UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
JATUH SAAT MENGEJARMU


__ADS_3

Aku tak tahu apa salahku. Yang aku rasa sejak awal kamu menolakku. Akan aku perjuangkan cintaku yang lama tersimpan dalam sudut ruang hatiku. Dia lama teronggok disana menunggu pemiliknya. Sekarang waktunya aku memupuk cinta ini~Ramadhona Taher~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Adon sudah satu minggu pulang dari rumah sakit dia merasa kesepian karena tak ada lagi Merry yang biasa ngobrol dengannya.



Amrita, uminya Adon mulai sadar. Amrita mengurangi banyak kegiatannya. Dia mulai memperhatikan Adon.



Terlambat? Ya pasti! Tapi daripada nggak sama sekali kan.



Abahnya Adon juga menganut paham istilah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.



Sejak lama Adon punya nomor ponsel Dian cuma Adon nggak berani menghubungi karena takut Dian di bully orang sekitar yang mengira Dian menjadi orang ketiga antara Adon dan Merry.



Sejak awal orang mengira Adon adalah pacar Merry.



Sejak SMA Adon menyukai  perempuan sederhana itu.



'*Apa kabar*?'



Dian bingung nomor siapa yang menghubunginya dan menanyakan khabar dirinya.



Dian diam tak mau menjawab karena tak mengenal siapa pengirim pesan itu.



'*Halo, selamat malam*.'



'*Maaf dengan siapa dan di mana*,' akhirnya Dian menjawab juga.



'*Saya Ramadona. Saya dapat nomor kamu sejak kamu SMA dari Merry*,' Dian langsung mematikan ponselnya. Dia tak ingin berkomunikasi dengan Adon.



'*Hallo*.'



'*Met malam*.'



'*Hallo*.'



"Kok centang satu semua ya?" Adon jadi bingung.



"Apa dia langsung matiin HP? Atau Dian langsung nggak mau baca pesanku lagi?"



Adon pun langsung menelpon lewat nomor biasa bukan dari aplikasi whatsapp. Adon tahu bahwa nomornya Dian langsung tidak aktif.


\*\*\*



Besok paginya Dian melihat di ponselnya banyak misscall dari nomor yang mengaku nomornya Adon itu. Dian juga melihat banyak pesan yang belum Dian buka.



Dian tak mau memblokir nomor Adon karena rasanya tak etis sebab mereka tak kenal dan tak ada masalah. Dian hanya tidak mau membuka pesannya Adon aja. 



Entah kenapa Dian juga nggak punya rasa marah atau apa pun itu tapi ya bingung sendiri dia nggak enak aja sama Merry.



Walau Merry sudah menyebutkan Adon bukan pacarnya. 


__ADS_1


Karena Merry menulis Adon menyukainya sejak SMA maka Dian malas ngobrol dengan Adon walau hanya lewat chat.



Tiba-tiba masuk telepon dari nomor Adon bukan ke aplikasi WhatsApp tapi nomor  telepon biasa.



Karena nggak enak dan  mengikuti adab sopan santun maka Dian pun mengangkat panggilan dari nomor Adon itu.



"Assalamu'alaykum,"  Dian menyampaikan salam lebih dulu.



"Wa'alaykum salam. Ngeganggu ya?" Tanya Adon. Barusan Adon lihat kalau nomor Dian sudah aktif. Jadi Adon langsung menghubungi.



 "Iya udah mau berangkat," Dian menjawab jujur. Biarlah dianggap tidak sopan. Karena memang telepon Adon mengganggunya.



"Oh maaf," kata Adon.



" Ya udah ngomong aja Ada perlu apa?" kata Dian masih datar.



"Saya cuma mau kenalan aja," balas Adon.



"Salam kenal. Saya mau berangkat kuliah." Dian langsung mematikan sambungan telepon. 



Bila ada kuliah pagi Dian ikut ayahnya bareng dengan kedua adiknya.



Sejak mendapat bantuan dari Merry Dian bercerita pada kedua orang tuanya.



"Aku ada uang dari Merry untuk uang kuliah aku. Kalau ibu sama ayah butuh uang buat sekolah adik-adik pakai aja. Karena ini memang buat pendidikan jadi ibu sama ayah bilang aja nanti kakak ambilin buat bayar ya."



"Ya Allah Merry itu baik sekali," kata Ayah Dian.




"Yang penting semua buat pendidikan Yah, Bu. Kita harus maju," kata Dian.



"Insya Allah," jawab ibu. Mereka memang keluarga yang sederhana. Ada uang bukan mau foya-foya, mereka tetap biasa aja.


\*\*\*



Adon mulai ke kampus Dia tidak satu fakultas dengan Dian. Dian satu fakultas dengan Merry dulu. Malah satu kelas.



Adon kuliah arsitektur. Hari ini Adon nggak bawa mobil. Bukan nggak bawa belum bisa bawa mobil sendiri.  Dia di antar sopirnya.



Selesai kuliah Adon ke fakultas tempat Merry. Adon ingin mencari Dian. Adon ingin menjumpai Dian.



"Yan!" seorang lelaki menyapa  Dian.



"Maaf, siapa?" tanya Dian.



"Kenapa tanya gitu. Kita pernah ketemu. Dan kamu pernah datang ke rumah sakit menjenguk aku. Ada apa sih kamu?" Adon bingung akan sikap Dian. 



"Maaf saya waktu itu cuma nemenin teman-teman aja nengokin kamu. Nggak ada niat saya nengok kamu kok. Jadi nggak usah sok kenal," Dian langsung balik badan dan meninggalkan Adon. Dian melangkah dengan cepat.



"Aaduuuh," Dian  mendengar teriakan Adon. 



Ternyata Adon jatuh. Rupanya Adon belum bisa berjalan cepat apa lagi berlari. Tadi Adon berlari untuk mengejar Dian.


__ADS_1


Tak mau dibilang orang sombong dan tak berperikemanusiaan Dian pun balik badan dan menghampiri Adon.



"Sini saya bantu" kata Dian mengulurkan tangannya. Ada yang luka? Butuh saya antar ke UKS?" Cecar Dian.



"Enggak perlu, nggak apa apa," jawab Adon.



Dian memapah Adon untuk duduk di kursi taman dekat selasar dimana mereka berada.



"Beneran nggak ada yang sakit?" tanya Dian



"Iya bener nggak apa apa." 



"Mau saya antar ke mobil?"



"Enggak apa apa. Nanti saya panggil sopir aja. Saya belum boleh bawa mobil sendiri." 



"Ya udah saya temani kamu nungguin sopir." Adon pun menghubungi sopirnya.



Dian mengeluarkan air mineral botol kecil 220ml dari tas. 



"Ini belum dibuka, minum aja," Dian mengeluarkan juga kotak tissue dan diberikan ada Adon.



"Kenapa bisa jatuh?"



"Mungkin karena belum bisa gerak cepat. Tadi aku lari mengejar kamu."



Tentu saja kalimat itu membuat Dian merasa bersalah.



"Tuan Muda kenapa?" seorang bapak menghampiri Adon.



"Enggak apa apa Pak. Ayo bantu saya buat jalan."



"Kamu serius nggak apa apa?" tanya Dian khawatir.



"Bener nggak apa-apa," jawab Adon.



"Ya sudah kalau enggak apa apa.  Saya duluan ya," kata Dian. Tanpa menunggu jawaban dari Adon, Dian balik badan meninggalkan pemuda itu.



'*Ada apa dengan dia*?' tanya Adon dalam hatinya.



"Mari Pak," Adon mengajak sopirnya.



"Iya tuan muda," bapak yang ternyata sopirnya Adon memapah tuannya kembali le mobil.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1677379217245.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2