
Jangan membuat salah paham pada seseorang. Ceritakan sejujurnya sebelum dia dengar dari orang lain dan menduga hal tak benar seakan kamu tak percaya padanya. ~Novella Moralleta~
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Arie hanya tersenyum. Dan dia banyak membuat foto ketiga gadis kesayangannya dengan kamera miliknya. Bukan dengan ponsel.
“Abang mau pakai yang mana?” tanya Vella.
“Menurut kamu bagusan yang mana Yank?” balas Arie tanpa memilih. Dia akan membiarkan Vella yang menentukan dia pakai topi yang mana.
Vella memilihkan topi cowboy dari bahan kulit untuk Arie. Dia sendiri mengambil topi pantai polos dengan warna abu-abu sesuai dengan hoodie yang dia kenakan.
“Kamu berdiri disini sebentar, Abang mau atur focus camera. Kakak ambil foto Abang dan Mbak Vella dulu,” Arie meminta Vella dia di posisinya dan dia mengatur focus lensa agar Frina lebih mudah mengabadikan mereka dengan kamera miliknya. Dan Frani pun bersiap dengan ponsel miliknya agar bisa segera dia posting.
Gambar pertama Arie menghadap kamera dan Vella membelakangi agak kesamping dengan tangan Arie memeluk pinggangnya. Vella tahu Arie memang tak akan memposting wajahnya saat ini. Jadi dia setuju dengan pose itu.
Foto lain adalah foto kemesraan mereka. Kadang Frina dan Frani menjadi pengarah gaya membuat Vella banyak tersipu malu karena kedua gadis remaja itu sering mengatur dengan pose sangat mesra untuk ukurannya.
“Kak, kita sewa sepeda tandem aja ya Kak. Kalau buat foto baru kita pakai yang sepeda sendiri,” Frani memberi usulan pada Frina.
“Setuju De. Tadi Kakak juga mau bilang gitu,” kedua gadis kembar itu sangat kompak. Arie membuat banyak foto untuk kedua adiknya itu.
“Jajan siomay dulu yok, sama beli gorengan,” ajak Vella tanpa malu.
Mereka duduk di kursi plastik yang disediakan abang siomay. Arie sengaja tidak memesan, dia hanya minta pada penjual siomay menambahkan porsi di piring pesanan Vella. Dia ingin makan sepiring berdua.
“Ini aja ya minumnya,” Arie memberikan air mineral dingin di botol kecil pada Vella, Frina dan Frani. Dia tak ingin mereka sakit karena terkena radang tenggorokan.
__ADS_1
“Makasih Bang,” hampir bersamaan kedua adiknya menjawab terima kasih pada abang mereka.
“Abang kamu enggak pesan. Ini kenapa porsiku banyak begini?” Vella bingung saat pesanan Siomaynya porsi jumbo.
“Kita makan berdua Yank,” jawab Arie tanpa malu. Dia mengambil piring dari tangan Vella dan mengaduk bumbunya lalu mulai menyuapi kekasihnya itu.
Tentu saja kedua adiknya langsung mengabadikan moment itu dan membagikan di group whats app keluarga mereka. Membuat sang ibu langsung berkomentar menggoda Arie. Bapak belum membacanya, mungkin sebagai jenderal dia sibuk belum sempat membuka ponsel pribadi miliknya.
‘Gue makin curiga, kalau pacarnya kak Arie itu Vella deh,’ chat Wieke di group whats app genks memulai gosip sore ini. Dia men tag Vella dan mengirin screen shoot postingan media sosial Arie yang meng-unggah foto dirinya memeluk perempuan yang memunggungi kamera. Dengan caption : ‘menikmati senja di kota tua bersama adik kembarku dan kekasih hati!’
‘Iya, Aku juga mikir gitu,’ Siena langsung menjawab.
“Kenapa?” tanya Arie yang dipandang Vella saat gadis itu melihat kehebohan di group chatnya.
“Ini, sahut Vella dengan senyum kecut. Dia membuka mulutnya karena Arie kembaali menyodorkan siomay.
“Ngaku aja sama mereka. Besok pas kamu berangkat kan mereka juga akan mengantar. Disana ada Abang. Malah enggak enak kalau mereka tahu ngedadak. Seakan kamu enggak percaya ama mereka. Abang yakin mereka akan tutup mulut bila kamu bilang jangan disebar ke orang lain. Dan lagi sebentar lagi Siena bakal tahu dari mulut embernya Asih,” balas Arie.
“Tuh Abang kirim foto yang ada di group keluarga Abang. Ibu aja ngegodain Abang karena Frina dan Frani dari tadi udah heboh kirim foto di group keluarga.” Arie mengirim foto yang masuk ke ponselnya.
“Aku akan serius chat dan menjawab gosip mereka nanti malam aja. Sekarang aku akan konsen dengan kegiatan kita aja,” jawab Vella tanpa ragu.
Menjelang maghrib mereka meninggalkan kota tua.
“Mbak, aku minta nomor ponselmu,” Frani dengan tanpa ragu meminta nomor ponsel Vella. Padahal Serena yang sudah kenal akrab bertahun-tahun saja tidak dia mintai nomor ponselnya.
Vella memberikan nomor ponselnya lalu tak lama dia mendapat banyak foto dari Frani. “Itu nomorku Mbak!”
Lalu berikutnya banyak foto dari ponsel milik Frina yang rupanya tadi juga menyimpan nomor yang Vella sebutkan.
__ADS_1
“Itu nomor Kakak ( Frina ), ya Mbak,” Frina memberi keterangan.
“Oke, eMbak save. Terima kasih foto-fotonya.
“Abang, aku pulang ke rumah daddy aja. Aku kan menginap dua hari di sana. Barusan sudah kasih tahu mama. Nanti aku telepon mama kalau sudah di rumah,” Vella meminta Arie mengantarkan dia ke rumah Endro saja. Bukan ke rumah Bagas.
***
“Ayok, kita maghriban dulu,” ajak Vella pada kedua gadis kecil untuk turun dirumahnya.
“Assalamu’alaykum Mbok, tolong siapkan dua tambahan mukena bersih ya,” Vella langsung meminta simbok menyiapkan mukena saat perempuan setengah tua membukakan pintu untuknya.
“Kalau ingin ke toilet bisa disini atau dekat dapur. Tempat wudhu ada dekat ruang salat. Ayok kesana,” ajak Vella taanpa ragu.
“Arie yang sudah pernah beberapa kali ke rumah ini tak ragu. Dia akan memimpin salat maghrib. Saat itu Endro belum tiba di rumah.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG SUDAH TAMAT, DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta