UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
RENCANA DADAKAN


__ADS_3

Banyak hal tak direncanakan malah akan kami jalani. Seperti niat ke pabrik coklat. Tetiba aku ingat pernah kesana dengan daddy. Aku akan ajak teman-temanku kesana besok~Novella Moraletta~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Merry makan gudeg dan ayam bakar kecap. Yang lainnya tetap makan oseng-oseng mercon.



"Kenapa ya disebut oseng-oseng mercon?" Tanya Riesye.



"Dia seperti petasan. Kalau petasan kan berisik dan heboh di telinga ini karena makanan bikin heboh dan berisik di mulut. Karena dimasak dengan cara tumis atau dioseng ya disebut oseng-oseng mercon deh," jawab Siena dengan ilmu *kiralogi* atau *cocokologi*-nya. Mereka pun tertawa. 



"Eh kamu jadi pulang malam ini?" tanya Merry pada Vella.



"Iya, Aku sudah minta kak Arie jemput di sini aja," jawab Vella.



"Lho bajumu bagaimana?" Risye bingung.



"Aku bawa ini. Aku kan dari tadi bawa. Baju aku cuma dua pasang, bukan seperti kalian yang satu koper besar," jawab Vella.



Baru saja selesai di omong ternyata Arie sudah datang.



"Hallo semua gimana jalan-jalannya?" kata Arie sambil menghampiri istrinya dan mengecup kening kekasih halalnya itu.



"Wah asyik banget Kak."



"Super asyik."



"Seru Kak,"



"Tak terlupakan dech," semua rebutan cerita pada Arie.



Vella hanya tersenyum. Dia sungguh kangen pada suaminya tapi kan nggak enak banyak teman-temannya di sana.



"Makan Kak," tawar Dian.



"Tadi sudah makan." jawab Arie.



"Kirain mau makan di sini bareng kita," kata Siena. 

__ADS_1



"Tenang aja, Kakak sudah makan koq. Sudah makan sejak tadi sore," balas Arie.



"Butuh lauk nggak Bang?" tanya Vella pelan.



"Buat malam boleh tapi nggak usah yang pedas ," jawab Arie.



Vella langsung membeli tiga macam lauk untuk dibawa pulang. Sekalian dia membayar semua yang dimakan genksnya.



"Eeh sebelum aku pulang, aku mau tanya ama kalian. Kan tadi ada wacana mau ke Taman Pintar. Tapi aku ingat waktu Mirota Batik aku melihat ada COKLAT MONGGO,  coklat monggo itu pabriknya ada di Jogja loh ada dua atau tiga pabrik di sini. Kita bisa lihat dari mulai kebun coklatnya, lalu ada cara membuatnya kita bisa juga bisa mencoba membuatnya. Ada museum nya. Gimana mau ke sana nggak?"



"Sulit nggak transportasinya?" Tanya Dian.



"Dari posko rumah Siena kita bisa naik angkot sampai pasar Kotagede.  Nanti dari situ kita bisa naik taksi online. Atau kita langsung naik taksi online juga bisa. Sekali-sekali lah nggak ngebecak terus," kata Vella.



"Oke besok kita ke pabrik coklat monggo dulu aja," jawab Siena.



"Fix?" Tanya Vella.



"Fix," jawab yang lain.



\*\*\*



"Besok ajak Laras aja yuk ke pabrik coklatnya," kata Arie. Mereka baru saja tiba di kamar kost Vella. Semua penghuni kost sudah diberitahu penjaga kost, kalau Vella sudah menikah resmi bukan siri.



"Abang mau ikut kita ke pabrik coklat?" tanya Vella. Tentu saja dia senang kalau suaminya ikut piknik.



"Iya Abang mau ikut asal ada orang luar lain selain Abang," jawab Arie.



"Kamu coba bilang sama ayah. Kalau ayah ikut ya bagus. Tapi kalau ayah nggak bisa ikut bilang kita jemput aja Laras di rumah. Yang penting sudah izin sama ayah," jawab Arie.



"Terus bilang sama teman-temanmu, kita ketemuan sarapan di lesehan Malioboro yang kemarin itu. Ajak Bunda dan Rafli," kata Arie.



"Tapi Bang, besok bunda dan Rafli itu mau ke Candi Prambanan." Jawab Vella.



"Sudah, ke Candi Prambanannya bilang ke  Bunda sama Rafli lusa aja.   Besok ikut rombongan ke pabrik Monggo dulu," jawab Arie.



"Baik aku bilang ke grup ya Bang," Vella langsung menghubungi group dengan telepon agar cepat karena sudah malam. 

__ADS_1



"Kenapa Vell? Ada yang ketinggalan?" Tanya Risye yang pertama mendengar telepon di group.



"Cuma mau kasih tahu wacana aja. Kata kak Arie besok kita ketemuan di lesehan Malioboro. Kita semua sarapan disana. Dari sana nanti berangkat  bareng ke pabrik coklat Monggo."



"Dan bilang sama bunda sama Rafli suruh ikut aja ke pabrik coklat."



"Bunda dan Raffli ke Candi Prambanan nya besok lusa. Daripada Bunda sama Rafli jauh-jauh nanti ke pabrik coklatnya sulit kendaraan," kata Vella.



"Oh oke nanti aku sampaikan ke Bunda," kata Siena.



"Ya harus mau dong Bundanya," jawab Dian.



"Iya ayo kita bilang aja langsung biar Bunda bisa ikut ke pabrik coklat monggo" jawab Merry. 



"Biar Bunda ikut sarapan di lesehan Malioboro bareng kita," seru Wieke.



Semua pun senang karena besok mau ngajak Bunda. 



"Aku ajak adikku ya," Vella memberitahu genksnya.



"Emang kamu punya adik?" Wieke penasaran.



"Punya. Namanya Laras. Umurnya delapan tahun. Anak dosenku," jawab Vella.



"Oh ya bawa aja nggak papa kita suka kok," Risye yang punya banyak adik tentu tak keberatan. 



"*Oke see you tomorrow*," kata Vella.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675362665331.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2