yang seperti ini. Sama dengan daddy-mu,” Anis juga memberi penilaian jujur.
“Mama enggak percaya aku pergi ke warung sayur, belanja lalu masak. Karena itu baru pertama kali terjadi. Mama ingin kenal kamu Vell,” Surti memang telah membuat sang mama bingung.
__ADS_1
Mama Surti tak percaya kalau yang mengajari putrinya masak adalah gadis Jakarta anak seorang pengusaha.
“Gampang diaturlah, nanti kapan-kapan kita masak bareng di rumah Surti ya Nis. Hari Abtu atau Minggu. Jadi kita masak buat makan siang seisi rumah,” balas Vella tanpa ragu.
“Asyiiiiik, gimana kalau langsung Sabtu besok? Tanya Anis bersemangat.
“Oke. Kita langsung bertemu di pasar dekat rumah Surti jam tujuh pagi. Jadi kalian bisa tahu membedakan mana yang pas untuk masakan kita,” Vella memang mengajarkan temannya dari cara memilih bahan. Bukan hanya mengolahnya saja.
Mereka pun sepakat untuk pertemuan hari Sabtu. Sekarang mereka akan masuk ke kelas masing-masing. Anis berpisah dengan kedua temannya.
“Tapi kelas kursus nanti sore tetap berjalankan?” tanya Anis sebelum mereka berpisah.
“Aku sih siap saja. Tak ada jadwal lain selain mengajarkan kalian,” jawab Vella dengan manis.
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1