UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
BERSIAP KEMBALI KE JAKARTA


__ADS_3

Tak menyangka persahabatan kami bisa seperti ini. Suatu anugrah besar untuk kami jadi satu keluarga besar~Vella,Merry,Dian,Wieke,Risye,Siena~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Hari ini semua bangun siang. Semua capek tapi puas pada perjalanan kemarin.



"Jadi rencananya kita mau ke mana hari ini?" tanya Merry.



"Gue off. Capek banget. Tapi terserah sih kalau kalian mau jalan," kata Wieke.



"Ya udah hari ini kita ngerumpi aja. Kita bikin rujakan aja yuk," kata Dian.



"Iya iya iya. Kita rujakan aja. He he aku juga cape. Bahkan bunda dan Rafli akhirnya belum jadi ke candi Prambanan," kata Siena.



"Warungnya jauh nggak?"



"Enggak jauh. Lagian kita naik motor aja," jawab Siena lagi.



"Ya udah kita beli bahan rujakan aja. Kita ngerujak aja di rumah. Vella juga katanya kan capek nggak dateng. Kasihan juga dia kalau pisah terus sama kak Arie," jelas Wieke.



"Ya udah ayo kita belanja rujakan aja," kata Riesye.



"Ya wis kita istirahat hari ini. Enggak usah kemana-mana. Kita pulang lah besok. Jadi besok pagi kita cari oleh-oleh yang  berupa makanan kayak bakpia gitu. Gue mau beligudeg ah," kata Wieke.



"Iya gudeg bisa kok dibawa pulang ke Jakarta walaupun naik kereta dia nggak basi. Bahkan bisa dibawa ke luar negeri karena ada yang dikemas pakai kaleng," kata Dian.



"Ah nggak enak. Kita enakan bawa yang yang besek aja kalau yang kendil kan takut pecah." kata Risye. 



"Oke kita besok beli gudeg sama bakpia kata Merry.


\*\*\*



Jadilah hari itu mereka rujakan berheboh-heboh ria dan seperti biasa postingan mereka pasti rame komen.



Rujak lengkap yang bikin heboh dari tim wanita cantik.


\*\*\*



"Pagi ini kita ke taman pintar  dulu enggak? Masih sempet nih," Siena menanyakan semua temannya.



"Enggak ah udah males. Enggak enak kalau keburu-buru. Next time aja kita kesana," balas Merry.



"Udah nggak usah kita mendingan ke oleh-oleh aja. Tanya dulu ke Vella. Dia mau kita tunggu atau gimana?" Dian yang kali ini berinisiatif.



"Vella lagi *on the way* ke sini kok. Sejak tadi dia sudah antar buku Laras yang ketinggalan di mobil," sahut Siena yang di japri oleh Vella.



"Serius?" Risye memastikan info itu akurat.



"Iya tadi dia bilang gitu ke aku," balas Siena.



"Oke kalau gitu kita tunggu," Riesye pun kembali melirik ponselnya yang sedikit rame dengan pesan dari Pandu yang sejak tadi belum dia balas. Sehingga lelaki itu terus saja mengejar minta direspon.



Vella ternyata hanya diantar oleh Arie. Nanti dijemput lagi di stasiun Tugu.


\*\*\*



"Ternyata banyak ya bakpia pathuk itu. Bingung milihnya, Wieke dan Risye bingung melihat banyak toko kue besar dengan nama bakpia Pathuk. Hanya beda diangka belakang saja. Ada 24, 76, 50 dan lain-lain.



Ada bakpia lain koq sekarang. Misal bakpia Kurnia atau yang lainnya juga.



"Eh, beli salak nggak?" tanya Merry.



"Iya tuh salak pondoh Aku mau beli Mamaku suka," kata Wieke.

__ADS_1



"Nanti repot enggak di kereta?" Dian bingung bila bawaannya kebanyakan.



"Enggak lah pakai potter aja. Beres kan?" Vella memberi saran.



"Iya, nanti kita pakai potter aja," Merry pun setuju menggunakan potter untuk membantu mengangkat barang mereka nanti.  



Vella ikutan beli sedikit bakpia kukus kurnia.  



Sekarang mereka menuju gudeg Wijilan. "Ada yang terkenang nih memori makan kemarin di sini ," Dian menggoda Risye.



"Bener bangeeet ehem ehem," goda Siena.



Mereka memborong gudeg untuk oleh-oleh di Jakarta. Tentu saja Vella untuk makan tengah malamnya nanti. 



Risye melihat Vella membeli 10 tusuk sate uritan. Dia langsung ingat ucapan Pandu kemarin : *spesial for my lady*! 



Selain sate uritan Vella membeli gudeg satu besek penuh tentu tanpa nasi dan ayamnya juga penuh. Dan Vella juga membeli sambal goreng krecek kesukaannya Ari.


\*\*"



Waktu packing untuk pulang mereka sudah mulai terdiam sudah mulai merasa sedih karena akan berpisah.



"Jangan pasang tampang sedih ah. Bikin aku jadi ikutan sedih," kata Vella.



"Iya besok-besok kan masih ketemu lagi dan tiap hari kita juga ketemu di video call atau itu di chat kata," jasab Risye.



"Ayo semua senyum dan jangan tampang sedih ah harus happy-happy," pinta Dian.



"Vell di kulkas masih ada rujak lho kalau kamu mau boleh," kata Siena pada Vella yang sedang tidak packing.



Yang lain kan sedang packing. Akhirnya Vella pun ikut merasakan rujak buatan teman-teman terkasihnya kemarin.




Teman-temannya nanti naik kereta Senja Utama Jogja. 



Sambil packing Risye merasa ada yang "tertinggal" di Jogja.



**FLASHBACK ON**



Pada saat semuanya turun dari mobil semalam ketika telah tiba di rumah Siena Pandu memegang tangan Risye. "Aku mau ngomong," kata Pandu pada saat semuanya sedang berkemas menurunkan barang-barang belanjaan coklat dan buku-bukunya.



Maka pada saat semuanya sudah masuk ke rumah, Riesye terpaksa menemui Pandu yang tak juga mau pergi bila belum bicara dengannya.



"Ada apa?" kata Riesye.



"Aku serius. Seperti.yang tadi Djojo bilang," bisik Pandu.



"Djojo bilang apa?" tanya Risye.



"Kalau aku tuh belum punya pacar dan aku suka sama kamu," ucap Pandu.



"Kamu ngawur. Baru kenal. Kamu belum tahu sifat aku, tiba-tiba kamu bilang suka. Suka sama tampangnya. Wajah itu nggak abadi."



"Aku tahu wajah itu nggak abadi tapi pokoknya aku suka kamu. Terserah kamu mau kayak apa pokok nggak boleh menghindar," desak Pandu.



"Kalau sifat aku jelek kan kamu rugi,"  jawab Risye.



"Kalau sifatmu jelek enggak mungkin tergabung dalam ikatan persahabatan sejak SMA seperti saudara dan semua aku lihat baik. Itu artinya link orang baik. Jadi kamu enggak mungkin bersifat jelek," dengan percaya dirinya Pandu mengemukakan pendapatnya.



"Kok maksa?" Kata Risye.


__ADS_1


"Kamu tuh harus dipaksa sih," balas Pandu.



"Ya aku ngantuk" Risye tak enak dengan teman-temannya.



"Ya wis, A'a pulang ya," pamit Pandu. 



"Iya hati-hati ya," jawab Risye spontan.



"Aduh manis banget sih yayanknya A'a," bisik Pandu.



Risye pun langsung masuk rumah dan mengunci pintu. Pandu tersenyum dia Lalu naik mobil dan pulang.


**FLASSH BACK OFF**



Akhirnya habis salat magrib rombongan berangkat dari posko. Mereka menggunakan dua mobil 



"Bun aku pamit ya."



"Iya jangan kapok main di gubuk Bunda ya."



"Iya Bun nggak kapok bisa di sini langsung," semua amit dan memeluk Annisa.



"Adik jagain Bunda ya."



"Iya Kak." 



"Bunda jangan kapok sama kedatangan kita," kata Risye.



"Enggak bakal kapok lah kalau anak Bunda," yang datand.



"Nuwun pisan," kata Wieke.



"Kalian juga jangan putis hubungan ya. Jaga silaturahmi.



"Enggak lah Bun Seneng banget punya keluarga besar seperti ini," Papar Dian.


\*\*\*



"Nanti kamu pulang gimana Sien?" tanya Merry di mobil yang berisi Merry, Dian dan Siena.



"Gampang aku naik ojek online aja karena kalau tadi sama Rafli kan bahaya. Rafli belum bisa punya SIM karena belum cukup umur. Aku belum ada SIM."



"Karena selama ini di Jakarta kan aku nggak pakai motor," kata Siena lagi.



"Ya udah sih yang lebih aman aja pakai  ojek online,"  kata Dian.



"Kamu seriusan dijemput Kak Arie?" kata Risye ada Vella di mobil lainnya.



"Iya aku dijemput Kak Arie," jawab Vella.



Akhirnya mereka tiba di Stasiun.



Arir telah tiba lebih dulu. Dia membantu menurunkan koper teman-teman istrinya setelah tiket di print dan barang dibawa masuk potter mereka pun saling berpelukan dan berpisah penuh haru. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675706472712.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.

__ADS_1


__ADS_2