
Tak ada yang tahu garis hidup diri sendiri. Penyesalan tak ada guna. Saat dia masih hidup aku selalu meninggalkannya. Aku tak pernah ada untuknya. Sekarang dia meninggalkanku untuk selamanya~Fransisca Mohede, mama Merry~
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Udah sedih-sedihannya. Ayo kita berangkat ke rumah Merry" kata Arie.
Mereka pun bersiap dengan mobil masing-masing.
"Kakak aku naik mobilnya A'a," pamit Risye pada Asih dan Harllo.
"Iya," jawab Harllo. Dia sudah tahu siapa Pandu karena pernah datang menemui orang tuanya. Dan saat itu Pandu memang ngomong resmi bahwa dia bukan main-main pada Risye.
"Kamu tahu kan Yank rumahnya Merry?" Arie bertanya pada Vella istrinya.
"Tahulah," Vella menjawab sambil memasang seat belt.
"Abang pikir nggak tahu. Kalau nggak tahu kan kita ngikutin mobil yang lain," Arie mulai melajukan mobilnya.
"Ade tahu. Masak dari SMA berteman akrab nggak tahu. Kami semua pernah nginap di rumah masing-masing. Enggak peduli kalau harus tidur di ruang tamu seperti saat di rumah Dian."
"Kami harus merasakannya. Dian satu kamar bertiga dengan adiknya," Vella menceritakan satu jiwa yang mereka miliki.
Mereka pun meluncur ke rumah duka.
Di rumah duka sudah banyak tamu. Vella dan teman-teman berjalan pelan. Arie sengaja melepas istrinya untuk bergabung dengan teman-temannya. Dia tak masuk karena tak kenal dengan mamanya Merry.
Lima orang gadis itu melangkah menuju ruang tengah. Jenazah Merry sudah ada dalam peti yang terbuka. Merry terlihat sangat cantik walau banyak lebam di wajahnya. Berbalut long dress putih yang cantik. Dagunya juga terlihat retak dan ada bekas jahitan. Kalau diteliti pelipis kiri hingga mata terlihat luka parah tapi bisa tersamar dengan sapuan make up.
__ADS_1
Mereka berlima diam terpaku memandang wajah sahabat terkasih. Vella berdiri dekat peti dia genggam tangan dingin sahabatnya yang berbalut sarung tangan putih dan memegang hand bouquet.
"Selamat jalan Merr. berbahagialah di dunia keabadian. Tunggu kami di pintu surga," bisik Vella. Dia tahu tak boleh menangis dan meneteskan air mata di tubuh jenazah.
Dian mencium kening Merry. Vella tak berani mencium dia takut ada air mata jatuh. Vella hanya terus memegangi tangan Merry yang sudah sangat dingin di balik sarung tangan putihnya.
Setelah memberi penghormatan terakhir pada sahabatnya, lima sahabat mendatangi mamanya Merry. Semua bergantian memeluk mama Merry dengan erat.
Mama Merry sudah tahu siapa mereka karena mereka memang bukan sehari dua hari kenal. Beberapa kali mereka juga pernah menginap di rumah Merry.
"Sabar ya Ma, sabar," kata Wieke. Mereka semua memanggil mama Merry dengan sebutan MAMA.
"Mama nggak punya siapa-siapa lagi," keluh mama Merry.
"Ada kami Ma," kata Risye.
"Mama masih save kan nomor kita semua? Kapan aja Mama butuh mau ngobrol, kami bisa kok," lanjut Risye lagi.
"Iya kalian selalu ada buat Merry. Terima kasih. Karena kalian Merry tak pernah sendirian," sahut sang mama.
"Rencana pemakamannya kapan Ma?"
"Besok pagi jam sembilan kita berangkat dari sini."
"Mau dimakamkan dimana?"
__ADS_1
"San Diego Hills Karawang,"
"Oh gitu ya Ma, memangnya papa pulang jam dan kapan?"
"Kalau nggak salah jam dua siang ini sampai bandara. Sampai sini jam tiga atau jam empat an lah, jawab mama Merry.
Mereka keluar karena akan ada kebaktian.
" Wiek, kamu mau ikut kebaktian atau ikut kita ke rumah sakit?"
"Oh iya kita belum tanya Rumah Sakit tempat Adon dirawat. Akhirnya Wieke masuk bersama Vella dan bertanya pada mama Merry di mana tempat Adon dirawat.
"Mama kami pulang dulu ya Ma. Kami mau nengok Adon besok pagi kami ke sini lagi," kata Vella setelah mendapat nama rumah sakit kan ruangannya Adon.
"Terima kasih kehadirannya. Mama tunggu besok. Kalian ikut kan ke pemakaman?"
"Insya Allah kami ikut, nganter Merry," jawab Dian yang menyusul temannya ikut pamit.
"Ya udah Mama tunggu besok." Mama Merry yang berusaha tabah.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.