UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
BIAR LDR-NYA ENGGAK BERAT


__ADS_3

Anak yang hidup dalam asuhan penuh kasih pasti akan menebar kasih pada siapa pun. Aku melihat itu pada sosok Vella dan Arie yang selalu menebar kasih pada siapa pun~Annisa Marwah~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Makan malam kali ini, Arie pilih lesehan menu bebek di daerah Monjali atau daerah MONUMEN JOGJA KEMBALI.



Genks kembali ke heboh mereka semua gembira karena menu kali ini beda lagi. 



"Sering-sering aja begini Kak," goda Dian.



"Liburan berikut kalian mau kemana? Nanti kita atur waktu sama kak Harllo dan kak Asih juga dengan Helmi atau dengan cowoq dari teman kalian yang lain. Kita atur ada *waskat* bagi yang belum halal," sahut Arie.



"Rencananya kami mau backpackeran ke Bali Kak," sahut Merry.



"Nah itu, bilang ke cowoq kalian untuk nabung. Kita jadiin rencana itu. Makin banyak anggota pasti makin seru," Arie malah setuju dengan rencana backpacker yang genks istrinya rencanakan. 



"Makannya yang banyak," kata Vella pada Rafli. Dia sedang menyodorkan nasi dan bebek bakar kecap untuk Laras yang mulai mengantuk.



"Iya Kak ini aku ambil banyak," jawab Rafli, dia belum terbiasa memanggil Mbak pada perempuan yang lebih tua karena di sukunya semua dipanggil kakak.



"Ade maemnya harus habis. Ini Mbak ambilkan nasinya enggak banyak koq. Kalau maemnya enggak habis, nanti pas Mbak bikin acara jalan-jalan lagi, Ade enggak Mbak ajak," ancam Vella. Dia melihat adiknya sudah mengantuk.



Mendengar ancaman itu tentu Laras tak mau. Dia suka dengan mbak dan abangnya. Maka dia pun memaksa membuka matanya dan mulai makan.



Arie menyuapi Vella dengan tangannya karena Vella fokus pada Laras.



"Bikin iri terus nih kak Arie," protes Wieke.



"Yang masih belum legal enggak boleh," jawab Vella.



"Sombongnya yang udah legal," balas Siena.



"Biar bikin Risye cepet legal juga," Arie yang sudah tau rumors langsung menjawab.



"Koq aku?" Protes Risye.

__ADS_1



"Ha ha ha, biar LDR nya enggak berat," jawab Djojo.



"Woow, jadi udah fix nih?" Dian menggoda.



"Satu langkah ke depan dari Dian ya," seru Merry.



"Sedikit lagi, ini bebeknya," bujuk Vella. Dua suap lagi Laras akan habis makannya.



"Dia pintar nih Bang," Vella mengajuk hati Laras dengan memujinya didepan Arie.



"Hebat dong. Adiknya abang Arie koq ya," jawab Arie.



Pandu hanya mesem-mesem saja digoda rombongan heboh ini. Risye yang salah tingkah.



Setelah makan malam mereka pulang. Dua mobil langsung menuju ke rumah bunda Annisa.



"Bunda ngucapin terima kasih banget udah bisa jalan-jalan ke Taman Pelangi dan pabrik coklat ya Rie. Itu pengetahuan yang bagus buat Rafli dan Bunda juga."




"Sama-sama Bun, mohon maaf kalau ada kekurangannya ya," jawab Arie yang tidak turun dari mobil. Saat pulang ini dia memang duduk dengan Laras yang tadi sudah sangat mengantuk. Jadi Vella duduk dengan bunda. 



Sekarang Laras tertidur berbantal pahanya.



Vella sedang ngobrol sebentar dengan para temannya. Dia juga mengucapkan terima kasih pada Pandu karena Pandu kan tidak nganter dirinya ke rumah kost dan rumah Baskoro. 



"Aku enggak lama-lama ya. Aku harus antar Laras ke rumahnya. Kalau besok kesiangan harap maklum," pamit Vella.



"Bilangin kak Arie makasih banyak traktirannya sepanjang hari ini," ucap Merry.



"Iya nanti aku bilangin. Dia enggak bisa turun karena Laras bobo dipangkuannya," Vella memberitahu semua temannya. 


\*\*\*



"Maaf ya Yah kemaleman," Arie minta maaf pada Baskoro sehabis dia menaruh Laras ke tempat tidurnya.  Memang sejak habis makan malam tadi Laras langsung tidur kekenyangan dan kelelahan. Arie langsung membopongnya dari mobil ke kamar adik kecilnya itu.



"Enggak apa-apa Ayah senang dia bahagia bersama kalian hari ini," jawab Baskoro. 

__ADS_1



"Yah kami langsung pulang ya. Udah terlalu capek kasihan Vella dan ini aja udah izin khusus pulang lewat waktu," kata Arie.



"Iya Ayah ngerti. Hati-hati ya."



"Baik Yah. Assalamu'alaykum," Vella dan Arie mencium tangan Baskoro.



"Wa'alaykum salam."


\*\*\*



"Kok bisa masuk Mas?" Vella bertanya pada Djojo. Dirinya tidak tahu mau pulang malam jadi dia tidak izin datang telat pada penjaga malam rumah kostnya.



"Sejak tadi pagi Abang bilang bahwa kita akan pulang tengah malam," jawab Arie.



"Oh pantas dibukakan pintu tanpa ditanya-tanya dulu." Vella menurunkan barang-barang belanjaan. Buku dan coklat miliknya. Juga tas pakaian miliknya.



"ini ada buku de Laras ketinggalan," Djojo memberikan satu plastik buku cerita anak-anak.



"Ya enggak apa-apa nanti aku tak anterin. Makasih ya Mas Djojo." Ucap Vella.


\*\*\*


"Ini buat teman jaga Pak," Arie tadi membelikan dua porsi nasi bebek goreng untuk satpam yang bertugas di rumah itu.



"Terima kasih Mas Arie," satpam itu menerima dengan senang. 



Vella dan Arie langsung masuk kamarnya. Mereka teramat lelah. Sehabis membersihkan badan dan menyimpan semua coklat miliknya Vella langsung tidur.



Arie yang mengerti sang istri sangat lelah pun tak mengganggu dengan kegiatan malam. Dia juga langsung membersihkan diri dan bersiap pergi tidur.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1675616794435.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2