
Enam belas tahun aku sabar menunggu. Enam belas tahun aku menyimpan dendam pada pembunuh suamiku juga pembunuh calon anakku. Enam belas tahun aku sembunyi dalam goa agar semua aman. Sekarang waktunya aku bangkit dan membuka fakta!~Pricilla Maureen Mohede~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kenapa tiba-tiba ada audit seperti ini?" Daniel Sulistyo kaget saat tetiba ada surat tertulis dari dewan komisaris perusahaan yang dimilikinya.
"Saya tidak tahu Pak," jawab Almira, sekretaris CEO.
Almira orang kepercayaan Liani Subagja istri Daniel. Perusahaan ini adalah milik keluarga Subagja. Almira bertubuh gendut pendek. Tapi sangat cekatan dan pandai.
Liani tak membolehkan Daniel mempunyai sekretaris cantik dan sexy.
Daniel merasa ada sesuatu yang tak beres. Sudah satu bulan ini merasakan tekanan di segala bidang ini. Manager finance sulit mencairkan dana yang dia minta. Sehingga dia sulit bergerak.
"Ada apa Mi?" Tanya Daniel Sulistyo pada Liani Subagja istrinya.
"Mami juga nggak tahu. Mami bingung karena besok harus hadir. Padahal kan selama ini Mami enggak mau ikut urusan perusahaan. Semua Mami pasrahin ke Papi," sahut Liani. Dia kesal karena acara liburannya terpaksa diundur karena lusa wajib hadir saat meeting.
\*\*\*
Singkat cerita esoknya meeting dewan komisaris dengan CEO digelar jam 09.00 pagi
Rapat yang sangat MRUPUT. Terlalu cepat masih jam 09.00 pagi. Tapi semua harus sudah siap.
"Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semua," Almira membuka prakata.
"Baik sekarang rapat saya buka secara resmi," kata Almira perempuan setengah baya ini sejak gadis sudah menjadi sekretaris papinya Stefanus. Robert Subagja adalah kakak kandung Liani.
Liani Subagja yang merasa Almira smart serta tidak bad attitude merasa nyaman terus menggunakan Almira, dari pada suaminya diberi sekretaris cantik dan sexy.
"Silakan Bapak Ronald untuk memulai rapat kali ini," kata Almira.
Ronald Sebastian Subagja sepupu jauh Robert Subagja pemilik asli perusahaan ini yaitu papinya Stefanus Subagja.
"Sekarang saya akan mulai rapat ini. Harap semua mematuhi ketentuan yang saya katakan,"
"Saya akan bagikan tumpukan berkas ini pada anda semua. Anda jangan pernah membuka sebelum saya pandu."
"Buka berkas sesuai panduan saya bila anda tak ingin menyesal!"
"Ibu Almira bagikan berkas yang saya pegang ini sekarang."
Almira menuju meja Ronal dan mulai membagikan setiap orang tanpa terkecuali.
"Mohon tidak perlu dibuka semuanya kita masuk langsung ke halaman 3. Dan jangan buka semua kalau anda tidak mau pingsan.
"Kita langsung masuk halaman 3. Karena halaman 1 dan 2 itu kan pembukaan prakata dan sebagainya kita. Masuk halaman 3 ," Ronald memandu membaca berkas yang sekarang semua peserta rapat memegangnya.
Halaman 3 berisi bahwa perusahaan akan menjadi milik Stefanus Subagja apabila Robert meninggal. Surat tersebut dibuat sebelum Robert masuk ICU karena sakit.
Stefanus belum pernah memegang perusahaan itu. Stefanus meninggal dua bulan lebih dulu dari Robert yang memang sudah di ICU.
Karena Stefanus meninggal seharusnya yang memegang perusahaan ketika Robert meninggal adalah istri Stefanus yang sah dan masih hidup hingga kini yaitu Pricilla Mohede.
"Jadi jelas di situ bahwa selama 16 tahun perusahaan ini dikuasai oleh orang yang tidak berhak!" kata Ronald.
__ADS_1
"Selama 16 tahun perusahaan ini dikuasai oleh ibu Liani yang memberikan hak untuk mengelolanya kepada bapak Daniel Sulistyo suaminya."
"Liani mulai ambil alih perusahaan ini sejak hari ketiga setelah Stefannus meninggal. Itu data yang saya terima,' Ronald membacakan apa yang tertera di halaman 3.
"Sekarang kita masuk halaman berikut. Buka halaman 4!"
Semua tercengang melihat halaman 4. Di situ ada bukti-bukti tentang meninggalnya Stefanus. Bagaimana kondisi mobilnya, kondisi rem mobil. Di halaman 4 ada bukti foto bagaimana rem mobil itu dipotong. Ada foto bukti orang yang sedang memotong. Ada bukti foto orang itu mendapat transfer dari Daniel melalui rekening Liani. Ada bukti pertemuan Liani dan Daniel dengan pelaku pemotongan rem mobil itu.
"Kita masuk halaman 5." Ronald memandu semua peserta rapat. Halaman 5 berisi saat Liani mulai masuk perusahaan lalu satu minggu kemudian Daniel yang memimpin perusahaan dan saat itu Robert masih hidup hanya di rumah sakit. Terlihat Liani di ruang ICU membawa berkas, sepertinya minta tanda tangan Robert. Tapi pengacara Robert sampai saat ini tidak mengakui surat bertanda tangan Robert itu.
Daniel dan Liani sudah mulai panas dingin, saat itu pintu ruang rapat terbuka dan masuk 6 orang polisi lalu mereka berdiri berjajar di depan pintu.
"Next, makin panas, kita buka halaman 6!"
Tentu saja Liani dan Daniel tercekat melihat halaman 6.
Dihalaman itu terlihat Bagaimana foto-foto Daniel dengan seorang perempuan muda dan anak balita berumur 2 tahun. Foto pernikahan mereka juga foto di mana perempuan itu hamil melahirkan dan sebagainya Tentu aja membuat Liani ngamuk melihat itu. Liani tak percaya Daniel mengkhianatinya.
"Halaman 6 no comment ya. Urusan rumah tangga. Tapi itu berimbas ke keuangan perusahaan karena dana rumah tangga dibebankan ke keuangan perusahaan dengan file pengeluaran khusus."
"Jadi bukan masuk ke keuangan personal pak Daniel sebagai kepala keluarga! Dia yang enak-enak nikah lagi dan punya anak, perusahaan yang menghidupi keluarganya karena gaji pak Daniel langsung masuk rekening bu Liani!"
"Selanjutnya kita Masuk halaman 7."
Kali ini kembali foto Daniel dengan seorang perempuan muda lainnya. Sepertinya usianya baru anak kuliahan. Masih muda sekali. Sepertinya ini sugar baby nya Daniel. Fotonya baru, terlihat background tanggalan adalah minggu lalu.
Perempuan muda itu sedang hamil. Liani tambah marah. Ada juga bukti-bukti pembelian rumah untuk kedua orang itu di halaman 8.
"Tadi halaman 8 jelas ya, pembelian rumah, mobil dan biaya liburan semua pakai dana kantor! Bukan uang pribadi pak Daniel!"
Halaman 9 berisi fotocopy tentang laporan dari Priscilla kepada polisi tentang kejahatan yang dilakukan Liani dan Daniel.
"Oke Pak Daniel dan bu Liani. Ada bantahan?" tanya Ronald dengan wajah puas.
Mau bilang apa kalau sudah seperti itu?
Mau berkelit bagaimana?
Ronald mengambil handphonenya memencet nomor seseorang.
"Saya tunggu di ruangan," kata Ronald. Tak lama pintu terbuka.
Priscilla masuk dengan anggun. Dia tersenyum sinis padahal Liani dan Daniel.
"Selamat datang Bu Pricilla," ujar Ronald ramah.
"Apa kabar Om," jawab Pricilla tak kalah ramah.
"Baik sangat baik," Pricilla menyalami beberapa orang yang dia kenal, tapi tak menyalami Liani dan Daniel.
"Silakan Bu Cilla," kata Almira.
"Terima kasih Ibu Almira," jawab Priscilla.
"Sekarang saya akan bicara. Itu di halaman 9, sudah terlihat laporan saya kepada polisi dan polisi sudah berjaga di depan pintu ruangan kita ini, juga di bawah."
__ADS_1
"Apa kabar paman Daniel? Bibi Liani? Puas kalian 16 tahun merampok harta saya dan anak saya?" kata Pricilla sinis.
"Selain mencelakai suami saya Stefanus Subagja. Sejak tahu saya hamil, bibi Liani selalu mencoba membuat saya keguguran!"
"Saya tahu hamil pada saat kebaktian 7 hari meninggalnya Stefanus suami saya. Saat itu tentu keluarga Subagja sangat senang karena saya akan mempunyai keturunan dari Stefan kecuali bibi Liani. Karena bayi itu nanti akan menghalangi mereka."
"Selama ini saya tidak peduli akan perusahaan ini karena perusahaan ini punya Papi Robert Subagja."
"Sejak SMA saya sudah punya perusahaan sendiri! Catat ya, perusahaan saya pribadi. Saat itu saya belum kenal Stefan."
"Lalu saat kuliah dan jadi tunangan Stefan kami membuat sebuah perusahaan patungan. Dari sini jelas, perusahaan papi Robert bukan fokus saya!"
"Sejak kehamilan 6 bulan bibi Liani makin menekan saya juga selalu berupaya membuat saya terluka agar janin saya tidak selamat. Bukti percobaan pembunuhan calon bayi ada disaya, untuk saya berikan di pengadilan nanti."
"Saya **keguguran dalam tanda petik**! Saya umumkan pada seluruh dunia kalau saya kehilangan janin berusia 6 bulan itu!"
"Untuk keamanan saya sembunyi di Singapura sampai melahirkan dengan selamat. Sekarang ada Christofer Subagja sebagai pemilik sah perusahaan ini. Kalau anda nggak percaya saya punya bukti test DNA nya. Sengaja saya simpan banyak potongan kuku dan rambut Stefanus sebelum dia dimakamkan. Sehingga bisa untuk bahan test DNA."
"Selama16 tahun saya sembunyikan Christopher Subagja. Untuk keamanan nya setiba di Indonesia dia menjadi anak adopsi kakak kandung saya Christian Mohede, agar aman dari jangkauan Liani dan Daniel."
"Sejak lahir Christo bersama saya. Saya yang memberi ASI. Kalau dia anak adopsi bagaimana saya bisa kasih ASI?"
"Sekali lagi saya sembunyikan Christopher karena sejak dalam kandungan akan dibunuh oleh oma dan opanya sendiri yaitu bibi Liani dan paman Daniel."
"Sekarang Christo sudah besar, berusia 15 tahun. Saya sengaja membuat dia tersembunyi dari keluarga Subagja karena kalian makhluk-makhluk serakah!"
"Tanpa perusahaan ini saya nggak bakal mati kelaparan. Tanpa perusahaan ini saya punya dua perusahaan pribadi ditambah perusahaan mami saya yaitu perusahaan keluarga Karundeng. Tiga perusahaan itu udah cukup membuat saya bisa hidup hanya berleha-leha."
"Sekarang saya tekankan sekali lagi kalau ini saya lakukan bukan karena saya butuh perusahaan Subagja karena saya tidak ambisi dengan perusahaan Subagja. Ambisi saya adalah melenyapkan Daniel dan Liani Subagja yang telah berhasil membunuh suami saya dan juga hampir membunuh anak saya!"
"Itu saja dari saya. Terima kasih ya om Ronal dan bu Almira yang berkenan membantu saya dan polisi mengadakan pertemuan ini."
"Sebelum saya tutup pembicaraan ini, saya beritahu kalau meeting ini disiarkan live di layar monitor perusahaan."
"Rekaman video meeting juga akan langsung terkirim pada dua pela-cur yang telah membuat perusahaan ini merugi karena membiayai hidup mewah mereka. Belanja barang-barang branded mereka juga membiayai perjalanan liburan mereka."
"Dan mereka wajib mengganti rugi semua uang yang keluar itu termasuk uang untuk membeli satu butir nasi yang masuk perut mereka. Rumah mereka saat ini sudah dijaga polisi."
"Terima kasih Ibu Pricilla. Saya sebagai wakil keluarga Subagja mempersilakan polisi langsung menangkap aja dua pelakunya," Ronald mempersilakan polisi membawa dua tersangka pembunuh itu.
Daniel dan Liani tak bisa berkutik. Dan Liani juga semakin geram karena ternyata Daniel punya dua istri lain selain dirinya.
Dua istri muda Daniel kaget menerima rekaman rapat. Bagaimana nomor mereka bisa diketahui? Mereka mengintip keluar jendela, dan memang ada polisi berjaga tak jauh dari rumah.
Tuntas sudah balas dendam Pricilla yang dia tahan selama 16 tahun. Anak Stefanus Subagja masih hidup yaitu Christopher Subagja. Skenario mami Maria untuk pura-pura keguguran sukses membuat Christo selamat hingga kini.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.
__ADS_1